Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kerabat Anggota Parlemen Inggris Terjebak di Gereja Katolik Gaza

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Desember 2023 16:26 4:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Desember 2023 16:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Anggota parlemen Inggris Layla Moran mengatakan kerabatnya termasuk di antara ratusan warga sipil yang terjebak di sebuah gereja Katolik di Gaza ketika pasukan Israel beroperasi di dekatnya.

Politisi Liberal Demokrat itu mengatakan keluarganya seakan menanti karena tidak ada akses ke makanan fan minuman.

Kerabatnya dan Patriarkat Latin Yerusalem mengatakan seorang ibu dan putrinya terbunuh di dalam kompleks Holy Family Church (Gereja Keluarga Kudus) pada hari Sabtu (16/12/2023) akibat tembakan sniper.

Patriarkat Latin Yerusalem mengatakan dua wanita kristiani – bernama Nahida dan putrinya Samar – ditembak dan mati saat berjalan ke arah sebuah bangunan di kompleks gereja itu yang dikenal sebagai Sister’s Convent.

“Seseorang terbunuh saat dia berusaha membawa orang yang satunya ke tempat aman,” kata Patriarkat itu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir BBC. Tujuh orang lainnya ditembak dan terluka ketika mereka berusaha melindungi orang-orang lain di lingkungan gereja pada hari Sabtu. Tidak ada peringatan yang diberikan sebelum penembakan dilakukan.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Sebelumnya pada hari Sabtu, Patriarkat itu mengatakan sebuah tank Israel menembak ke arah bangunan di kompleks gereja di mana di dalamnya terdapat 54 orang cacat. Tembakan itu menimbulkan kebakaran yang merusak generator, satu-satunya sumber listrik di tempat itu. Akibatnya sejumlah orang sakit di sana tidak lagi menggunakan alat bantu pernapasan.

Anggota keluarga besar Moran – terdiri dari nenek, putranya beserta istri dan anak kembar mereka yang berusia 11 tahun – merupakan orang Palestina penganut Kristen yang mencari perlindungan di dalam gereja itu setelah rumah mereka dibom pada pekan pertama perang.

Di sana mereka tinggal bersama puluhan orang lain yang mengisi beberapa ruangan di komplek Holy Family Church selama lebih dari 60 hari.

“Saya tidak lagi yakin mereka akan tetap hidup sampai Natal,” kata Moran kepada BBC, seraya menjelaskan bahwa mereka berkomunikasi lewat WhatsApp meskipun terkendala dengan sambungan internet dan listrik yang tidak lancar.

Anggota keenam keluarga itu – kakeknya – meninggal bulan lalu setelah tidak dapat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, kata Moran.

Kelima anggota keluarga yang masih hidup mengatakan sekarang mereka tidak lagi memiliki makanan atau air minum, dan pompa air di gereja tidak lagi berfungsi karena  generator rusak.

Mereka mengatakan tentara Israel memasuki kompleks gereja dan menguasai salah satu ruangan.

Awal pekan ini, mereka mendengar suara tembakan dan melihat sejumlah selongsong peluru berserakan di area gereja. Mereka melihat dua pria terbunuh saat keluar-masuk gereja – seorang pengumpul sampah dan seorang petugas kebersihan.

Keluarga tersebut mengirimkan sebuah foto, yang menunjukkan dua jasad tergeletak di jalan di luar gedung gereja. Kerabat Moran mengatakan mayat-mayat itu dibiarkan membusuk selama berhari-hari. Foto tersebut juga dilihat oleh BBC, tetapi cerita di seputar gambar yang ditampilkan belum dapat diverifikasi.

Moran mengatakan tidak ada penjelasan mengapa gereja itu dijadikan target serangan, dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya bahwa gereja itu akan diserang.

Moran mengatakan bahwa dia sudah mengontak sejumlah negara untuk mengeluarkan kerabatnya dari Gaza, tetapi situasinya sangat rumit.

Dia juga mengatakan bahwa kerabatnya itu sudah mempertimbangkan untuk bergerak ke selatan Gaza supaya dapat menyebrang ke Mesir lewat perbatasan Rafah, tetapi keadaannya sangat berbahaya karena tidak ada gencatan senjata.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazagerejaisrael
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengenal Adnan Ghoul, “Bapak Penembak Jitu” Al-Qassam Paling Ditakuti
Tulisan selanjutnya Penganut Buddha dan Kristen Myanmar Angkat Senjata Melawan Junta Militer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Berita
29 Agustus 2026 14:04
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?