Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ebola Mengancam Amerika, 2 Pekerja Medisnya Dipulangkan dari Liberia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Agustus 2014 09:02 9:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Agustus 2014 09:02
Bagikan
Pekerja medis misionaris Kristen Samaritan's Purse yang tertular virus Ebola.
Bagikan

Hidayatullah.com–Evakuasi dua pekerja medis Amerika Serikat yang terinfeksi virus Ebola di Liberia sedang dilakukan, kata organisasi yang menugaskan mereka.

Dr Kent Brantly dan Nancy Writebol berada dalam kondisi serius, kata Samaritan’s Purse dilansir BBC (1/8/2014).

Pejabat kesehatan AS telah mengkonfirmasi bahwa sebuah rumah sakit di Atlanta nantinya akan merawat sedikitnya salah satu dari keduanya. Pasien akan diterbangkan ke AS beberapa hari ke depan untuk menjalani perawatan di bangsal berpenjagaan ketat di Emory University Hospital.

Barbara Reynolds jurubicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, lembaganya bekerjasama dengan departemen luar negeri untuk memulangkan warga AS yang terinfeksi virus Ebola itu.

Reynolds mengatakan sepengetahuannya selama ini belum pernah ada pasien Ebola yang dirawat di Amerika Serikat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, Emory mengatakan rumah sakitnya memiliki fasilitas isolasi khusus untuk menangani pasien yang terinfeksi virus semacam Ebola.

Dr Bruce Ribner dari Emory dalam konferensi pers kepada wartawan mengatakan angka kematian pasien Ebola di Amerika akan lebih rendah dibanding Afrika, sebab Amerika memiliki fasilitas medis yang lebih baik dibanding apa yang ada di Afrika. Dan mengutip keterangan petugas medis yang pernah menangani pasien Ebola, Ribner mengatakan bahwa pasien kemungkinan bisa tertolong nyawanya apabila fasilitas perawatan yang ada memadai.

Menurut Ribner, perawatan yang diberikan kepada pasien yang terkena infeksi berat lebih pada mempertahankan masa hidup pasien lebih lama dengan berbagai peralatan yang ada guna memberikan kesempatan kepada tubuh pasien untuk pulih dan berhasil mengendalikan virus yang bercokol di dalamnya. Jadi keberhasilan perawatannya tergantung kepada daya tahan tubuh pasien itu sendiri.

Virus Ebola menyebar lewat cairan tubuh penderita. Gejala yang muncul pada orang yang sudah terinfeksi virus mematikan itu antara lain seperti flu, pendarahan luar dari mata dan gusi, pendarahan dalam yang mengakibatkan gagal organ. Ebola membunuh 90% orang yang terinfeksi virusnya.

Dalam pernyataannya Samaritan’s Purse mengatakan dua staf mereka yang terinfeksi Ebola itu masih berada di Liberia sampai hari Jumat, tetapi evakuasi mereka sedang dilakukan dan harus tuntas awal pekan depan.

Organisasi itu juga mengevakuasi 60 staf non-esensial yang sehat ke Amerika.

Dalam pernyataan sebelumnya, Samaritan’s Purse mengatakan Dr Brantly ditawarkan untuk mendapatkan suntikan serum percobaan, yang menggunakan darah seorang bocah yang berhasil diselamatkannya. Namun dia menolak dan memberikan serum itu kepada Nancy Writebol.

Sementara itu National Institutes of Health di Amerika Serikat mengatakan pihaknya akan mulai mengujicobakan vaksi Ebola mulai September mendatang.

Otoritas kesehatan AS memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Guinea, Liberia dan Sierra Leone, sebab di negara-negara itu sedang terjadi wabah Ebola, dan tambahan 50 spesialis asal Amerika sedang dikirim ke sana.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abu Marzuq: Penawanan Perwira Dilakukan Sebelum Gencatan Senjata
Tulisan selanjutnya Erdogan Tuding Capres Prof Ihsanoglu Tidak Tahu Soal Lagu Kebangsaan Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?