Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Paris Bantah Tuduhan Rusia Ada Tentara Bayaran Prancis di Ukraina

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Januari 2024 17:29 5:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Januari 2024 17:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Rusia hari Rabu (24/1/2024) mengeluarkan resolusi yang ditujukan kepada Prancis dengan tuduhan kehadiran tentara bayaran Prancis ikut berperang di Ukraina.

Rusia belum lama ini mengklaim telah membunuh 60 serdadu bayaran Prancis dalam serangan di Kharkiv, Ukraina, sebelum memanggil Duta Besar Prancis untuk Rusia Pierre Levy.

Klaim Rusia itu dikemukakan setelah Paris mengumumkan akan mengirimkan puluhan misil jarak jauh ke Ukraina.

Apabila tuduhan “tentara bayaran” itu memang benar, berarti pemerintah Prancis melanggar peraturan hukumnya sendiri yang melarang warga negaranya bekerja sebagai “senjata sewaan”, tindak pidana yang dapat diancam dengan hukuman lima tahun penjara dan denda €75.000, lapor RFI Kamis (25/1/2024).

Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan tidak ada tentara bayaran asal Prancis “di mana pun” dan menyebut klaim Rusia itu sebagai manipulasi dan justru menunjukkan kehadiran tentara bayaran Rusia sendiri di Ukraina, Timur Tengah dan Afrika.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Kremlin hari Rabu mengatakan pihaknya memiliki informasi yang dapat diandalkan bahwa tentara bayaran Prancis terkait kelompok neo-Nazi ikut berperang di Ukraina, tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Kelompok-kelompok pro-Rusia yang berbasis di Prancis, seperti SOS Donbass, lewat kantor berita Ria Novosti hari Senin merilis daftar yang menyebut 13 tentara bayaran Prancis berada di Kharkiv pada saat Rusia menyerang kota itu.

Nama-namanya, pangkat, status hidup atau mati mereka akan diungkap kemudian, kata pimpinan SOS Donbass Anna Novikova, yang memiliki kewarganegaraan ganda Rusia dan Prancis.

Daftar kedua berisi 30 terduga tentara bayaran Prancis juga dibagikan lewat platform Telegram.

Kedua daftar itu beredar di media sosial dan situs web kelompok-kelompok pro-Rusia, kata sebuah sumber Prancis yang mengetahui isu tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Prancisrusiatentara bayaranUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wisata Gunung Fuji Jepang Jumlah Turis Dibatasi dan Harus Bayar Tiket
Tulisan selanjutnya PBNU Nonaktifkan Erick Thohir setelah 38 Hari jadi Ketua Lakpesdam NU

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?