Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Warga Mesir Donasi Ribuan eSIM untuk Gaza Agar Tetap Terkoneksi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Januari 2024 09:34 9:34 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Januari 2024 15:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sekelompok sukarelawan yang dipimpin oleh penulis dan pemengaruh Mesir Mirna El Helbawi menggalang donasi eSIM, kartu ponsel digital, untuk warga Gaza supaya mereka tetap dapat memberikan kabar dan terkoneksi dengan orang-orang tercinta di luar.

Pada akhir Oktober 2023, ketika saluran komunikasi di Gaza terputus pertama kali sejak invasi pasukan Zionis Israel, Mirna El Helbawi berupaya mencari alternatif untuk memulihkan komunikasi dengan orang-orang di Gaza.

Bekerja sama dengan Palang Merah Palestina dan bantuan dari pengikutnya di media sosial, El Helbawi pertama-tama berusaha melobi perusahaan penyedia layanan internet satelit Starlink, milik Elon Musk, tetapi tidak membuahkan hasil.

Ketika dia menyampaikan masalah itu kepada pengikutnya, dia menerima pesan dari salah satunya yang menyarankan eSIM. Versi digital dari kartu SIM klasik itu dapat dikoneksikan ke telepon dan jaringan internet secara jarak jauh berkat sebuah chip yang sudah dibenamkan ke dalam ponsel pintar model terbaru.

El Helbawi sudah menggunakannya kala bepergian dan memutuskan untuk mencari tahu apakah eSIM juga dapat dipergunakan di Gaza. Dia membeli dua dan mengirim kode QR-nya ke dua jurnalis ternama di Gaza, Ahmed El-Madhoun dan Hind Khoudary. Setelah proses aktivasinya berhasil, El Helbawi kemudian meluncur penggalangan donasi online #ConnectingGaza, meminta masyarakat untuk membeli lebih banyak eSIM untuk dipakai orang di Gaza supaya wilayah Palestina yang sedang dibombardir Zionis itu tidak terisolasi total.

Baca Juga

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Dilansir El Pais Selasa (30/1/2024), sampai saat ini El Helbawi dan 10 temannya di Mesir yang memimpin inisiatif Connecting Humanity telah berhasil mengirimkan lebih dari 130.000 eSIM, dengan nilai lebih dari $2,5 juta, ke Gaza.

“Ketika saya memulai inisiatif ini saya pikir saya akan mengirimkan paling banyak 1.000 eSIM. Namun, saya terkejut dengan banyaknya orang yang memintanya dan betapa pentingnya itu,” kata El Helbawi, seraya menambahkan bahwa sejak awal dia belum beristirahat karena jumlah permintaan eSIM terus berdatangan.

Menurut organisasi pemantau jaringan internet NetBlocks, Gaza mengalami sedikitnya 10 kali pemutusan hampir seluruh jaringan telekomunikasi sejak Zionis Israel melakukan invasi. Pemutusan jalur telekomunikasi itu sekali mati bisa berlangsung selama beberapa jam dan bahkan beberapa hari.

Meskipun jaringan telepon di Gaza berangsur membaik belakangan ini, tetapi koneksi internet masih terkendala saat laporan ini dibuat oleh jurnalis El Pais.

Alp Toker, direktur NetBlocks, mengatakan bahwa penyebab gangguan layanan komunikasi itu tidak selalu mudah untuk dipastikan. Dalam kondisi perang biasanya disebabkan oleh serangan langsung terhadap infrastruktur telekomunikasi atau gangguan pada pasokan listrik.

Konsekuensinya luas. Masyarakat di daerah konflik tidak dapat memantau di mana daerah yang menjadi target serangan Zionis, dan ke mana kiranya mereka harus mengungsi. Sudah tentu komunikasi dengan keluarga, kerabat dan sahabat pasti terganggu atau bahkan terputus.

Petugas kedaruratan juga mengalami kendala dalam menjalankan tugas dan, karena mereka kesulitan untuk menghubungi pihak-pihak terkait dan menemukan lokasi orang yang membutuhkan bantuan.

Mulanya, El Helbawi meminta data telepon orang dekat dari orang yang sudah terkoneksi dengan eSIM untuk memperluas jaringannya. Namun, sekarang dia dan timnya sudah memiliki sejumlah orang terpercaya di Gaza, yang bertugas membagikan kode QR dan membantu untuk aktivasinya.

“Di empat atau lima hari pertama, kami memberikan prioritas kepada jurnalis dan tenaga medis. Namun, kami kemudian menyadari bahwa komunikasi dan akses internet saat ini sudah menjadi hak dasar manusia, karena itu kami membagikan eSIM kepada semua orang,” kata El Helbawi.

Donasi eSIM dapat dilakukan oleh siapa saja dari belahan dunia manapun. Donatur hanya perlu membelinya dari perusahaan telekomunikasi yang memberikan layanan di Jalur Gaza, mengirimkan kode QR-nya kepada tim relawan di Mesir, dan menunggu seseorang yang akan terhubung dengannya. Tim El Helbawi membuat panduan dan sebuah website untuk memaparkan secara jelas langkah-langkah yang harus dilakukan untuk dapat memberikan donasi eSIM.

Meskipun eSIM memungkinkan puluhan ribu orang di Gaza dapat tetap terkoneksi, bukan berarti tidak ada bahaya yang mengancamnya.

SMEX, organisasi yang memperjuangkan HAM di ruang digital di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, memperingatkan bahwa informasi pribadi donatur dan penerima eSIM rawan bocor dan disalahgunakan. Namun, El Helbawi menegaskan bahwa timnya sengaja dibuat sekecil mungkin guna meminimalisir risiko semacam itu.

Pemutusan jalur komunikasi dan internet di Gaza menunjukkan wilayah Palestina itu sangat bergantung langsung pada layanan telekomunikasi dari pihak Zionis.

Kementerian Telekomunikasi Gaza sudah meminta otoritas Mesir izin penggunaan menara dan stasiun bergerak dekat perbatasan Gaza untuk memberikan layanan kepada pengguna di Gaza. Namun, sejauh ini belum ada respon ke arah sana.

“Infrastruktur mendasar [di Gaza] sangat bergantung kepada Israel, dan tidak ada tautan koneksi utama dengan Mesir, dengan alasan geopolitik,” kata Toker.

“Secara teori, mereka [Gaza] bisa membuat jalur dan koneksi melalui Mesir, tetapi Mesir sebagai negara tampaknya tidak bersemangat untuk mendukung ide itu,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:eSIMgazaHeadlineMesirZionis Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diiringi Adzan Yang di-Pertuan Agong Ke-16 Malaysia Resmi Meninggalkan Istana
Tulisan selanjutnya Sonagol Bantah Sebagai Pemilik Kapal Tanker Minyak yang Dirudal Houthi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?