Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

‘Israel’ Gunakan Peralatan Militer Bersistem AI di Gaza, Salah Satunya Dijuluki Angry Bird

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 12 Februari 2024 01:48 1:48 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 12 Februari 2024 06:00
Bagikan
Militer AI Israel
Bagikan

Hidayatullah.com – Penjajah “Israel” telah mengerahkan beberapa teknologi militer berkemampuan AI (artificial intelligence) dalam pertempuran untuk pertama kalinya di Gaza, menimbulkan kekhawatiran tentang penggunaan senjata otonom dalam perang modern.

Daftar isi
  • Angry Bird
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Mereka telah beberapa kali mengisyaratkan penggunaan teknologi baru tersebut. Juru bicara tentara penjajah “Israel”, Daniel Hagari, mengatakan pada bulan lalu bahwa pasukan mereka beroperasi “di atas dan di bawah tanah secara bersamaan”.

Seorang pejabat senior pertahanan mengatakan kepada AFP bahwa teknologi tersebut menghancurkan pesawat tanpa awak musuh dan memetakan jaringan terowongan Hamas di Gaza. Teknologi pertahanan baru termasuk penembak jitu dan drone AI .

Industri teknologi “Israel” menyumbang 18 persen dari PDB pada tahun 2022, tetapi perang di Gaza telah mendatangkan malapetaka dengan sekitar delapan persen dari tenaga kerjanya dipanggil untuk berperang.

“Secara umum, perang di Gaza menghadirkan ancaman, tetapi juga peluang untuk menguji teknologi baru di lapangan,” kata Avi Hasson, kepala eksekutif Startup Nation Central, sebuah inkubator teknologi Israel.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

“Baik di medan perang maupun di rumah sakit, ada teknologi yang telah digunakan dalam perang ini yang belum pernah digunakan sebelumnya.”

Namun meningkatnya jumlah korban sipil menunjukkan bahwa pengawasan yang lebih besar diperlukan atas penggunaan bentuk-bentuk baru teknologi pertahanan, kata Mary Wareham, seorang ahli senjata di Human Rights Watch, kepada AFP.

“Sekarang kita menghadapi situasi kematian dan penderitaan terburuk yang kita lihat saat ini – beberapa di antaranya disebabkan oleh teknologi baru,” katanya.

Lebih dari 150 negara pada bulan Desember mendukung resolusi PBB yang mengidentifikasi “tantangan dan kekhawatiran serius” dalam teknologi militer baru, termasuk “kecerdasan buatan dan otonomi dalam sistem persenjataan.”

Baca juga: Pendukung ‘Israel’ Gunakan Teknologi AI Arahkan Warganet Mendukung Kejahatannya

Angry Bird

Hamas pada tanggal 7 Oktober melancarkan serangan mendadak ke “Israel” berjuluk “Taufan Al-Aqsha” dan berhasil menewaskan 1.160 pemukim Yahudi bersenjata.

Hamas juga menahan sekitar 250 sandera, dan “Israel” mengatakan bahwa sekitar 132 sandera masih berada di Gaza, termasuk sedikitnya 29 orang yang diyakini telah terbunuh oleh serangan “Israel” sendiri.

Serangan militer Zionis telah membunuh hampir 28.000 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut kementerian kesehatan wilayah yang dikuasai Hamas.

Seperti banyak konflik modern lainnya, perang ini telah dibentuk oleh proliferasi kendaraan udara tak berawak (UAV) yang murah, yang juga dikenal sebagai drone, yang telah membuat serangan dari udara menjadi lebih mudah dan lebih murah.

Hamas menggunakannya untuk menjatuhkan bahan peledak pada 7 Oktober lalu, sementara Israel telah menggunakan teknologi baru untuk menembak jatuh pesawat-pesawat tersebut.

Pertama kali, tentara telah menggunakan penglihatan optik berkemampuan AI, yang dibuat oleh perusahaan rintisan “Israel”, Smart Shooter, yang dipasangkan pada senjata seperti senapan dan senapan mesin.

“Ini membantu tentara kami untuk mencegat pesawat tak berawak karena Hamas menggunakan banyak pesawat tak berawak,” kata pejabat senior pertahanan.

“Ini membuat setiap tentara biasa – bahkan tentara buta – menjadi penembak jitu.”

Sistem AI lain untuk menetralisir drone adalah dengan mengerahkan drone berjaring yang bisa diluncurkan ke pesawat musuh untuk menetralisirnya.

“Ini adalah drone melawan drone – kami menyebutnya Angry Birds,” kata pejabat itu.*

Baca juga: Menyaksikan Detik-Detik Kehancuran Zionis-Yahudi

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AIArtificial IntelligencegazaisraelmiliterPerang Palestina-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gulfnews Kucing sebabkan perceraian di Kuwait Penceraian Akibat Kucing dan Anjing di Kuwait Meningkat
Tulisan selanjutnya Upaya Diplomatik Turki untuk Menyatukan Negara Islam Melawan Ketidakadilan ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

31 Agustus 2026 21:23
Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?