Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Uni Afrika Larang Perdagangan Kulit Keledai

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Februari 2024 19:21 7:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Februari 2024 19:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Penjagalan keledai untuk diambil kulitnya dan dijual akan dilarang di 55 negara di Afrika.

Permintaan kulit hewan sejenis kuda kecil itu didorong oleh popularitas pengobatan Chona kuno yang disebut Ejiao, yang secara tradisional dibuat dari kulit luar keledai yang belum disamak.

Para pemimpin negara-negara Afrika menyetujui larangan tersebut diakhir pertemuan tingkat tinggi Uni Afrika di Ethiopia hari Ahad (18/2/2024), lapor BBC.

Organisasi peduli hewan Donkey Sanctuary memyebut perdagangan itu “brutal dan tidak berkesinambungan” dan mengancam populasi keledai di seluruh dunia, terutama di Afrika dan Amerika Selatan.

Ejiao diyakini oleh sebagian orang sebagai obat anti-penuan dan memiliki manfaat bagi kesehatan, meskipun belum terbukti secara ilmiah.

Baca Juga

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Perusahaan pembuat Ejiao di China dulu mencari bahan bakunya dari dalam negeri. Namun, setelah populasi keledai di China semakin berkurang, mereka mencarinya ke luar negeri.

“Pada mulanya pemerintah-pemerintah kami melihatnya sebagai peluang bisnis, dan banyak rumah jagal legal dibuka di Afrika,” papar Dr. Solomon Onyango dari Donkey Sanctuary di Kenya.

“Namun, di sini (Kenya) antara tahun 2016 dan 2019, sekitar setengah populasi keledai kami dibunuh untuk diperdagangkan [kulitnya],” kata Dr. Oyango, seraya menegaskan bahwa larangan itu tidak hanya akan menyelamatkan populasi keledai tetapi juga mata pencaharian jutaan orang yang mengandalkan hewan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sekitar dua pertiga dari 53 juta total populasi keledai dunia berada di Afrika. Masyarakat miskin, penduduk di pedesaan dan kampung terpencil banyak yang mengandalkan tenaga keledai untuk transportasi dan membawa air, makanan serta barang-barang lainnya.

Menurut hasil studi belum lama ini di Ethiopia – yang dimaksudkan untuk mengukur nilai ekonomi hewan keledai – menunjukkan bahwa kepemilikan satu ekor keledai saja sangat berarti untuk menaikkan taraf kehidupan masyarakat miskin.

Raphael Kinoti, direktur regional Afrika Timur organisasi peduli hewan The Brooke, mengatakan penjagalan keledai untuk diambil kulitnya telah menggerogoti kehidupan masyarakat Afrika, merampok budaya benua itu, keberagamannya serta identitasnya.

“Kami mendesak semua anggota Uni Eropa melaksanakan keputusan itu demi kebaikan kita semuanya,” tegas Kinoti.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrikachinakeledai
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Daftar Senjata Canggih ‘Israel’ yang Digunakan pada Genosida Gaza
Tulisan selanjutnya Raih Ampunan di Malam Nisfu Sya’ban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?