Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dokumen Bocor Ungkap Firma Keamanan Siber China i-Soon Meretas Berbagai Organisasi Asing

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Februari 2024 11:54 11:54 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Februari 2024 11:54
Bagikan
Hacker Indonesia
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah firma keamanan siber mengklaim memiliki kemampuan untuk meretas kantor Kementerian Luar Negeri Inggris, demikian menurut sebuah dokumen yang dibocorkan. Mereka juga meretas berbagai organisasi pemerintah, swasta dan nirlaba berbagai negara asing.

Sejumlah badan pemerintah, wadah pemikir, perusahaan dan organisasi amal Inggris juga disebutkan didalam data i-Soon tersebut, lansir BBC Jumat (23/2/2024).

Identitas dari pelaku pembocoran dokumen i-Soon tersebut tidak diketahui.

Kedutaan Besar China di Inggris mengatakan tidak mengetahui adanya bocoran tersebut dan mengatakan China dengan tegas menentang dan memerangi semua bentuk serangan siber sebagaimana yang diatur dalam hukum.

Namun, kepolisian China dan i-Soon dikabarkan sedang menyelidiki pembuangan data bocoran itu, menurut laporan Associated Press.

Baca Juga

Iran Bidik Aset AS di Eropa Jika Trump Perluas Konflik
Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Sebesar Rp107,34 Juta per Jamaah
1.300 Dapur MBG Ditutup, DPR Tegaskan Keselamatan Anak Jangan Pernah Jadi Kompromi
LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan
Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Tak Terlena Medsos dan Kembali Membaca Buku

i-Soon adalah salah satu perusahaan swasta yang memberikan layanan keamanan siber bagi militer China, kepolisian dan intelijen.

Perusahaan itu mempekerjakan kurang dari 25 staf di kantor pusatnya di Shanghai.

Satu bundel berisi 577 dokumen dan chat logs dibocorkan di GitHub — sebuah platform pengembang software online –  pada 16 Februari.

Tiga peneliti keamanan siber mengatakan kepada BBC bahwa dokumen yang dibocorkan itu tampaknya asli.

File yang ditumpahkan di GitHub mengungkap delapan tahun kerja i-Soon dalam mengekstrak data dan dan mengakses berbagai sistem di Inggris, Prancis, serta beberapa negara di Asia seperti Taiwan, Pakistan, Malaysia dan Singapura.

Dalam satu kasus, sebuah organisasi pemerintah di bagian barta daya China membayar sekitar $15.000 untuk dapat mengakses website polisi lalu lintas Vietnam.

Dalam kasus lain, software yang dipakai untuk menjalankan kampanye disinformasi di platform X (dulu Twitter) dihargai $100.000.

Dalam satu chat log tak bertanggal antara “Boss Lu” dan seorang pengguna lain yang tidak bernama, menunjukkan bahwa Kementerian Luar Negeri merupakan target prioritas bagi i-Soon.

Pengguna tak bernama itu mengatakan bahwa mereka sudah mengakses kerentanan software pada website Kementerian Luar Negeri Inggris. Akan tetapi dalam pembicaraan itu, Boss Lu kemudian memerintahkan agar fokus pada organisasi lain karena sebuah firma rival sudah mendapatkan kontrak pekerjaan itu.

Perintah Boss Lu tersebut kemudian disambut dengan pernyataan kesanggupan dari lawan bicaranya itu.

Keduanya kemudian membahas perihal uang muka dari klien mereka untuk informasi yang diminta tentang target-targetnya.

Chat log lain menunjukkan staf i-Soon membicarakan tentang kontrak dengan target Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

Analis kepala di Mandiant Intelligence, John Hultquist, mengatakan bocoran ini mengungkap banyak keterlibatan kontraktor swasta komersial dalam operasi intelijen.

Data itu menunjukkan bagaimana para kontraktor itu bekerja tidak hanya untuk satu badan, tetapi beberapa sekaligus, imbuhnya.

Para pakar mengatakan ada banyak motif dibalik aksi pembocoran itu.

Pembocoran bisa jadi dilakukan oleh seorang bekas karyawan yang kecewa dan marah, sebuah dinas intelijen asing, atau sengaja dibocorkan oleh kontraktor pesaing i-Soon untuk merusak kredibilitasnya.

Sepertinya sangat tidak mungkin hasil dari investigasi oleh pihak berwenang China atas pembocoran data i-Soon itu akan diungkap ke publik, kata Dakota Cary, seorang non-resident fellow di Atlantic Council’s Global China Hub.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinai-Sooninggriskeamanan siber
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Presiden Tunisia Moncef Marzouki Dihukum Penjara 8 Tahun
Tulisan selanjutnya Jerman Melegalkan Ganja Rekreasi Tapi akan Sulit Didapat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Majelis Arah Indonesia MAI Sampaikan 14 Rekomendasi untuk RUU Perampasan Aset
Berita

MAI Sampaikan 14 Rekomendasi untuk RUU Perampasan Aset

Berita
19 Agustus 2026 11:27
Turki dan Saudi Perkuat Kerjasama Energi, Usai Sepakati Pakta Pertahanan Makkah
Kibarkan Bendera Palestina, Ratusan Warga Yunani Hadang Kapal Pesiar Wisatawan ‘Israel’
Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
Luncurkan Buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah Tekankan Pentingnya Adab dan Ibrah Sejarah

Terbaru

  • Iran Bidik Aset AS di Eropa Jika Trump Perluas Konflik
  • Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Sebesar Rp107,34 Juta per Jamaah
  • 1.300 Dapur MBG Ditutup, DPR Tegaskan Keselamatan Anak Jangan Pernah Jadi Kompromi
  • LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan
  • Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Tak Terlena Medsos dan Kembali Membaca Buku
  • Gaza Kembali Puncaki Daftar Wilayah Paling Mematikan bagi Pekerja Kemanusiaan
  • Luncurkan Buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah Tekankan Pentingnya Adab dan Ibrah Sejarah
  • Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz
  • Suriah Tangkap Seorang Pejabat Keamanan Bashar al-Assad
  • Portugal Melarang Burqa

Mungkin Anda Juga Suka

Bantuan Kemanusiaan IHH
Berita

Gaza Kembali Puncaki Daftar Wilayah Paling Mematikan bagi Pekerja Kemanusiaan

20 Agustus 2026 13:00
Berita

Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz

19 Agustus 2026 23:35
Berita

Suriah Tangkap Seorang Pejabat Keamanan Bashar al-Assad

19 Agustus 2026 19:29
Berita

Portugal Melarang Burqa

19 Agustus 2026 18:53
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?