Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Beginilah Cara Para Ulama Menyambut Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Maret 2024 10:02 10:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Maret 2024 10:15
Bagikan
Bagikan

Sejak di bulan Rajab, 6 bulan sebelum tiba, para ulama sudah mengkondisikan diri untuk bersiap memasuki bulan Ramadhan

Hidayatullah.com | BULAN RAMADHAN merupakan anugerah agung dari Allah SWT kepada umat ini. Itulah sebabnya mereka yang mengetahui kenikmatan itu akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan amalan terbaik.

Para ulama salafush-shalih melakukan usaha yang sungguh-sungguh sejak jauh-jauh hari sebelum Ramadhan tiba. Tujuannya tak lain agar bisa melaksanakan amalan ibadah secara maksimal di bulan suci.

Salah satunya dengan membuat perencanaan yang cukup matang dalam menyambut bulan mulia itu.

Setelah Ramadhan berlalu pun para ulama tetap melakukan usaha-usaha yang masih berhubungan dengan amalan Ramadhan. Bulan suci ini sungguh istimewa bagi para ulama.

Baca Juga

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

Enam Bulan Persiapan

Tekad para ulama amat kuat agar mampu memanfaatkan bulan Ramadhan semaksimal mungkin. Hal itu tercermin dari persiapan yang telah mereka lakukan di masa-masa yang cukup lama sebelum Ramadhan tiba.

Sejak enam bulan sebelumnya, para ulama sudah berdoa agar disampaikan kepada Ramadhan. Kerinduan mereka untuk bisa berjumpa kembali dengan bulan suci, menggambarkan betapa Ramadhan itu bulan nikmat yang amat agung.

Disampaikan oleh al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali, “Sebagian salaf berkata bahwa mereka berdoa selama enam bulan agar sampai pada bulan Ramadhan.” (Latha`if al-Ma’arif, hal 376).

2 Bulan Sebelum Ramadhan

Di samping terus bermunajat, di bulan-bulan yang sudah mendekati Ramadhan, para ulama sudah mulai melakukan berbagai amalan yang sesungguhnya amat erat hubungannya dengan Ramadhan.

Misalnya dua bulan sebelumnya, yakni pada Rajab dan Sya’ban, merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dengan bulan Ramadhan.

Abu Bakr al-Warraq al-Balkhi berkata, “Bulan Rajab adalah bulan menyemai, bulan Sya’ban bulan untuk menyiram semaian, sedangkan bulan Ramadhan adalah bulan menuai tanaman.”

Pernyataan lain dari al-Balkhi, “Perumpamaan bulan Rajab semisal angin, sedangkan permisalan bulan Sya’ban seperti awan yang mengandung air, dan permisalan bulan Ramadhan seperti hujan.”

Ada pula sebagian ulama yang berkata, “Tahun itu bagaikan sebuah pohon. Bulan Rajab adalah waktu bersemi, bulan Sya’ban adalah waktu bercabang, sedangkan bulan Ramadhan adalah waktu memetik. Dan orang Mukmin adalah pemetiknya.” (Latha`if al-Ma’arif, hal 234).

Pernyataan para ulama di atas menggambarkan, keadaan seorang Muslim di bulan Rajab dan Sya’ban akan menentukan keadaannya di bulan Ramadhan. Bulan-bulan itu berkaitan erat.

Di bulan Rajab dan Sya’ban, doa agar sampai pada bulan Ramadhan tetap dilakukan. Ada sebuah Hadits yang masyhur:

Diriwayatkan dari Anas, ia berkata, “Rasulullah ﷺ jika memasuki Rajab berkata, ‘Ya Allah, berkahilah untuk kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami kepada Ramadhan.’” (Riwayat Ahmad).

Al-Hafizh Ibnu Rajab menghukumi Hadits ini isnadnya dhaif, namun kemudian ia berkata, yang artinya; “Dan di Hadits ini terkandung dalil atas disunnahkannya berdoa di waktu-waktu yang memiliki keuatamaan, agar bisa memperoleh amalan shaleh di dalamnya.” (Latha`if al-Ma’arif, hal 234).

Sejak di bulan Rajab, para ulama sudah mengkondisikan diri untuk bersiap memasuki bulan Ramadhan. Dalam hal ini, kita bisa belajar dari Imam Taqiyuddin as-Subki (756 H), ulama mujtahid Mazhab asy-Syafi’i.

Kebiasaan Imam Taqiyuddin, di kala datang bulan Rajab, beliau tidak pernah keluar dari rumah kecuali untuk melakukan shalat wajib, dan hal itu terus berjalan hingga Ramadhan tiba. (Thabaqat asy-Syafi’iyah al-Kubra, 10/168).*/ Thoriq, Suara Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineMenyambut RamadhanPilihan RedaksiRamadhanulamaulama salaf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 84 Perusahaan BUMN akan Berikan Layanan Mudik Gratis Jelang Idul Fitri
Tulisan selanjutnya Inilah Daftar Imam Ramadhan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Tahun Ini  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prancis dan Jerman Sepakat Kelola Bersama Perusahaan Senjata KNDS

Berita
23 Juni 2026 00:02
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Trump Sebut Dana Iran yang Dibebaskan Akan Dipakai Beli Produk AS
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Ledakan di Fasilitas Gas Terbesar Qatar Merenggut 13 Nyawa

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Kajian

Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya

26 Mei 2026 08:30
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hikmah

Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan

14 Mei 2026 08:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?