Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tentara ‘Israel’ Memperkosa Perempuan Gaza saat Menggerebek Kompleks RS Al-Shifa

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Maret 2024 10:59 10:59 am
Ahmad
Dipublikasikan 25 Maret 2024 10:55
Bagikan
Bagikan

Zionis ‘Israel’ memperkosa perempuan Gaza saat penggerebekan dan pengepungan rumah sakit al-Shifa, memicu kemarahan internasional

Hidayatullah.com | PASUKAN penjajah ‘Israel’ (IDF) dilaporkan terlibat dalam kejahatan pemerkosaan terhadap perempuan Gaza selama penggerebekan yang sedang berlangsung di Rumah Sakit Al-Shifa, fasilitas kesehatan terbesar di wilayah yang sedang dikepung dan terjajah.

Warga sipil Jamila al-hissi, yang terjebak di sebuah gedung dekat fasilitas kesehatan, dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera melaporkan bahwa IOF menculik dan membunuh perempuan selama penggerebekan mereka di rumah sakit.

“Mereka memperkosa perempuan, menculik perempuan, mengeksekusi perempuan, dan menarik mayat dari bawah reruntuhan untuk melepaskan anjing mereka ke arah mereka,” katanya kepada Al Jazeera. 

https://twitter.com/i/status/1771740605015589018

Dia mengatakan tidak ada yang lebih buruk dari situasi ini.

Baca Juga

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

“Apakah ada yang lebih mengerikan daripada mendengar perempuan meminta bantuan?” dia menambahkan, “ketika kami mencoba menghubungi mereka untuk memberikan bantuan, mereka menembak kami.”

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan Zionis ‘Israel’ telah mengepung dan menyerang komplek RS Al-Shifa selama 6 hari berturut-turut, di tengah kesulitan air, makanan, atau layanan kesehatan, yang diderita tim medis dan pasien yang terkepung.

Kementerian Kesehatan menyerukan semua lembaga PBB dan komunitas internasional untuk segera melakukan intervensi guna menyelamatkan nyawa mereka.

Sementara itu, Salama Maarouf, kepala Kantor Informasi Pemerintah di Gaza, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera bahwa ratusan tahanan di dalam Kompleks Shifa menjadi sasaran pelecehan dan penghinaan oleh pasukan penjajah.

Dia menambahkan bahwa penjajah melakukan pembantaian di Kompleks Medis Al-Shifa dan agresi mereka mencakup seluruh area di sekitar Kompleks Medis Al-Shifa.

Jurnalis Jihad Abu Shanab, di sekitar kompleks Shifa, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa puluhan keluarga telah dikepung tanpa air atau makanan selama 6 hari di rumah-rumah dan lingkungan dekat kompleks Shifa, dan terkena tembakan dan pemboman udara.

Selama beberapa hari mereka telah meminta Palang Merah dan organisasi internasional untuk turun tangan menyelamatkan mereka.  

Penyiksaan dan Penahanan

Serangan terbaru terhadap Al-Shifa menyusul operasi militer di sana pada bulan November yang memicu kemarahan internasional telah menyebabkan lebih banyak orang mencari keselamatan di tempat lain.

Rekaman AFP menunjukkan arus orang-orang yang melarikan diri ke selatan di sepanjang pantai Gaza untuk menghindari serangan rumah sakit pada hari Kamis.

Mahmoud Abu Amra, 50, yang tinggal di Al-Rimal, mengatakan pasukan ‘Israel’ memaksa “perempuan dan anak-anak pergi ke barat menuju jalan Al-Rashid di pantai, dan kemudian ke selatan Gaza”.

Seorang pemuda Palestina yang trauma setelah melarikan diri dari Al Shifa menceritakan kepada pers. “Mereka (IDF) melucuti pakaian kami dan mengikat tangan kami. Mereka membiarkan kami berdiri selama 2 jam sebelum membawa kami ke dalam Al-Shifa. Mereka meninggalkan kami di dalam selama satu jam, “ ujarnya.

Translation of what this traumatised young man who escaped from Al Shifa Hospital is saying: They (IOF) stripped us off our clothes & tied our hands. They left us standing for 2 hrs before taking us inside Al Shifa. They left us inside for another hour. 1/ pic.twitter.com/H18bykJbJv

— د (@trhxianl) March 23, 2024

Abu Amra mengatakan dia melihat pasukan penjajah menyerbu rumah-rumah dan bangunan tempat tinggal di barat Kota Gaza.

“Pasukan ini mengevakuasi seluruh warga dari rumah mereka, memaksa semua pria berusia di atas 16 tahun untuk menanggalkan pakaian mereka kecuali pakaian dalam mereka,” katanya.

“Mereka mengikat warga, memukuli mereka dengan popor senapan, menghina mereka dan membawa mereka ke sebuah sekolah dekat RS al-Shifa untuk diinterogasi dan ditahan.”

Dalam wawancara terpisah, Abir Gubn, 39 tahun, seorang wanita Palestina yang ditahan di Jalur Gaza utara, menggambarkan cobaan berat yang dialaminya dan mengatakan bahwa tentara ‘Israel’ telah mencuri dan menganiayanya.

Selama 63 hari penangkapannya, Gubn mengatakan bahwa dia disiksa, uangnya dicuri, dan dipaksa melakukan pemeriksaan telanjang. Dia menggambarkan pengalamannya, mengatakan bahwa dia terjebak dalam aksi militer setelah melarikan diri dari pemboman ‘Israel’ bersama ketiga anaknya dan tetangganya ke Sekolah El-Fahura.

“Ketika perang dimulai, saya berada di Rumah Sakit Kemal Advan, dan setelah perawatan putra saya selesai, kami mencari perlindungan di Sekolah El-Fahura,” tawanan Palestina, Gubn, mengenang cobaan berat yang dialaminya. Kami dibom oleh tentara penjajah, dan istri kedua serta anak-anak suami saya tewas sebagai martir.”

Setelah tentara ‘Israel’ menyerang dan menyerbu sekolah tersebut, Gubn menceritakan meninggalkan daerah tersebut dan melakukan perjalanan ke Rafah bersama anak-anaknya.

Setelah beberapa waktu, menurut Gubn, pasukan menanyakan nama dan nomor identitasnya sebelum memindahkannya ke batalion lain yang memiliki tentara pria dan wanita.

Menurut Gubn, dia terpaksa menjalani penggeledahan telanjang dengan ancaman hukuman mati setelah pasukan ‘Israel’ memerintahkan agar dia membuka pakaian untuk penggeledahan, namun awalnya dia menolak.

Gubn menggambarkan tindakan pasukan ‘Israel’ sebagai berikut: “Setelah memaksa saya mengenakan pakaian, mereka membelenggu pergelangan tangan dan kaki saya, menutup mata saya, dan membawa saya ke suatu lokasi, lalu dari sana ke lokasi lain menggunakan kendaraan militer. Kami diikat dengan pergelangan tangan, kaki, dan mata kami di sana pada malam itu.”

Dia menggambarkan dirinya menjadi sasaran banyak penggeledahan telanjang saat berada dalam tahanan dan mengatakan bahwa pasukan ‘Israel’ telah melecehkan dan menyiksanya secara verbal.

Gubn melanjutkan, “Mereka membawa kami ke sebuah fasilitas besar yang dipenuhi militer, memaksa kami menanggalkan pakaian, memukuli dan menyiksa saya. Di luar dingin, jadi mereka memaksa kami mengenakan pakaian penjara yang tipis.”

Dia mengklaim bahwa tentara ‘Israel’ secara teratur menyiksa dia dan tahanan lainnya dengan pelecehan verbal, serangan fisik, dan penggeledahan telanjang.

Gubn mengklaim tentara mengambil perhiasan emasnya yang mahal dan memaksanya menandatangani surat yang menyatakan bahwa mereka telah menerima barang-barangnya, namun dia tidak pernah menerimanya kembali.

Gubn juga menceritakan bagaimana dia dipindahkan ke seluruh sel militer, menjadi sasaran pelecehan dan penyiksaan, dan akhirnya dibebaskan. Bahkan setelah dibebaskan, katanya, tentara ‘Israel’ menahannya sampai dia tiba di perbatasan antara Gaza dan ‘Israel’, di mana dia ditemui oleh pejabat dari Komite Palang Merah Internasional.

Pasukan penjajah ‘Israel’ mengatakan bahwa mereka tidak akan mengakhiri operasi mereka di Kompleks Medis Al-Shifa di Kota Gaza sebelum menangkap militan terakhir, hidup atau mati, sehubungan dengan pemboman kawasan pemukiman di sekitar Al-Shifa dan di tengah seruan bantuan dari keluarga-keluarga yang terjebak dalam pemboman, dan ratusan pengungsi serta staf medis menjadi sasaran serangan di dalam gedung.

Sementara Komandan Komando Selatan militer IDF, Yaron Finkelman, membenarkan operasi militer di kompleks Shifa akan terus berlanjut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Agresi IsraelHeadlinepalestinaperempuan gazaRS Al-Shifa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buka Puasa di Masjid Putra Putrajaya Menarik Perhatian 300 Warga Non-Muslim
Tulisan selanjutnya Masjid Raya Sumbar akan Diganti dengan Nama Ulama Besar Minangkabau

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?