Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Gaji Satu Tentara Israel Bisa Capai Rp 236 Juta Per Bulan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 25 Maret 2024 21:39 9:39 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 25 Maret 2024 21:50
Bagikan
Banyak tentara zionis 'Israel' menolak dikirim ke medan perang Gaza
Bagikan

Hidayatullah.com – Setiap tentara penjajahan Israel yang ditugaskan dalam agresi militer di Jalur Gaza dan perbatasan Lebanon mendapat gaji antara $7.500 hingga $17.000 per bulan dan hal tersebut membebani pemerintah, lapor kepala ekonom Departemen Keuangan Israel, Shmuel Abramzon.

Daftar isi
  • Biaya perang membebani masyarakat kolonial
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Abramzon mengungkapkan bahwa total kerugian yang ditimbulkan oleh ekonomi Israel mencapai $6 miliar sejak 7 Oktober 2023.

Laporan itu membahas biaya perpanjangan dinas militer bagi para prajurit cadangan dan pasukan reguler Israel, serta biaya ekonomi dari pemberian pembebasan militer bagi kaum Yahudi Ultra-Ortodoks.

Secara rinci, pejabat tinggi Israel tersebut mengatakan bahwa biaya ekonomi untuk memperpanjang masa dinas tentara cadangan jauh lebih tinggi daripada biaya memperpanjang masa dinas tentara reguler, yang bisa mencapai 1 juta Shekel (sekitar $250.000 atau Rp3,946 miliar) per bulan.

“Biaya yang tepat tidak dapat dipublikasikan karena hal ini diperlukan untuk menjaga sistem kekuatan tentara Israel,” jelas Abarmzon. Pihak berwenang Israel mempertahankan pembatasan dan penyensoran yang ekstrem atas informasi yang berkaitan dengan pengeluaran dan kerugian militer mereka, baik dalam hal biaya manusia atau material yang dikeluarkan dalam konfrontasi dengan Perlawanan.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Baca juga: Survei: 80 Persen Orang ‘Israel’ di Luar Negeri Ogah Pulang

Biaya perang membebani masyarakat kolonial

Laporan ekonom Israel muncul bersamaan dengan pengesahan anggaran perang kontroversial oleh Knesset Israel, yang mencakup pengeluaran dan pemotongan anggaran, termasuk keuangan yang dialokasikan untuk Kementerian Keamanan Israel. Dana ini menimbulkan pertikaian yang sedang berlangsung antara dua kementerian yakni Keuangan dan Keamanan, di mana kementerian Keamanan diberikan dana yang sangat besar untuk mempertahankan gaji yang sangat besar.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa memperpanjang masa kerja tentara cadangan berusia 40-45 tahun membutuhkan biaya hampir $17.000 per tentara pria dan $10.000 untuk setiap tentara wanita dalam kelompok usia yang sama.

Sedangkan untuk usia 31-39 tahun, biayanya mencapai $ 15.000 dan $ 9.000 untuk masing-masing kelompok gender yang disebutkan di atas.

Terakhir, biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah Israel untuk cadangan pria dan wanita berusia 22-30 tahun adalah $9.000 dan $7.500 per bulan.

Ketika membandingkan biaya rata-rata para prajurit cadangan dengan pasukan reguler, muncul kesenjangan yang sangat besar dalam hal biaya, karena seorang individu dari kelompok yang pertama menghabiskan biaya rata-rata $13.000, sementara yang terakhir menghabiskan biaya $7.500.

Perlu dicatat bahwa orang-orang Yahudi Ultra-Ortodoks yang bertugas di militer kriminal penjajah tunduk pada skema pembayaran yang berbeda, kemungkinan lebih tinggi daripada pemukim Israel lainnya karena adanya insentif tambahan. Para ahli telah mendesak pemerintah untuk menerapkan wajib militer bagi para pelajar Haredim, sebuah usulan yang digaungkan oleh beberapa pejabat tinggi Israel, termasuk Menteri Keamanan, Yoav Gallant.

Sementara itu, enam persen dari 16.000 bisnis Israel yang menutup pintunya, setelah perang di Gaza, merupakan hasil dari para pemukim yang dipanggil untuk wajib militer.*

Baca juga: Analis Militer: Diperkirakan pada 2025, 12.000 Tentara Israel akan Menjadi Cacat

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekonomiisraelPerang Gazatentara Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DI Sidang Parlemen Dunia Fadli Zon Kecam Standar Ganda Barat terhadap Palestina  
Tulisan selanjutnya perjuangan umat islam palestina Grand Syekh Al Azhar Sebut Reaksi Dunia Terhadap Kekejaman Israel ‘Mengecewakan’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?