Hidayatullah.com – Seorang analis militer Israel, pada Rabu (28/02), mengatakan bahwa Israel akan mengakhiri tahun ini dengan 12.000 tentara yang menderita cacat sebagai akibat dari agresi mereka di Gaza, lapor Anadolu Agency.
Berbicara kepada radio 103FM Israel, analis militer Yossi Yehoshua, mengatakan bahwa tentara Israel telah kehilangan “sejumlah besar” tentara dan komandan, selain ribuan lainnya yang terluka.
Yehoshua mengomentari insiden pada hari Selasa yang menewaskan dua tentara dan melukai tujuh orang lainnya dalam pertempuran di Gaza utara.
Dia mengatakan bahwa, berdasarkan jumlah dan angka korban di tentara Israel, entitas Zionis itu “akan mengakhiri tahun ini dengan 12.000 tentara yang cacat”.
Pada hari Rabu, tentara Israel mengumumkan bahwa dua tentara mereka tewas dan tujuh lainnya terluka parah dalam pertempuran dengan pejuang Palestina di Gaza utara.
Tentara Israel juga mengatakan pada hari Selasa bahwa 13 tentara terluka dalam pertempuran di Jalur Gaza dalam satu hari.
Sedikitnya 242 tentara Israel telah tewas di Gaza sejak dimulainya operasi darat Israel pada tanggal 27 Oktober, sementara jumlah korban tewas tentara Israel sejak peluncuran serangan terhadap Gaza pada tanggal 7 Oktober telah meningkat menjadi 582 orang.
Menurut angka tidak resmi Israel, sebanyak 2.988 tentara Israel telah terluka sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada 7 Oktober, termasuk 472 tentara yang terluka sejak 27 Oktober.
Israel melancarkan serangan mematikan ke Jalur Gaza menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober. Bombardir Israel selanjutnya telah menewaskan 29.954 warga Palestina dan melukai lebih dari 70.325 orang dengan kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan.
Perang Israel di Gaza telah mendorong 85 persen penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah-tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur daerah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.*
Baca juga: 4.000 Tentara ‘Israel’ Dinonaktifkan, Diperkirakan 30.000 Tentara Lain Cacat