Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI: Posisi Amerika Terpojok di Dunia Iinternasional dalam Kasus Palestina

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Maret 2024 15:02 3:02 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 Maret 2024 14:58
Bagikan
Dewan Keamanan PBB
Bagikan

Hidayatullah.com—Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Prof. Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan posisi Amerika Serikat semakin terpojok di dunia internasional sehingga negara adidaya itu mengambil sikap abstain atas resolusi DK PBB terkait Palestina.

“Abstainnya AS di luar dugaan. Perubahan sikap yang membuat ‘Israel’ kecewa. Perbedaan sikap yang sebenarnya sudah terlihat, ketika ‘Israel’ terus menyerang Jalur Gaza, yang menimbulkan kecaman dunia internasional. Posisi AS dalam kesulitan besar, maka abstain dianggap jalan paling aman dari pilihan-pilihan yang sangat berisiko di mata ‘Israel’ dan dunia internasional,” ujar Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangan kepada Antara di Jakarta, Kamis (28/3/2024).

Resolusi Dewan Keamanan PBB tentang gencatan senjata di Jalur Gaza sepanjang Ramadhan disetujui pada Senin (25/3/2024).

Sudarnoto mengatakan dalam Keputusan Resolusi PBB sebanyak 14 negara menyetujuinya dan Amerika Serikat menyatakan abstain, dengan demikian tidak melakukan veto atas resolusi tersebut.

“Sikap Amerika Serikat ini di luar dugaan, di mana sebelum-sebelumnya Amerika Serikat selalu menggunakan veto. Ini menunjukkan bahwa ada detak-detak yang sangat penting dalam sejarah hukum internasional. Tentu saja sikap Amerika Serikat ini sangat mengecewakan pihak ‘Israel’,” kata dia.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Abstainnya AS dalam resolusi PBB ini membuat Benjamin Netanyahu kecewa sehingga Perdana Menteri ‘Israel’ itu pun membatalkan utusan kunjungannya ke AS untuk bertemu dengan Presiden Joe Biden dalam rangka membahas Gaza atau Palestina, lanjut Sudarnoto.

“Ini menurut saya merupakan bentuk perubahan sikap Amerika Serikat terhadap peristiwa yang terjadi di Palestina, khususnya di Gaza. Sebetulnya sinyal-sinyal terjadinya perbedaan sikap antara Amerika dengan ‘Israel’ sudah mulai terlihat sejak ‘Israel’ berkeras hati untuk terus melakukan penyerangan, penghancuran, dan genosida di Gaza,” ujar Sudarnoto.

Ia mengatakan Amerika Serikat kali ini berhati-hati yaitu dengan mengikuti ekspektasi masyarakat internasional, terutama penghentian genosida yang dilakukan ‘Israel’ di Gaza.

Sikap abstainnya AS, lanjut dia, juga menunjukkan bahwa negeri Paman Sam itu mempertimbangkan tuntutan dari banyak negara untuk menghentikan kekejaman ‘Israel’ di Gaza.

Selain itu, Sudarnoto mengatakan bahwa tekanan publik kepada pemerintah AS cukup tinggi terkait apa yang terjadi di Gaza.

“Tekanan publik di AS cukup tinggi di tengah masa-masa penting seperti sekarang ini yaitu suksesi menjelang pemilu Presiden 2024,” kata dia.

Ia mengatakan isu kejahatan terhadap kemanusiaan yaitu genosida yang ditujukan kepada ‘Israel’ membuat Amerika Serikat kehilangan kepercayaan publik secara internasional.

Secara moral di mata publik, tegas Sudarnoto, Amerika Serikat sudah runtuh.

Amerika Serikat, lanjut dia, tentu saja tidak mau semakin kehilangan momentum untuk meruntuhkan diri di masyarakat internasional baik dalam moral maupun dalam konteks lain karena hal itu dapat berdampak luas baik dalam politik, keamanan, termasuk implikasi kemanusiaan bahkan ekonomi.

Jika Amerika Serikat terus mendukung ‘Israel’, maka AS akan mengalami situasi yang semakin berat baik secara internal maupun internasional.

Di sisi lain, lanjut Sudarnoto, jika ‘Israel’ masih terus menyerang penduduk Gaza, bisa jadi AS akan mengurangi bahkan menghentikan dukungan militernya.

Setelah Resolusi DK PBB ini, ia berharap bahwa ke depannya tidak ada lagi pembunuhan maupun genosida di Gaza. “Bahkan seluruh pasukan ‘Israel’ harus mundur,” kata dia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatMUIpalestinaResolusi PBB
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah: Semua Produk Tidak Halal Wajib Sertakan Keterangan
Tulisan selanjutnya Khutbah Jumat: Merekatkan Hubungan dengan Al-Quran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?