Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Muslim Estonia Merasakan Arti Nikmatnya Ramadhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 April 2024 13:48 1:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 7 April 2024 15:00
Bagikan
Muslim mengikuti shalat Idul Fitri di Estonian Islamic Center
Bagikan

Sekitar 6.000 hingga 7.000 Muslim di Estonia berpuasa seperti Muslim lain, tahun sebelumnya sempat melalui lebih 20 jam

Hidayatullah.com | BULAN Ramadhan baru saja tiba, acara pagi ETV “Terevisioon” mengambil kesempatan untuk berbicara dengan salah satu dari sekitar beberapa ratus orang Estonia yang baru saja memeluk Islam.

Saat tampil di acara “Terevisioon”, Aivar Loopalu mengatakan bahwa dia masuk Islam 16 tahun yang lalu setelah banyak berdiskusi dengan kenalan dari Kuwait.

“Saya menemukan seorang kenalan baru dari Kuwait, dan kami mulai berkomunikasi, lalu dia menjelaskan kepada saya apa sebenarnya arti menjadi seorang Muslim,” kenangnya. “Sampai saat itu, saya berpikir bahwa umat Islam adalah sejenis teroris.”

Loopalu mengatakan sebelumnya, dirinya  seorang ateis. Kenalan itu menjelaskan bahwa Islam dan ilmu pengetahuan bisa berjalan beriringan.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

“Saya mulai mempelajari Al-Quran dan takjub saat mengetahui bahwa baik Al-Quran maupun ajaran nabi telah menyatakan hal-hal yang [kemudian] telah diverifikasi secara ilmiah. Hal ini membuat saya takjub dan membuat saya renungkanlah itu,” lanjutnya.

Ramadhan dimulai beberapa hari yang lalu dan diperkirakan akan berlangsung hingga tanggal 9 April, yang berarti 6.000 hingga 7.000 Muslim yang tinggal di Estonia harus berpuasa (termasuk tidak minum) dari fajar hingga senja pada waktu tersebut.

“Tujuan bulan puasa adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui puasa ini, yaitu berpantang dari kesenangan yang biasa,” lanjut Loopalu.

“Anda tidak akan melihat banyak bukti Ramadhan di jalan-jalan di Estonia, namun di negara-negara Islam, mereka memasang banyak dekorasi selama bulan Ramadhan, seperti saat Natal di Estonia, dan bertukar hadiah, sering mengunjungi satu sama lain; keluarga berkumpul, merayakan, dan makan bersama di malam hari,” tambahnya.

“Aturan pokoknya adalah, sejak matahari terbit hingga terbenam, kita tidak makan, minum, melakukan aktivitas seksual, dan merokok juga dilarang. Ini adalah hal mendasar bagi setiap Muslim. Ini adalah salah satu dari lima rukun Islam,” katanya dikutip laman news-err.com.

Meskipun umat Islam yang taat sering berkumpul untuk makan bersama dalam jumlah besar setelah berbuka puasa di penghujung hari, sebelum fajar, Loopalu mengatakan dirinya sahur “cukup tiga atau empat gelas air”.

Namun ia merasakan nikmatnya makanan dan minuman setelah masuk waktu maghrib. Itupun tidak berlebihan agar bisa tidur di malam hari.

Ia juga merasakan nikmatnya menahan diri di siang hari. Bahkan camilan kecil untuk mencegah rasa lapar pun tidak diperbolehkan, lanjutnya.

“Tidak ada yang namanya puasa setengah-setengah,” seraya menambahkan bahwa mereka yang memiliki masalah kesehatan mendasar yang mungkin menjadikan puasa berbahaya bisa mendapatkan pengecualian, “ ujarnya.

“Selalu ada sedikit kesulitan bagi saya dalam berpuasa. Kalau sudah makan dan minum secara teratur selama 11 bulan, penyesuaiannya butuh sedikit waktu, meski tidak apa-apa,” kata Loopalu.

Waktu Puasa

Mengingat lokasi Estonia di utara dan fakta bahwa Ramadhan terjadi sepanjang tahun, pelaksanaan bulan Maret-April tidak terlalu menakutkan dibandingkan saat hari-hari panjang di bulan-bulan musim panas.

Puasa di sekitar titik balik matahari musim panas jauh lebih sulit karena siang hari sangat panjang. “Lalu kami berpuasa sekitar 20 jam, sedangkan saat ini kami berpuasa selama 13 setengah jam,” ujar Loopalu.

Di negara-negara Islam, puasa biasanya berlangsung sekitar 12 hingga 15 jam dari fajar hingga senja, namun tidak ada aturan pasti tentang puasa di tempat-tempat yang lebih jauh ke utara.

Beberapa umat Islam dapat memilih untuk menggunakan waktu Makkah atau waktu di negara asal mereka, namun tidak semua. Atau bila matahari tidak terbenam, maka waktu daerah terdekat yang terjadi matahari terbenam dan matahari terbit.

Umat Islam Estonia sering berkumpul setiap malam di Pusat Islam Estonia untuk makan bersama dan berbuka puasa. Dimulai dengan susu atau air dan kurma, mereka kemudian berdoa, makan bersama dan diakhiri dengan permen dan teh.

Di Tallinn, masyarakat bergiliran memasak setiap malam, terkadang berbagi makanan tradisional dari tempat asal mereka. Ada ratusan orang mengikuti Ramadhan dari negara-negara termasuk Rusia, Azerbaijan, Turki, Kazakhstan dan Uzbekistan, serta negara-negara Arab dan Afrika.

Islam di Estonia adalah agama minoritas. Islam pada mulanya dibawa oleh orang-orang Tatar Lipka yang tiba disana pada tahun 889 dan diperkenalkan kembali dari Kekaisaran Rusia pada tahun 1721.

Pada tahun inilah umat Islam di Estonia diterima dengan baik dan dimasukkan ke dalam agama negara Estonia oleh konstitusi pada tahun 1928.

Untuk ketiga kalinya terjadi imigrasi massal selama kependudukan Uni Soviet yang terjadi pada tahun 1949-1991. Ketika itulah, kebebasan beragama di Estonia mulai dicabut.

Banyak Muslim Tatar dibunuh dan dipaksa menggunakan Bahasa Rusia. Setelah kemerdekaan Estonia atas Uni Soviet pada tahun 1991, banyak Muslim dari Bangsa Tatar mengalami diskriminasi.

50% Muslim Estonia tinggal di Tallinn. Sisanya tinggal di beberapa wilayah seperti Nakvere dan Narva. Kebanyakan Muslim Estonia adalah Sunni yang menyusun 65% dari Muslim Estonia dan sisanya adalah Syiah.

Dahulu terdapat sebuah masjid yang terletak di Narva. Namun, itu sudah dihancurkan pada tahun 1944 atau pada saat perang dunia II. Namun, terdapat pula sebuah pusat Islam sekaligus masjid yang terletak di Tallinn. Itu dinamakan Estonian Islamic Center.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineMuslim EstoniaRamadhan 2024Ramadhan Estonia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria Tertua di Dunia Berusia 111 Tahun Ini Berbagi Rahasia Panjang Umur  
Tulisan selanjutnya Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?