Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Induk TikTok di China Bilang Bisnisnya di Amerika Tidak akan Dijual

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 April 2024 14:21 2:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 April 2024 14:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perusahaan induk TikTok fi China ByteDance mengatakan pihaknya tidak ada maksud untuk menjual bisnisnya, setelah Amerika Serikat meloloskan undang-undang yang memaksa platform berbagi video itu dijual atau akan diblokir di Amerika.

“ByteDance tidak memiliki rencana apapun untuk menjual TikTok,” tulis perusahaan itu di akun resminya di Toutiao, sebuah platform media sosial miliknya sendiri, lansir BBC (26/4/2024).

Pernyataan dari ByteDance itu dimunculkan setelah sebuah artikel di website industri teknologi The Information menyebutkan bahwa pihaknya sedang menelusuri potensi penjualan operasional TikTok di Amerika Serikat tanpa disertai algoritma yang membuatnya berjaya.

“Laporan-laporan media asing yang menyebut ByteDance menjual TikTok tidak benar,” kata perusahaan itu, dengan menyertakan tangkapan layar artikel dimaksud ditambah aksara China yang bermakna “rumor palsu”.

“Kami percaya diri dan kami akan terus berjuang demi hak-hak kami di pengadilan,” kata bos TikTok Shou Zi Chew dalam pesan video pekan ini.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Menurut TikTok, perusahaan pendirinya asal China ByteDance memiliki 20% sahamnya. Sekitar 60% saham dimiliki oleh berbagai firma investasi termasuk perusahaan raksasa investasi Amerika Carlyle Group, General Atlantic, dan Susquehanna International Group. Sisanya 20% dimiliki oleh karyawannya di berbagai belahan dunia. Tiga dan lima anggota badan eksekutif TikTok adalah warga Amerika Serikat.

RUU yang mengharuskan penjualan TikTok di Amerika Serikat ditandangani resmi menjadi UU oleh Presiden Joe Biden pada hari Rabu 24 April.

UU itu memberikan waktu kepada ByteDance untuk menjual bisnisnya selama 9 bulan, dengan tambahan masa jeda 3 bulan sebelum pemblokiran dapat dilakukan.

Itu artinya batas akhir penjualan TikTok ada di tahun 2025, setelah pemenang pemilihan presiden AS 2024 menjabat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:TikTok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Moqtada Sadr Suarakan Dukungan untuk Demonstrasi pro-Palestina di Perguruan Tinggi Amerika
Tulisan selanjutnya Kocak Menteri Kepolisian Inggris Bingung Rwanda dan Kongo Beda Negara [Video]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?