Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kehancuran Gaza lebih Buruk Dibandingkan Pemboman Kota Dresden

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Mei 2024 06:56 6:56 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 Mei 2024 07:25
Bagikan
Hampir 75 persen bangunan di Kota Gaza rusak atau hancur total, sementara lima rumah sakit juga hancur, lebih parah dari kota Dresden
Bagikan

Hidayatullah.com— Pemboman penjahah ‘Israel’ selama tujuh bulan di Gaza menyebabkan lebih banyak kerusakan dibandingkan pemboman kontroversial kota Dresden di Jerman menjelang akhir Perang Dunia Kedua, kata para analis citra satelit.

Arab News melaporkan hampir 75 persen bangunan di Kota Gaza rusak atau hancur total, sementara lima rumah sakit juga hancur.

Tiga rumah sakit hanya berfungsi sebagian, 408 sekolah dari 563 sekolah rusak dan 53 hancur total, sementara lebih dari 60 persen masjid kini tinggal puing-puing.

 “Tingkat kerusakan tercepat terjadi pada dua hingga tiga bulan pertama setelah pemboman,” kata Corey Scher, analis citra satelit di City University of New York di Amerika Serikat (AS) yang dikutip Arab News.

Corey mengatakan, tingkat kerusakan ini tidak seperti yang diteliti sebelumnya karena kerusakan menyebar lebih cepat dibandingkan yang dipetakan pihaknya sebelumnya.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Sebagai perbandingan, empat pemboman udara di Dresden pada bulan Februari 1945 menghancurkan kurang dari 60 persen bangunan kota.

Selama kurun waktu tersebut, pesawat pengebom AS dan Inggris menjatuhkan lebih dari 3.900 ton bom yang menghancurkan lebih dari 6,5 kilometer persegi kota tersebut dalam salah satu aksi perang paling kontroversial di dunia.

Sementara itu, di Gaza kemarin, tentara Israel merebut wilayah perbatasan Rafah antara Mesir dan daerah kantong tersebut.

Pasukan rezim penjaah juga telah menutup jalur bantuan penting dengan tank-tank rezim terlihat melewati kompleks penyeberangan dan bendera Israel dikibarkan di dekat Jalur Gaza.

Tank juga melepaskan tembakan di Rafah Timur. Menceritakan situasi tersebut, pengungsi asal Kota Gaza, Emad Joudat, 55 tahun, mengatakan tentara Israel sudah gila.

“Tank tentara Zionis menembakkan peluru dan bom asap menutupi langit di lingkungan Al-Salam dan Jneinah,” ujarnya.

“Saya sekarang berpikir untuk bergerak lebih jauh ke utara, mungkin ke wilayah tengah Gaza. Jika mereka (tentara) bergerak lebih jauh ke Rafah, itu akan menjadi penyebab semua pembantaian,” katanya.

Pengambilalihan perbatasan Rafah terjadi meskipun ada seruan berminggu-minggu dari sekutu dan badan-badan internasional agar Israel menunda serangan besar-besaran di kota tersebut.

‘Israel’ telah menggempur Jalur Gaza  pada Oktober tahun lalu, yang diklaim Tel Aviv menewaskan kurang dari 1.200 korban.

Sementara itu akibat agresi ‘Israel’, lebih dari 34.900 warga Palestina syahid di Gaza, dan lebih dari 78.500 orang terluka, menurut otoritas kesehatan Palestina.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineJermanKota DresdenKota GazaPerang Dunia kedua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Produksi Semikonduktor Korea Selatan Diprediksi akan Melampaui Taiwan
Tulisan selanjutnya Haji 2024: Layanan Hotel dan Dapur Katering di Madinah Siap Sambut Jamaah  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?