Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

PM India Menggunakan Isu Agama dalam Pemilu

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Mei 2024 17:15 5:15 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 Mei 2024 17:30
Bagikan
Perdana Menteri India Narendra Modi seorang nasionalis Hindu
Bagikan

Hidayatullah.com—Partai oposisi utama India hari ini mengkritik Perdana Menteri Narendra Modi karena membuat pernyataan anti-Islam sebagai bagian dari kampanye pemilihan umum.

Tindakan pemimpin Partai Bharatiya Janata (BJP) itu dinilai berpotensi meningkatkan kekhawatiran akan ketegangan antaragama di Tanah Air.

Modi, tokoh populer di India dan BJP karena semangat nasionalis Hindu-nya diprediksi akan memenangkan Pemilihan Umum yang dijadwalkan berakhir awal bulan depan.

Sejak pemungutan suara dimulai bulan lalu, Perdana Menteri berusia 73 tahun itu terlihat mengintensifkan retorikanya yang diduga menyasar kelompok agama utama di India dalam upaya menggalang dukungan untuknya.

Dalam pidato kampanyenya, Modi menyebut umat Islam di negaranya sebagai ‘penyelundup’ dan mengklaim bahwa Partai Kongres sebagai oposisi utama negara tersebut akan mendistribusikan kembali kekayaan negaranya kepada penduduk Muslim jika memenangkan pemilu.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mantan Menteri Keuangan India dan Anggota Parlemen senior Partai Kongres, P Chidambaram, menuduh Modi memainkan ‘permainan umum untuk memecah belah Hindu dan Muslim’.

“Dunia sedang mengamati dan menganalisis pernyataan Perdana Menteri India dan itu tidak membawa kejayaan bagi India,” klaimnya.

Setelah Modi diduga mengungkapkan bahwa mantan Perdana Menteri Kongres berencana menyiapkan anggaran terpisah khusus untuk umat Islam, Sekretaris Jenderal partai Jairam Ramesh menyebutnya tidak masuk akal.

“Ini adalah kepalsuan dan kepalsuan Modi,” katanya di platform X kemarin.

Sejak memimpin pemerintahan India satu dekade lalu, Modi mengembangkan citranya sebagai pembela umat Hindu hingga ia menjadi tokoh populer.

Namun, langkah Modi telah membuat 200 juta minoritas Muslim di negara itu gelisah mengenai status mereka dan khawatir akan masa depan mereka.

Kemarin, Modi membantah terlibat dalam menciptakan ketegangan agama.

“Hari dimana saya mulai berbicara tentang (perpecahan) Hindu-Islam akan menjadi hari dimana saya akan kehilangan kemampuan untuk menjalani kehidupan publik,” ujarnya saat diwawancara oleh stasiun televisi News18.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti-IslamBJPheadineisu agamaNarendra ModiPartai Bharatiya JanataPemilu India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cemilan Keripik Pedas Merenggut Nyawa Remaja AS  
Tulisan selanjutnya Lebih dari 500.000 Warga Gaza Kehilangan Tempat Tinggal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?