Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bekas Pendeta Katolik Prancis Mengaku Mencabuli Empat Anak Lelaki

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Mei 2024 19:11 7:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Mei 2024 19:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Olivier de Scitivaux de Greische, seorang bekas pendeta Katolik berusia 64 tahun, dijatuhi hukuman penjara 17 tahun setelah mengaku pernah memperkosa dan melakukan serangan seksual terhadap empat anak lelaki dalam kurun sepuluh tahun di era 1990-an dan 2000-an.

Dilansir RFI, pengadilan pidana di Paris hari Sabtu (25/5/2024) menyatakan bersalah de Scitivaux de Greische, bekas pendeta senior di Keuskupan Orléans, dalam dakwaan pemerkosaan dn serangan seksual. Dia diharuskan menjalani hukuman penjara sedikitnya 10 tahun.

Dalam persidangan tertutup hari Jumat, beks pendeta Katolik itu – yang dikembalikan statusnya sebagai orang awam atas permintaannya sendiri – mengakui semuanya “tanpa bantahan”.

“Saya mengakuinya, karena saya harus menggunakan kata-kata, sentuhan, rabaan, fellatio (stimulasi oral terhadap kelamin lelaki), penetrasi digital dan penetrasi penis, untuk semua tindakan itu,” katanya di persidangan.

Selain dihukum penjara, bekas pendeta itu juga ditempatkan dalam supervisi sosio-yudisial, kewajiban untuk mengikuti terapi dan dilarang terlibat dalam aktivitas profesional maupun sukarela yang di dalamnya terdapat kontak dengan anak-anak.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Untuk pertama kalinya, terdakwa mengaku memperkosa dan melakukan serangan seksual terhadap dua korban lain paling dini tahun 1982, tetapi dia tidak dapat dipidanakan karena peristiwanya sudah terjadi lama dan melewati statuta limitasi alias kasusnya dianggap kadaluarsa menurut hukum.

Damien Brossier, pengacara de Scitivaux de Greische,  meminta kepada pengadilan supaya kliennya dihukum ringan, dengan alasan dia tidak lagi berbahaya.

Olivier de Scitivaux de Greische ditahbiskan menjadi pendeta pada 1989 ketika berusia 29.l tahun.

Dia kemudian menjalin hubungan akrab dengan orangtua para korban – tiga abang-beradik – dan kerap mengunjungi rumah mereka atas kehendak sendiri dan menginap di kamar anak tertua, yang dicabulinya sejak berusia 9 tahun.

“Olivier de Scitivaux adalah gangrene (penyakit), karena dia berada di mana-mana di keluarga itu,” kata Clémence Lemarchand, pengacara yang mewakili salah satu korban.

Pemerkosaan dan serangan seksual itu terjadi di rumah anak-anak tersebut sementara orangtuanya tidur, di tempat tinggal Scitivaux, pondok musim dingin, serta perkemahan musim panas.

Ketiga abang-beradik itu, dan seorang temannya, menceritakan di persidangan serangan seksual yang mereka alami, mengatakan bahwa kala itu masing-masing tidak mengetahui jika lainnya juga menjadi korban.

“Lihat dari dekat tangannya,” kata korban termuda di antara abang-beradik itu, “ejakulasi pertama saya berada di tangannya, tangan yang membagikan Perjamuan Kudus.”

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa ada masa beberapa bulan di mana pendeta itu memanggilnya “setiap pekan, setiap hari, setiap malam” dan “ada kalanya dia menggunakan alat-alat di tubuh saya” atau “dia mencukur (rambut/bulu) saya”.

“Apabila anak satunya tidak ada (tidak bisa), maka ada anak kedua atau ketiga,” kata de Scitivaux de Greische said, merujuk korban abang-beradik itu yang kini berusia 40-an tahun.

Pada tahun 2021, sebuah laporan tentang kasus-kasus seksual di lingkungan Gereja Katolik Prancis menemukan bahwa 216.000 anak di bawah umur menjadi korban pencabulan dari tahun 1950 hingga 2020. Sebuah komisi independen mengatakan hal itu adalah fenomena yang sangat besar yang ditutupi secara sistematis selama puluhan tahun oleh pihak gereja dari level bawah sampai atas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:katolikpencabulanpendeta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Rishi Sunak Ingin Hidupkan Kembali Wajib Militer Bagi Pemuda Inggris
Tulisan selanjutnya Brigade Al-Qassam Lancarkan Operasi Jebakan, Berhasil Tewaskan Belasan Tentara ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Berita
29 Agustus 2026 14:04
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?