Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

PM Rishi Sunak Ingin Hidupkan Kembali Wajib Militer Bagi Pemuda Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Mei 2024 14:59 2:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Mei 2024 14:58
Bagikan
Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintahan Konservatif pimpinan PM Rishi Sunak ingin menghidupkan kembali wajib militer bagi para pemuda Inggris apabila partainya terpilih kembali dalam pemilihan umum yang akan datang.

Partai Konservatif mengatakan para pemida berusia 18 tahun akan diberikan pilihan untuk mengikuti wajib militer penuh waktu selama 12 bulan, atau menjalani kerja sukarela melayani publik selama satu pekan setiap bulan.

Usulan itu diajukan Partai Konservatif kepada Royal Commission untuk dipertimbangkan, yang apabila disetujui akan mulai dilaksanakan pada September 2025. 

Biaya yang diperlukan untuk program tersebut sekitar £2,5 miliar per tahun.

Berdasarkan rencana itu, para pemuda akan diberikan pilihan apakah ikut berdinas di lingkungan angkatan bersenjata atau pertanahan siber Inggris untuk belajar tentang logistik, keamanan siber, pengadaan barang/jasa atau operasi tanggap sipil.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Pilihan lain bekerja sukarela satu oekan setiap bulan – atau 25 hari per tahun – di lingkungan masyarakat bersama dinas pemadam kebakaran, kepolisian atau dinas kesehatan NHS, lansir BBC Ahad (26/5/2024).

PM Rishi Sunak – yang merupakan keturunan migran asal India – mengatakan bahwa dirinya yakin program wajib itu akan memperkuat “semangat kebangsaan” yang muncul selama masa pandemi Covid-19 di Inggris.

“Negara ini negara besar tetapi generasi muda tidak memiliki atau merasakan kesempatan yang patut mereka dapatkan dan ada kekuatan-kekuatan yang berusaha untuk memecahkan belah masyarakat kita di tengah dunia yang semakin tidak jelas ini,” kata Sunak, salah satu warga Inggris terkaya, yang aset milik istrinya konon melebihi Raja Charles III.

Konservatif mengatakan program itu akan membantu pemuda pengangguran atau mereka yang tidak memiliki pendidikan dan ketrampilan dan mereka yang termarjinalkan karena tersangkut masalah hukum, keluar atau menjauhkan dirinya dari “pengangguran dan kriminalitas”.

Partai itu mengatakan program wajib itu akan memberikan para pemuda “pengalaman bekerja yang bermanfaat” dan memicu minat mereka untuk bekerja di sektor kesehatan, pelayanan publik, aktivitas sosial atau ketentaraan.

Namun, kalangan oposisi melihat rencana itu sebagai salah satu kebijakan salah yang lagi-lagi diambil oleh pemerintahan PM Sunak.

Seorang jubir Partai Demokrat menyebut pengumuman rencana itu sebagai “satu lagi komitmen £2,5 miliar tak berdasar dari Partai Tory (sebutan lain untuk Konservatif, red) yang sudah menghancurkan perekonomian negara, melambungkan kredit, dan sekarang mereka akan membuat ketidakberesan lagi.”

“Ini bukan sebuah rencana – ini review yang bisa menguras dana miliaran hanya diperlukan karena Tory sudah menciutkan angkatan bersenjata ke ukuran terkecil sejak Napoleon,” kata juru bicara tersebut.

Jubir pertahanan Liberal Demokrat, anggota parlemen Richard Foord, menuding pemerintahan Konservatif berusaha memangkas jumlah tentara.

“Apabila Konservatif serius dengan urusan pertahanan, mereka akan mencabut kebijakan pemangkasan jumlah personel yang merusak angkatan bersenjata profesional kelas dunia kita, bukannya menghancurkannya demgan melakukan pemotongan besar-besaran pada jumlah personel reguler angkatan bersenjata kita.”

“Angkatan bersenjata kota dulu pernah disegani oleh dunia. Pemerintahan Konservatif ini sudah memangkas jumlah personel dan berencana untuk melakukan pemangkasan lagi terhadap tentara kita,” kata Foord.

Pemangkasan terhadap British Army menjadikan jumlah personel yang mencapai lebih dari 100.000 pada 2010 menjadi sekitar 73.000 per Januari 2024.

Wajib militer pernah diberlakukan di Inggris pada 1947 setelah Perang Dunia Kedua di bawah pemerintahan Partai Buruh pimpinan PM Clement Attlee, tetapi dihentikan pada 1960. Kala itu, pemuda berusia 17-21 tahun diharuskan berdinas di ketentaraan selama 18 bulan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anaknya Dikawin Paksa dan Dibunuh Suami, Ibu di Australia akan Dibui
Tulisan selanjutnya Bekas Pendeta Katolik Prancis Mengaku Mencabuli Empat Anak Lelaki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?