Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Taliban Siap Terima Kriminal Afghanistan yang Dideportasi dari Jerman Asalkan …

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Juni 2024 19:06 7:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Juni 2024 19:06
Bagikan
Polisi Jerman berpatroli di tempat keramaian.
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintahan Taliban di Kabul hari Jumat (7/6/2024) mengatakan siap untuk bekerja sama dengan pemerintah Berlin terkait pendeportasian warga Afghanistan pelaku kriminal.

Hari Kamis, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan dia ingin supaya para kriminal cepat-cepat dideportasi, sekalipun ke negara yang dianggap tidak aman seperti Afghanistan dan Suriah.

Komentar itu diungkapkan Scholz setelah pembunuhan seorang polisi muda berusia 29 tahun oleh seorang pria Afghanistan di sela-sela unjuk rasa yang digelar oleh kelompok anti-Islam di kota Mannheim pekan lalu. Pelaku adalah warga Afghanistan yang tiba di Jerman pada 2013 bersama abangnya ketika berusia 14 tahun. Permohonan suakanya awalnya ditolak, tetapi disebabkan usianya yang masih di bawah umur kala itu, dia tidak dideportasi.

Sebelum Taliban berkuasa kembali, Jerman pernah miliki kesepakatan dengan Kabul bahwa orang Afghanistan yang dideportasi hanya laki-laki dan terutama mereka pelaku kriminal atau individu yang dianggap sebagai teroris.

Kementerian Luar Negeri Afghanistan mengatakan rencana deportasi itu kemungkinan bisa diatur, tetapi pemerintah Jerman terlebih dahulu harus mengakui Taliban sebagai pemerintah uang sah saat ini di Afghanistan. Sejak Taliban kembali ke kekuasaan, menyusul penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dan sekutunya dari Afghanistan pada Agustus 2021, Berlin sampai saat ini belum mau mengakui pemerintahan Taliban.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

“Imarah Islam Afganistan menyeru kepada otoritas Afghanistan untuk melakukannya melalui jalur konsuler yang normal dan mekanisme yang sesuai berdasarkan perjanjian bilateral,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Taliban Abdul Kahar Balchi lewat platform X.

Kementerian Luar Negeri sendiri menyatakan keraguannya atas rencana itu, yang didukung oleh Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser, lansir DW. Pasalnya, Kedutaan Besar Jerman di Kabul ditutup pada 2021 dan staf diplomatik semuanya ditarik sampai waktu yang akan diumumkan kemudian.

Sementara itu kelompok advokasi pengungsi Jerman Pro Asyl memgecam rencana deportasi itu.

“Hukum internasional jelas melarang deportasi apapun ke Afghanistan dan Suriah,” kata Karl Kopp, direktur pelaksana Pro Asyl, kepada koran Jerman Augsburger Allgemeine.

Deportasi ke Suriah dan Afghanistan terlarang menurut hukum internasional karena kedua negara itu dikenal memakai penyiksaan dan hukuman tidak berperikemanusiaan, kata Kopp.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanJermanTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kekejaman Tentara Myanmar di Rakhine, Wilayah Asal Pengungsi Rohingya
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Membantai 210 Warga Palestina di Kamp Pengungsi Al-Nuseirat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?