Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Lelah Wanita Jepang Berusia 70 Tahun Membunuh Ibunya yang Berusia 102 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Juli 2024 20:10 8:10 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Juli 2024 20:07
Bagikan
peneliti Inggris menemukan satu kajian baru bahwa orang-orang yang menjaga gaya hidup sehat di usia lanjut bisa memperpanjang umur hingga enam tahun
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang wanita Tokyo berusia 70 tahun ditangkap setelah menghubungi polisi dan mengaku telah membunuh ibunya yang berusia 102 tahun.

Yoko Komine menelepon polisi pada tanggal 22 Juli pukul 6:45 pagi waktu setempat untuk mengatakan bahwa dia telah mencekik ibunya, Fuku, di rumah mereka di pinggiran barat Kunitachi, menurut Departemen Kepolisian Metropolitan seperti dilansir Asahi Shimbun hari Selasa (23/7/2024).

Peristiwa itu terjadi di perkampungan sekitar 1,5 kilometer sebelah timur Stasiun JR Tachikawa.

Petugas tiba di lokasi kejadian dan menemukan Fuku terbaring tak bergerak di tempat tidurnya dengan memar di bagian leher. Ibu tua malang itu juga memiliki luka tikam.

Komine mengatakan kepada penyidik bahwa dirinya kesulitan untuk merawat ibunya, yang semakin renta dan tidak lagi dapat menggunakan sendiri toilet di samping tempat tidur.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Komine pulang kembali ke rumah itu 10 tahun lalu untuk tinggal bersama kedua orangtuanya, menurut keterangan seorang tetangga lelaki berumur 70-an tahun. 

Ayah Komine wafat beberapa tahun silam, sehingga tinggal ibu dan anak perempuannya yang sama-sama sudah tua di rumah itu.

Sebelum Fuku meninggal, perawat bayaran mengunjungi rumah tersebut sekali sepekan untuk membantu memandikan.

Tetangga melihat Komine terakhir kali pada 19 Juli, ketika berbincang-bincang tentang perbaikan atap rumah yang sedang dilakukan.

“Dia tampak kelelahan, tapi saya mengira dia baik-baik saja karena perawat rutin 

mengunjunginya,” kata tetangga Komine tersebut. “Saya tidak menyangka kalau dia sangat stres.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jepang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Angka Perundungan Siber pada Anak-anak Terus Naik
Tulisan selanjutnya Akankah Perubahan Iklim Membuat Ibadah Haji Semakin Berat Dilakukan?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?