Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pengangguran Indonesia Menduduki Peringkat Tertinggi di ASEAN  

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Juli 2024 14:50 2:50 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Juli 2024 14:55
Bagikan
Antrian pelamar kerja (Foto: kompas.id)
Bagikan

Hidayatullah.com—Tingkat pengangguran di Indonesia sebagai yang tertinggi di antara enam negara anggota ASEAN lainnya pada April 2024, demikian menurut catatan Dana Moneter Internasional (IMF).

Tingkat pengangguran di Indonesia tercatat sebesar 5,2 persen, sedikit lebih tinggi 0,1 persen dari Filipina.

Setelah Indonesia dan Filipina, Brunei Darussalam tercatat memiliki tingkat pengangguran sebesar 4,9 persen. Ini diikuti oleh Malaysia dengan 3,5 persen, Vietnam dengan 2,1 persen, dan Singapura dengan 1,9 persen.

Sementara itu, Thailand menempati posisi ketujuh di Asia Tenggara dengan tingkat pengangguran yang rendah. Berdasarkan data dari IMF, tingkat pengangguran di Thailand adalah sekitar 1,1 persen pada bulan April 2024.

“Dibandingkan Februari 2023, penurunan TPT terjadi di hampir semua tingkat pendidikan dengan penurunan terbesar pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP), yaitu sebesar 1,13 persen. Sementara lulusan sarjana terapan (D4), sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3) mengalami kenaikan TPT sebesar 0,11 persen,” seperti dikutip dari Berita Resmi Statistik BPS Nomor 36/05/Th. XXVII tertanggal 6 Mei 2024. 

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa jumlah penduduk usia kerja per Februari 2024 mencapai 214 juta orang.

Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,41 juta orang jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023. Penduduk usia kerja tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.

“Jumlah angkatan kerja mencapai 149,38 juta orang atau bertambah 2,76 juta orang, yang kira-kira tumbuh 1,88 persen. Sementara kelompok bukan angkatan kerja mencapai 64,62 juta orang atau lebih rendah sekitar 0,35 juta orang, yang kira-kira turun sebesar 0,54 persen,” kata Amalia dilansir dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube BPS pada Senin (22/7/2024).

Seperti teori permintaan dan penawaran yang sederhana, rendahnya keinginan pengusaha untuk menciptakan lowongan pekerjaan merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan tingginya angka pengangguran di Indonesia.

Lebih lanjut BPS mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran di kalangan lulusan SMK lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3.

Pemikiran bahwa kinerja seseorang meningkat seiring dengan tingkat pendidikan mereka masih dijunjung tinggi hingga saat ini.

Meskipun tidak sepenuhnya keliru, pandangan ini seringkali menghalangi peluang bagi individu yang memiliki keinginan kuat untuk bekerja keras dan membutuhkan pekerjaan.

Selain itu, persyaratan batas usia yang menjadi perhatian masyarakat saat ini turut mempengaruhi lowongan kerja, dengan banyaknya orang yang merasa terbebani oleh ketentuan tersebut.

Tidak ada opsi lain selain menambah jumlah lapangan kerja dan memperbaiki kualitas tenaga kerja yang ada.

Pemerintah bersama generasi yang akan datang perlu berinovasi dalam menciptakan lapangan kerja baru guna menampung angkatan kerja yang lebih besar di Indonesia. Kualitas tenaga kerja terbaik dari tanah air tidak seharusnya hanya dimanfaatkan di luar negeri.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ASEANDana Moneter Internasionalimfpengangguran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penyerang Salman Rushdie Didakwa sebagai Pendukung Organisasi Teroris Hizbullah
Tulisan selanjutnya PPATK Nilai Judi Online Membuka Pintu Kejahatan Lain

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?