Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bavaria Terbitkan Video Islamofobia, Mirip Propaganda Era Nazi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 September 2024 13:03 1:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 September 2024 13:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah video kontroversial yang menggambarkan animasi ‘Muslim’ oleh Kementerian Dalam Negeri Bavaria, Jerman, dihapus setelah mendapat kritik luas karena konten Islamofobia dan kemiripannya dengan propaganda era Nazi.

Express Tribune melaporkan video tersebut diunggah beberapa jam setelah dua partai sayap kanan Jerman memenangkan pemilihan negara bagian untuk pertama kalinya sejak era Nazi.

Das ist übrigens das umstrittene Anti-Salafismus-Video, welches das bayrische Innenministerium produziert und inzwischen zurückgezogen hat.
Schon ziemlich hart, aber es soll ja auch junge Leute erreichen, die auf islamistische Rattenfänger hereinfallen.pic.twitter.com/FPNGubSmbE

— Peter Borbe (@PeterBorbe) September 4, 2024

Video tersebut konon bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang gerakan Salafi dalam Islam yang menampilkan animasi buruk seorang wanita Muslim yang menonton video yang menjelaskan apakah dia diperbolehkan memakai riasan.

Perempuan tersebut digambarkan telah ‘ditelan’ oleh laki-laki berjanggut yang tertawa seperti monster sambil mengenakan topi dan gambar tersebut digunakan sebagai metafora perempuan yang ‘ditarik’ ke arah radikalisasi agama (ekstrim).

Digambarkan, perempuan tersebut mula-mula mengenakan jilbab dan kemudian menutupi semua wajahnya. Dia kemudian menikah dengan pria Muslim yang lebih tua, seolah memberi kesan dia terpaksa menikah dengannya.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Akhirnya, saat dia membersihkan dapur, di samping setidaknya satu perempuan berjilbab lainnya, air matanya mengalir. Diakhiri dengan peringatan; “Jebakan Salafisme terjadi lebih cepat dari yang Anda kira,” demikian ungkapan yang merujuk pada gerakan kelompok Salafi.

Video tersebut juga terhubung ke situs kementerian yang menawarkan informasi tentang cara mencegah gerakan Salafi yang “radikal”.

Konten ini dikritik oleh banyak orang yang menyatakan keprihatinan atas isi pesan yang jelas-jelas mengandung unsur Islamofobia yang berbahaya.

Seorang mantan anggota parlemen mengecam video tersebut dan menyebutnya sebagai “sampah rasis”. Menurut anggota Bundestag sayap kiri Bavaria Nicole Gohlke, ini adalah “video klip yang sepenuhnya rasis.”

“Daripada melakukan eksklusi dan agitasi, diperlukan sikap melawan rasisme anti-Muslim, terutama di masa-masa sekarang ini, “ tulis Gohlke di Platform X.

Sebuah laporan yang dirilis baru-baru ini atas perintah Kementerian Dalam Negeri Jerman menyoroti diskriminasi, permusuhan dan kekerasan berkala yang dialami umat Islam dalam kehidupan sehari-hari mereka di negara tersebut.

“Muslim dijelek-jelekkan dalam klip tersebut,” tulis mantan anggota sayap kiri Bundestag Niema Movassat yang juga ikut mengkritik melalui akun X.

Dia teringat pada “Stürerer”, surat kabar mingguan Sosialis Nasional di Jerman. “Saya akan memeriksa tuntutan pidana atas penghasutan terhadap Menteri Dalam Negeri Bavaria.”

Sementara Anggota Parlemen Christiane Feichtmeier ingin mengajukan permintaan tertulis kepada Kementerian Dalam Negeri. Pertanyaannya antara lain adalah seberapa mahal harga video tersebut dan siapa yang merekamnya.

Feichtmeier mengatakan tidak mungkin uang pajak dibelanjakan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat atau bahkan merugikan.

Menanggapi kasus ini, Jurubicara Kementerian Dalam Negeri Bavaria berkomentar. “Kami menanggapi kritik terhadap video tersebut dengan sangat serius dan telah menghentikan kampanye tersebut untuk saat ini,” kata juru bicara kementerian kepada IslamiQ.

“Kami sangat menyesal jika video tersebut menimbulkan kejengkelan atau kesalahpahaman,” ujarnya.

Kasus ini menunjukkan bahwa umat Islam yang lahir di Jerman masih sering dianggap sebagai “orang luar”, sedangkan Islam dipandang sebagai “agama terbelakang”.

Bahkan masih banyak temuan perempuan Muslim yang mengenakan jilbab tradisional juga ditemukan mengalami permusuhan yang lebih buruk. *

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:animasiBavariaislamofobiaJermanMuslimnazivideo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dokter AS Ini Ungkap Efek Menakutkan Makan Daging Babi
Tulisan selanjutnya Anggota Legislatif Inggris Jeremy Corbyn Membentuk Aliansi Parlemen pro-Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?