Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Rapper Jepang-Palestina Meningkatkan Kesadaran Melalui ‘Gerakan Boikot’ ‘Israel’

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 September 2024 11:17 11:17 am
Ahmad
Dipublikasikan 12 September 2024 11:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Rapper Jepang-Palestina, cucu seorang penyintas Nakbah, baru-baru ini menggubah musiknya menjadi platform menjadi kampanye boikot dan dukungan perjuangan bangsa Palestina yang sedang tertindas dan terjajah.

Sunyinya suara masyarakat seputar penderitaan warga Palestina, khususnya warga Jepang, menjadi alasan dia meluncurkan lagunya baru-baru ini.

“Saya pergi ke sebuah unjukrasa dan bertemu seorang produser yang memberi saya irama,” kenang Danny dalam sebuah wawancara dengan AJ+.

“Mari kita bicarakan boikot. Sederhana saja. Boikot dapat dilakukan. Di Jepang, budaya protes tidak ada seperti di tempat lain, jadi turun ke jalan merupakan tugas yang lebih sulit. Namun, jika suaranya bagus, orang-orang akan mendengarkan—dan kemudian mereka akan mulai memperhatikan liriknya. Jika saya membuat musik bagus, sedikit demi sedikit, masyarakat akan belajar tentang Palestina.”

Palestinian Japanese Rapper DANNY JIN rap about Boycott
"راب فلسطيني ياباني عن المقاطعة

DANNY JIN / Boycott  Full MV coming soon,,,#freepalestine #BoycottIsraeliProducts #palestine #Stop_Gaza_Genocide#BoycottIsrael#パレスチナ #ガザ #فلسطين #فلسطين🇵🇸 pic.twitter.com/1SW0UQ28Zw

— DANNY JIN (@DANNYJIN) August 12, 2024

Jin masih berusia 19 tahun, namun keberaniannya mengkritik hubungan Jepang dengan penjajah ‘Israel’, bahkan mengkampanyekan gerakan boikot dalam sebuah lirik lagunya.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Ia menyadari betapa sedikitnya kesadaran warga Jepang tentang penjajahan di Palestina.

Meskipun gerakan Free Palestine semakin populer di negara Asia Timur itu, dengan beberapa kampanye kesadaran, termasuk Tears For Palestine—protes alternatif yang diselenggarakan oleh Palestinians of Japan (POF)—rapper itu mencatat lebih banyak yang bisa dilakukan dalam membela Palestina.

“Mayoritas orang Jepang bahkan tidak terlibat dengan lanskap politik mereka sendiri, apalagi Palestina,” jelas Jin. “Itulah sebagian dari masalahnya. Media tidak menjelaskan apa yang terjadi, dan kebanyakan orang tidak tahu.”

Artis yang tinggal di Tokyo ini, memulai karier musiknya tahun lalu, telah menjadi advokat untuk isu-isu hak asasi manusia (HAM) sejak ia berusia 14 tahun.

Sebagai bagian dari diaspora Palestina, ia tidak dapat kembali ke tanah airnya karena, pada tahun 1948, milisi Zionis secara paksa mengusir lebih dari 750.000 warga Palestina, pemilih tanah asli Palestina.

Yang bisa dilakukan, ia secara rutin ikut hadir dalam protes dan unjukrasa yang mengadvokasi kebebasan Palestina.

“Saya setengah Palestina, setengah Jepang. Ayah saya orang Palestina. Kakek-nenek saya dijadikan pengungsi oleh peristiwa Nakba. Setelah itu, kami menjadi bagian dari diaspora Palestina,” ungkapnya.

“Saya lahir dan dibesarkan di Jepang, tetapi saya tidak akan pernah merasa sepenuhnya sebagai orang Jepang. Bahkan sebagai seorang anak, saya selalu merasa terikat dengan Palestina. Ketika orang bertanya kepada saya, ‘Apa itu Palestina? Di mana orang Palestina?’—saya tidak terkejut,” ungkapnya.

Jepang adalah salah satu dari beberapa negara yang menawarkan suaka politik kepada warga Palestina, dan memiliki sejarah aktif memberikan bantuan kepada mereka yang berada di bawah penjajahan.

Namun, Jin merasa bahwa banyak orang Jepang masih harus berusaha keras untuk memahami sepenuhnya perjuangan Palestina.

Seniman tersebut yakin bahwa musiknya dapat membantu meningkatkan kesadaran dan membangun perspektif yang lebih bernuansa tentang realitas yang dihadapi oleh mereka yang hidup di bawah pendudukan.

“Beberapa orang mulai belajar tentang Palestina melalui musik saya,” kata Jin. “Bahkan ada orang yang mengatakan kepada saya bahwa mereka ikut serta dalam protes setelah mendengar lagu-lagu saya.”*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aksi boikotDanny JinHeadlineisraelJepangNakbahpalestinaRapper
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebut Mangkir Panggilan, Pansus akan Libatkan Polisi Datangkan Menang Yaqut Cholil
Tulisan selanjutnya DPR Soroti Gaya Hidup ‘Hedon’ Komisioner KPU

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?