Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Muhammadiyah Ajak Waspadai Pengaruh Feminis Liberal yang Masif Pengaruhi Institusi Pendidikan

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2024 11:36 11:36 am
Ahmad
Dipublikasikan 5 Oktober 2024 12:10
Bagikan
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir
Bagikan

Hidayatullah.com—Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir menyoroti liberalisasi yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia yang dimunculkan dari kelompok feminis liberal dalam beberapa tahun belakangan ini.

Hal itu disampaikan Haedar pada Jumat (4/10/2024) dalam Peresmian Gedung UMY Student Dormitory dan Djarnawi Hadikusuma di kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kabupaten Bantul.

“Kita saat ini sedang berada di lanskap perubahan sosial global yang luar biasa. Di mana nilai-nilai liberal dalam kehidupan itu secara masif tidak terasa maupun terasa, masuk dalam kehidupan kita sebagai bangsa, bahkan kita menjadi longgar nilai,” katanya.

Jalan liberalisasi yang terbuka mengangah di Indonesia banyak membawa arus perubahan sosial, di antaranya adalah masuknya LGBT. Dalam isu LGBT, katanya, memang ada sisi kemanusiaan. Tapi melenceng dari sisi norma konstitusi, agama dan budaya luhur bangsa.

“Longgar terhadapnya berarti kita dalam posisi orientasi sekuler, liberal yang hanya berorientasi pada humanisme Barat yang tidak kita seleksi,” katanya dikutip laman Muhammadiyah.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Saat ini, imbuh Haedar, kelompok feminis liberal di Indonesia masih berada pada posisi paradigma yang netral nilai. Di saat bersamaan kelompok ini berhasil masuk di dalam policy negara.

Terkait itu Haedar mengimbau supaya tidak menganggap ini masalah ringan.

“Ini adalah proses liberalisasi yang masuk secara masif dalam lima tahun dalam lembaga pendidikan negara ini. Nyaris pada peta pendidikan nasional iman, taqwa, dan akhlak mulia juga hilang. Padahal itu ada di Pasal 31 UUD 1945,” ungkap Haedar.

Oleh karena itu Haedar berpesan supaya institusi pendidikan Muhammadiyah untuk tetap concern pada Islam Berkemajuan yang moderat, dengan tetap menanamkan nilai iman, takwa, dan akhlak mulia yang kokoh.

Pandangan Islam Berkemajuan meniscayakan pandangan yang inklusif, tidak menjadikan peserta didik menjadi eksklusif – seakan hidup sendiri. Institusi pendidikan Muhammadiyah diharapkan mengokohkan keagamaan peserta didik, dengan tetap bisa menerima keragaman agama, suku, ras, dan seterusnya.

Pada kesempatan ini Haedar juga menekankan supaya di institusi pendidikan Muhammadiyah untuk menghindari bullying, termasuk kekerasan seksual, dan ungkapan-ungkapan fisik.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dunia pendidikanfeminis liberalHaedar NasiHeadlinekelompok liberalliberalisasiMuhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gen Z Penyumbang Besar Pengangguran di Jakarta
Tulisan selanjutnya MUI Tegur Musisi Ahmad Dhani karena Campurkan Bacaan Al-Fatihah dengan Musik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?