Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pelajar Islam Indonesia Diminta Peka Menghadapi Gempuran Medsos

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Oktober 2024 12:54 12:54 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Oktober 2024 08:15
Bagikan
Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil pada seminar terkait RUU Pertanahan di Muktamar ke-6 KB PII, Yogyakarta, Jumat (15/11/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com—Pelajar Islam Indonesia (PII) harus terus beradaptasi di tengah gempuran media sosial dan digitalisasi. Hal ini disampaikan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Emil Elestianto Dardak kepada Pelajar Daerah (PD) Pelajar Islam Indonesia (PII).

Emil menuturkan media sosial kini menjadi alternatif utama bagi anak muda dalam berjejaring, sehingga organisasi pelajar harus menghadapi “persaingan” dengan aktivitas lain yang lebih menarik bagi generasi muda.

“Sekarang badan organisasi lebih dari sekadar medsos, dan ada banyak kegiatan lain yang menjadi ‘saingan’ dalam tanda kutip,” kata dia dikutip laman Antara.

Selain itu, Emil juga menyoroti pentingnya strategi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademis, tetapi juga general knowledge yang penting untuk keseharian.

“Ditanya MPR enggak tahu singkatannya apa, ditanya mengenai negara-negara di dunia enggak tahu,” ungkap Emil.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Emil juga berbagi pengalamannya saat menjadi perwakilan dari Asia di Amerika pada 2018, di mana ia belajar tentang fleksibilitas sistem pendidikan di negara-negara maju.

Namun, ia mengingatkan bahwa Indonesia tidak bisa sepenuhnya meniru sistem tersebut karena perbedaan kondisi sosial dan ekonomi.

“Indonesia jangan meniru begitu saja, karena kita masyarakat dengan 280 juta orang dan tingkat ekonomi yang belum bisa disamakan dengan negara di Eropa,” katanya.

Tantangan lain yang dibahas Emil adalah mengenai artificial intelligence (AI), khususnya platform seperti ChatGPT, yang dapat mengerjakan tugas yang biasanya membutuhkan waktu lama dengan lebih cepat.

“Saya butuh waktu seminggu, tapi ChatGPT bisa melakukannya dalam waktu kurang dari satu menit,” ujar Emil.

Hal ini, menurutnya, bisa menjadi tantangan besar bagi sistem pendidikan di Indonesia ke depannya.

Emil juga mengkritisi sistem pendidikan yang terlalu fokus pada hafalan dan ujian tanpa memberikan ruang untuk berpikir kritis dan kreatif.

“Anak-anak kita dilatih untuk rajin belajar, hafalkan isinya, jawab pertanyaannya, lulus dengan nilai baik. Tapi, apakah ini cukup di era sekarang?” tutur Emil.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:digitalisasimedia sosialPelajar Islam IndonesiaPII
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ekonomi pesantren Wapres Ma’ruf Amin: Pesantren Tempat Mencetak Orang Berakhlak, Bukan Kekerasan
Tulisan selanjutnya Hamas: Taufan Al-Aqsha Membuka Jalan Kebangkitan Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?