Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Melawan LGBT, Erdogan Dukung Keputusan PM Italia Larang Kehamilan Lewat Ibu Pengganti

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memuji pengesahan UU tersebut, menyebutnya sebagai “aturan akal sehat yang menentang komodifikasi tubuh perempuan dan anak-anak. Nyawa manusia tidak memiliki harga dan bukan komoditas.”

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2024 18:28 6:28 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 23 Oktober 2024 18:00
Bagikan
Erdogan dukung keputusan Melony Italia yang larang ibu pengganti untuk menentang LGBT
Bagikan

Hidayatullah.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendukung keputusan Perdana Menteri Italia Giogia Meloni untuk melindungi konsep keluarga tradisional.

Daftar isi
  • Nyawa bukanlah komoditas
    • Ibu pengganti adalah perbudakan modern
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Melalui panggilan telepon, pada Selasa (22/10/2024) Erdogan mengapresiasi keputusan Meloni yang telah mendukung konsep keluarga yang bertentangan dengan para pendukung LGBT.

Italia baru-baru ini mengesahkan undang-undang yang melarang surrogate mother atau ibu pengganti, sebagai upaya untuk menindak tegas pasangan sesama jenis yang mencoba mengadopsi.

Undang-undang baru Italia ini tidak membedakan antara pasangan sesama jenis dan heteroseksual, atau antara ibu pengganti yang altruistik atau berbayar, namun akan memberi dampak yang besar pada komunitas LGBT.

Italia sudah melarang pasangan gay untuk mengadopsi anak. Tahun lalu negara ini mulai menghapus nama ibu lesbian dari beberapa pendaftaran kelahiran jika mereka bukan orang tua kandung.

Baca Juga

PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra
PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta

Banyak pemerintah daerah telah mengubah pencatatan kelahiran dengan hanya mencantumkan “ibu” dan “ayah” daripada “orang tua 1” dan “orang tua 2”, yang diterima secara luas di seluruh Uni Eropa.

Italia adalah salah satu negara Eropa Barat terakhir yang melegalkan hubungan sesama jenis, yang dilakukan pada tahun 2016, tetapi tidak mengakui pernikahan sesama jenis.

Nyawa bukanlah komoditas

Italia telah memperluas larangannya terhadap praktik kontroversial surrogate mother atau ibu pengganti, di mana embrio ditanamkan ke dalam rahim wanita yang tidak memiliki hubungan biologis dengan janin yang dikandungnya.

Keputusan ini disambut baik para ahli yang menyebutnya sebagai langkah penting dalam melindungi hubungan ibu-anak dan melindungi wanita yang kurang mampu agar tidak menjadi sasaran ekploitasi.

Awalnya Italia hanya melarang praktik ibu pengganti di negara itu, namun pada pekan lalu Senat mensahkan UU yang melarang warga Italia mencari ibu pengganti di negara lain.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memuji pengesahan UU tersebut, menyebutnya sebagai “aturan akal sehat yang menentang komodifikasi tubuh perempuan dan anak-anak. Nyawa manusia tidak memiliki harga dan bukan komoditas.”

Meskipun beberapa negara Eropa lainnya seperti Prancis, Jerman, dan Spanyol juga memiliki UU yang melarang ibu pengganti, namun sebagian besar tidak memiliki regulasi yang mengaturnya. Dalam dua tahun terakhir, industri ibu pengganti telah berkembang dari $4 miliar (Rp 62,5 triliun) menjadi $14 miliar (Rp 218,7 triliun).

Dalam banyak kasus, wanita yang hidup dalam kemiskinan di negara-negara seperti Ukraina setuju untuk menyewakan rahim mereka kepada pasangan kaya yang ingin memiliki anak.

Ibu pengganti adalah perbudakan modern

Para pengamat juga menunjukkan “penelitian dan realitas ilmiah tentang trauma seumur hidup yang diakibatkan oleh luka mendalam akibat pemisahan bayi yang baru lahir. … Data menunjukkan bahwa ketika bayi dipisahkan dari ibu kandungnya saat lahir, hal itu membawa konsekuensi negatif yang berlangsung lama.”

Terlepas dari banyaknya bahaya ibu pengganti, tidak ada hukum federal yang melarang praktik ini di AS. Saat ini, 47 negara bagian “mengizinkan dan mengatur ibu pengganti atau tidak secara tegas melarangnya.” Kurangnya peraturan yang konsisten mengenai perlindungan hukum bagi ibu pengganti dan tidak adanya batasan jumlah kompensasi yang dapat mereka terima “membuat khawatir beberapa ahli bioetika, yang khawatir wanita berpenghasilan rendah dapat dipaksa menjadi ibu pengganti hanya karena kebutuhan finansial.”

Mary Szoch, direktur Family Research Council’s Center for Human Dignity, memuji perluasan larangan ibu pengganti di Italia, dengan alasan bahwa praktik ini sangat merugikan ibu dan bayi dan harus dilarang di AS.

“Ibu pengganti adalah bentuk perbudakan modern,” katanya kepada The Washington Stand. “Praktik tersebut memangsa wanita miskin, dan dengan begitu, menghancurkan hubungan yang paling sakral – hubungan antara ibu dan anak. Ketika seorang wanita menjadi ibu pengganti, setelah kelahiran anaknya, bayinya diambil darinya yang menyebabkan rasa sakit fisik dan emosional bagi ibu dan anak.”

“Tidak ada harga yang bisa ditukar dengan nyawa seorang anak,” Szoch menyimpulkan. “Tidak ada jumlah uang yang dapat menyembuhkan rasa sakit yang merupakan hasil dari pemisahan seorang ibu dan bayinya. Larangan Italia terhadap ibu pengganti harus dipuji, dan AS – di mana tidak ada peraturan tentang ibu pengganti atau program bayi tabung – sebaiknya mengikuti contoh Italia.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakHeadlineItalialgbtsewa rahimSurrogacySurrogate Mother
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pizza Plus Kokain Paling Laris di Düsseldorf Jerman Digerebek Aparat
Tulisan selanjutnya Elbit Systems di Pameran Jepang Pendukung Palestina Tutup Paksa Stan Perusahaan ‘Israel’ di Pameran Alutsista Jepang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menteri Ekstremis ‘Israel’ Desak Netanyahu Larang Presiden Palestina Kembali ke Tepi Barat

Berita
12 Agustus 2026 21:41
DPR Kecam Dugaan Promosi Miras Pakai Ayat Alquran, Belajar dari Kasus Holywings
CDCC Siapkan Persidangan Kedua MCM Malindo, Bahas Konsep Negara Madani
Erdogan: ‘Israel’ Ingin Hapus Palestina, Mendukung Kemerdekaannya adalah Tanggung Jawab Umat Islam
Kasus Pilot Bawa 26 Kg Ekstasi, Malaysia Kirim Tim Investigasi ke Indonesia

Terbaru

  • PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
  • Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
  • Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
  • Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra
  • PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta
  • Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak
  • Kibarkan Bendera Palestina, Ratusan Warga Yunani Hadang Kapal Pesiar Wisatawan ‘Israel’
  • 70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh
  • Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
  • Ratusan Pemukim ‘Israel’ Nodai Masjidil Aqsha, Lakukan Ritual Yahudi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak

15 Agustus 2026 09:43
Berita

Kibarkan Bendera Palestina, Ratusan Warga Yunani Hadang Kapal Pesiar Wisatawan ‘Israel’

15 Agustus 2026 05:00
Berita

70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh

14 Agustus 2026 20:36
Berita

Ratusan Pemukim ‘Israel’ Nodai Masjidil Aqsha, Lakukan Ritual Yahudi

14 Agustus 2026 14:02
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?