Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mineral Melimpah, Afghanistan Ditawari Bea Masuk Gratis ke China

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2024 18:32 6:32 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 25 Oktober 2024 18:30
Bagikan
China dan Afghanistan Tarif Bea Masuk Gratis
Bagikan

Hidayatullah.com – China menawarkan Afghanistan bebas tarif bea masuk terhadap sektor kontruksi, energi dan industri jika negara yang dipimpin Taliban itu ingin memperluas pasarnya.

Daftar isi
  • Investasi Cina
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Afghanistan, yang kaya akan sumber daya alam, secara diplomatik masih terisolasi pasca pengusiran pasukan Amerika Serikat pada tahun 2021.

Beijing telah berusaha untuk mengembangkan hubungannya dengan Taliban sejak mereka menguasai Afghanistan pada tahun 2021, tetapi seperti semua pemerintah lainnya, Beijing menahan diri untuk tidak secara resmi mengakui pemerintahan kelompok tersebut di tengah keprihatinan internasional atas catatan hak asasi manusianya serta catatan hak asasi manusia perempuan dan anak perempuan.

Namun, negara miskin ini dapat menawarkan kekayaan sumber daya mineral yang didambakan untuk meningkatkan keamanan rantai pasokan Beijing.

Dan menjual cadangan lithium, tembaga, dan besi Afghanistan kepada pembeli komoditas terbesar di dunia akan membantu Taliban menopang ekonomi mereka yang sedang sakit, yang menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) “pada dasarnya telah runtuh”, dan memberikan aliran pendapatan yang sangat dibutuhkan karena cadangan bank sentral di luar negeri masih dibekukan.

Baca Juga

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

“China akan menawarkan Afghanistan pemberlakuan nol-tarif untuk 100 persen tarif bea,” tulis Zhao Xing, duta besar China untuk Afghanistan di akun X resminya pada Kamis malam. Pernyataan itu ditulis Zhao di penjelasan sebuah foto dirinya yang sedang bertemu dengan penjabat wakil perdana menteri Abdul Kabir.

Investasi Cina

Tahun lalu, berdasarkan data bea cukai China nilai ekspor Afghanistan ke China mencapai $64 juta atau setara Rp 1 triliun. Sekitar 90 persen diantaranya merupakan kacang pinus yang sudah dikupas.

Namun, pemerintah Taliban mengungkapkan keinginan mereka untuk mencari investor asing yang bersedia membantu memdiversifikasi ekonomi dan mengambil untung dari kekayaan mineralnya.

Menurut data tersebut, negara ini tidak mengekspor komoditas ke China tetapi Zhao secara rutin mengunggah foto-foto dirinya bertemu dengan para pejabat Taliban yang bertanggung jawab atas pertambangan, perminyakan, perdagangan, dan konektivitas regional sejak pengangkatannya September lalu.

Pada sebuah KTT yang dihadiri lebih dari 50 pemimpin negara Afrika pada September di Beijing, Presiden Xi Jinping mengumumkan bahwa mulai 1 Desember, barang-barang yang masuk ke negaranya yang bernilai $19 triliun dari “negara-negara yang paling tidak berkembang yang memiliki hubungan diplomatik dengan China” tidak akan dikenakan bea masuk, tanpa memberikan rincian.

Kebijakan ini kemudian disampaikan kembali oleh Wakil Menteri Perdagangan Tang Wenhong pada sebuah konferensi pers di Beijing mengenai persiapan untuk pameran impor unggulan tahunan China.

Kedutaan Besar Afghanistan di Beijing tidak menanggapi permintaan komentar.

Oktober lalu, penjabat menteri perdagangan Afghanistan mengatakan kepada Reuters bahwa Taliban ingin secara resmi bergabung dengan “Belt and Road Initiative” yang digagas oleh Xi.

Kabul juga telah meminta China untuk mengizinkannya menjadi bagian dari Koridor Ekonomi China-Pakistan, sebuah proyek konektivitas senilai $62 miliar yang menghubungkan Daerah Otonomi Xinjiang Uighur yang kaya akan sumber daya alam dengan pelabuhan Gwadar di Laut Arab, Pakistan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanBelt and Road InitiativechinaHeadlineTalibanTarif Bea Masuk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hari Santri dan “Amanat Jihad Muhammadiyah”
Tulisan selanjutnya Jurnalis Lebanon Sengaja Incar Pers, Serangan Udara ‘Israel’ Tewaskan 3 Jurnalis Lebanon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?