Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pasukan Kurdi Suriah Bantah Terlibat Serangan di Turkish Aerospace Industries

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Oktober 2024 16:45 4:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Oktober 2024 16:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Komandan pasukan pimpinan Kurdi di Suriah membantah terlibat dalam serangan mematikan di Turkish Aerospace Industries (TAI) di dekat Ankara pada 23 Oktober, yang di klaim oleh kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Turki melakukan serangan udara terhadap target-target yang berkaitan dengan militan Kurdi di Iraq dan Suriah setelah penembakan dan serangan bunuh diri hari Rabu yang menewaskan lima orang di TAI, kawasan industri yang terletak sekitar 40 km dari Ankara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan para penyerang menyusup dari negara tetangga Suriah, dan dia bersumpah tidak akan ada jeda dalam pertempuran melawan milisi-milisi Kurdi.

“Kami sudah melakukan penyelidikan internal dan saya dapat memastikan bahwa tidak ada penyerang yang memasuki Turki dari wilayah Suriah,” kata Mazloum Abdi, pimpinan Syrian Democratic Forces (SDF) kepada AFP.

SDF adalah gabungan milisi-milisi yang didukung AS yang mengobarkan pertempuran melawan kelompok ISIS alias Daesh alias IS di bentengnya di Suriah. SDF didominasi oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang dianggap oleh Ankara sebagai kepanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

“Kami tidak memiliki hubungan apa pun dengan serangan yang terjadi di Ankara,” kata Abdi Sabtu malam (27/10/2024) dari Hasakah, kota besar yang dikelola oleh pemerintahan semi-otonom Kurdi di bagian timur laut Suriah.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

“Medan perang kami berada di dalam wilayah Suriah,” imbuhnya.

Serangan Turki terhadap wilayah Suriah yang dikuasai Kurdi sejak hari Rabu telah menewaskan 15 warga sipil dan dua petempur, menurut Abdi.

Syrian Observatory for Human Rights, sebuah kelompok pemantau peperangan di Suriah yang berbasis di Inggris, mengatakan Turki melancarkan lebih dari 100 serangan, kebanyakan menggunakan drone, sejak hari Rabu.

Dikatakannya infrastruktur-infrastruktur sipil termasuk toko roti, silo gandum dan pembangkit listrik terkena serangan Turki, bersama dengan fasilitas militer dan pos pemeriksaan yang digunakan oleh pasukan Kurdi.

“Tampaknya tujuan (Turki) bukan sekedar merespon peristiwa yang terjadi di Ankara, tetapi juga menargetkan institusi-institusi dan sumber-sumber penghidupan penduduk,” kata Abdi.

“Tujuan utamanya adalah untuk melemahkan dan menghilangkan pemerintahan (semi)otonom, memaksa penduduk untuk bermigrasi,” katanya.

Abdi mengatakan dia terbuka terhadap dialog untuk meredakan ketegangan, tetapi pihaknya menuntut diakhirinya serangan oleh Turki yang menurutnya “masih terus berlangsung” dan mengindikasikan kemungkinan Ankara akan melebarkan wilayah sasarannya.

“Kami siap menyelesaikan masalah dengan Turki melalui dialog, tetapi tidak di bawah tekanan serangan, jadi operasi ini harus dihentikan agar upaya-upaya dialog dapat berlanjut,” kata Abdi.

“Negara Turki memanfaatkan kejadian terkini di Timur Tengah, karena perhatian sedang terpusat ke Gaza, Libanon dan serangan Israel terhadap Iran” untuk melancarkan serangan baru terhadap Suriah, kata Abdi.

Abdi mengkritik sekutunya Amerika Serikat karena tidak melindungi pasukan Kurdi, dengan mengatakan posisi pasukan koalisi pimpinan AS “tampak lemah.”

Amerika Serikat memiliki sekitar 900 tentara di Suriah sebagai bagian dari koalisi yang memerangi kelompok-kelompok bersenjata Muslim.

Menurut Abdi, apabila Donald Trump terpilih kembali dalam pilpres 5 November, dukungan terhadap SDF kemungkinan melemah.

Pada tahun 2019, ketika Trump menjabat presiden AS, dia mengumumkan keputusan untuk menarik ribuan tentara AS dari wilayah Suriah yang dikuasai Kurdi, sehingga membuka jalan bagi Turki untuk melancarkan invasi ke daerah itu pada tahun yang sama.

“Pada tahun 2019, kami memiliki pengalaman yang tidak baik dengan pemerintahan Presiden AS Trump,” kata komandan SDF itu.

“Tetapi kami berkeyakinan bahwa Amerika Serikat… membuat keputusannya berdasarkan” kepentingan strategis di kawasan ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KurdisuriahTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gak Pake Lama Cukup 3 Menit Peluk Perpisahan di Bandara New Zealand
Tulisan selanjutnya Kasus Melonjak Pakistan Memulai Lagi Vaksinasi Polio

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?