Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dituduh Mendukuni Anak Pemimpin Geng 110 Manula Haiti Dibantai

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Desember 2024 12:14 12:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Desember 2024 12:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sedikitnya 110 orang yang kebanyakan manula telah dibunuh secara biadad oleh anggota geng kriminal di ibu kota Haiti, Port-au-Prince.

National Human Rights Defence Network (RNDDH) mengatakan seorang pemimpin geng setempat menarget orang-orang tua tersebut setelah putranya jatuh sakit dan kemudian meninggal.

Pemimpin geng tersebut dikabarkan berkonsultasi dengan seorang dukun voodoo yang menuduh sejumlah orang tua di kampungnya “meneluh” anak tersebut sehingga jatuh sakit dan meninggal, lansir BBC Senin (9/12/2024).

Pembunuhan-pembunuhan itu terjadi di kawasan Cité Soleil di Port-au-Prince.

Menurut sejumlah laporan, anggota-anggota geng menciduk sejumlah warga yang berusia di atas 60 tahun dari rumah-rumah mereka di daerah Wharf Jérémie. Para manula itu kemudian dikumpulkan kemudian satu persatu ditembak atau ditikam sampai mati dengan pisau dan parang.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Warga setempat melaporkan melihat mayat-mayat yang dimutilasi dibakar di jalan-jalan.RNDDH memperkirakan 60 orang dibunuh pada hari Jumat (6/12/2024) dan 50 lainnya dibantai pada hari Sabtu, setelah putra pemimpin geng itu meninggal karena sakit.

Sementara RNDDH mengatakan bahwa semua korban berusia di atas 60 tahun, sebuah kelompok peduli HAM lain mengatakan bahwa sejumlah orang muda yang berusaha melindungi orang-orang tua mereka juga dibunuh.

Media lokal mengatakan dukun-dukun voodoo tidak menjadi target pembunuhan karena pemimpin geng tersebut berkonsultasi dengan mereka mengenai penyakit putranya.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan pria pemimpin geng dimaksud adalah Monel Felix, alias Mikano.

Mikano dikenal sebagai pemimpin geng yang menguasai wilayah Wharf Jérémie, sebuah kawasan strategis di ibu kota Haiti.

Romain Le Cour Grandmaison, seorang pakar di Global Initiative against Transnational Crime (GI-TOC), daerah itu kecil tetapi sulit ditembus oleh aparat keamanan.

Media lokal mengatakan penduduk dilarang meninggalkan Wharf Jérémie oleh geng Mikano, sehingga kabar tentang pembantaian tersebut lambat tersebar.

Geng Mikano merupakan bagian dari aliansi geng Viv Ansanm, yang mengontrol sebagian besar ibu kota Haiti.

Geng-geng semakin merajalela di Haiti sejak pembunuhan Jovenel Moïse tahun 2021. Perebutan kekuasaan ditingkat atas melibatkan sejumlah politisi yang menggandeng kelompok-kelompok geng untuk menghadapi rival-rival mereka.

Sebagai dampaknya, geng-geng tersebut merasa di atas angin dan semakin berbuat semaunya di masyarakat.

Saat ini geng-geng diperkirakan menguasai 85 persen wilayah Port-au-Prince, dan semakin merambah daerah pedesaan. Ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah dan kampung mereka akibat tindak kekerasan yang dilakukan geng-geng tersebut.

Menurut badan urusan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, International Organization for Migration (IOM), lebih dari 700.000 orang di Haiti, sebagiannya anak-anak, menjadi pengungsi di negerinya sendiri.

Anggota geng sering menggunakan tindakan seksual, termasuk pemerkosaan berkelompok, untuk menebar teror di kalangan penduduk setempat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Haiti
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hanya 3 Operator yang Diizinkan Menyelenggarakan Judi Lotre di Uni Emirat Arab
Tulisan selanjutnya Usai Pijat di Thailand Dua Orang Meninggal Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?