Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Usai Pijat di Thailand Dua Orang Meninggal Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Desember 2024 14:25 2:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Desember 2024 14:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang wanita muda Thailand meninggal dunia setelah menjalani tetapi pijat intensif di Thailand. Kematiannya terjadi setelah kematian turis Singapura yang ditemukan tidak bernyawa usai menjalani terapi pijat di Pantai Patong.

Chayada Prao-hom, 20, dinyatakan meninggal pada hari Ahad (8/12/2024) karena infeksi darah dan pembengkakan otak sekitar pukul 6 pagi di ruang ICU rumah sakit di Udon Thani, lapor Bangkok Post seperti dilansir South China Morning Post (9/12/2024).

Pada hari-hari dan pekan-pekan sebelum kematiannya, dia menceritakan di akun media sosial mengenai tiga sesi pijat yang telah dijalaninya sejak Oktober yang menurutnya menyebabkan dia harus terbaring di tempat tidur, dengan sensasi mati rasa menyebar ke seluruh tubuhnya.

Dia mengabarkan bahwa kondisinya bertambah usai setiap sesi pijat. Pada 6 November, seorang penyanyi tradisional Mo Lam – mengunggah di laman Facebook foto hasil X-ray tulang belakangnya, dan mengatakan kepada para penggemarnya bahwa dia menjalani terapi tiga kali semua di panti pijat yang sama.

Pada dua kunjungan pertama, seorang terapis yang sama “mengkretek” lehernya dengan gerakan memutar. Pada kunjungan ketiga, dia dipijat oleh terapis lain yang “memijat keras” sehingga seluruh tubuhnya mengalami bengkak selama sepekan.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Dia menceritakan sensasi mati rasa (baal) kemudian menyebar dan dua pekan kemudian dia tidak bisa mengangkat lengan kanannya.Kepala dinas kesehatan wilayah Udon Thani, hari Senin (9/12/2024) mengatakan kepada awak media bahwa pihak berwenang menyatakan Chayada meninggal dunia akibat septicemia atau keracunan darah.

Dia menggarisbawahi bahwa meskipun pasien tersebut menderita gejala seperti mati rasa, nyeri, dan mielitis transversal setelah pemijatan, otopsi diperlukan untuk menentukan apakah kematiannya terkait dengan terapi pijat tersebut. Dia juga mengkonfirmasi bahwa panti pijat dan terapis yang didatangi Chayada memiliki lisensi.

Kematian Chayada terjadi satu hari setelah seorang pria Singapura berusia 52 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani terapi pijat dengan dibaluri minyak di seluruh tubuhnya selama 45 menit di Pantai Patong, Phuket.

Menurut laporan Bangkok Post, polisi mendapatkan laporan dari sebuah panti pijat di Patong bahwa ada masalah dengan seorang turis Singapura, sekitar pukul 11:03 malam hari Sabtu (7/12/2024).

Lee Mun Tuck, 52, dibaluri minyak urut selama 45 menit menjalani terapi pijat. Dia kelihatan rileks usai dipijat dan kemudian berhenti bernapas, kata Kepala Kepolisian Patong Kolonel Chalermchai Hernsawad.

Pihak pengelola panti meminta polisi dan tenaga medis membantu setelah pria itu diberikan tindakan CPR tetapi tetap tidak sadarkan diri.

Polisi mengatakan istri Lee menolak otopsi dan membawa jasad suaminya pulang untuk menjalani ritual pemakaman.

Nama panti pijat tersebut tidak diungkapkan.

Menyusul berita kematian Chayada, para dokter Thailand memperingatkan melalui media sosial tentang risiko pijat kretek di bagian leher.

“Seorang tukang pijat yang berpengalaman tidak akan memutar leher klien karena itu dikenal sebagai titik yang berbahaya,” kata Dr Chatpon Kongfeangfung kepada 1,1 juta pengikutnya di TikTok, memperingatkan risiko cedera di bagian “tulang belakang C”.

“Saya sudah pernah memperingatkan orang-orang sebelumnya, jangan pernah membiarkan tukang pijat memutar leher Anda karena bisa berakibat fatal.” Di leher terdapat arteri karotis yang memasok darah beroksigen ke otak. Penyempitan apa pun dapat menyebabkan stroke atau cedera otak serius lainnya, papar Dr Chatpon Kongfeangfung.

Seorang dokter lain berspekulasi bahwa kematian Chayada kemungkinan tidak berkaitan dengan cedera pada bagian tulang belakangnya. Meskipun demikian, dia memperingatkan bahwa pijat di bagian leher.

“Inilah yang disebut hiperalgesia. Artinya, sel-sel merasa tidak berfungsi dengan baik. Sel itu sendiri kemudian akan memunculkan rasa sakit. Biasanya karena peradangan,” tulis ahli saraf DR Surat Tanprawate di Facebook. Masalahnya, kata dia, kalau rasa sakit parah tukang pijat biasanya akan menekan sekuat tenaga, yang ada kalanya atas permintaan klien sendiri.

Pijat tradisional Thailand “Nuad Thai” sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia tak benda. Terapi pijat itu berakar pada tradisi petani di pedesaan, yang berkembang sebagai sarana menghilangkan rasa capek fisik setelah berjam-jam bekerja.

Banyak terapis di Thailand mendapatkan pelatihan di sekolah-sekolah tukang urut yang berlisensi. Namun, beribu-ribu tukang pijat lainnya juga berpraktik tanpa pelatihan ketrampilan yang memadai, terutama di daerah-daerah wisata.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pijatthailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dituduh Mendukuni Anak Pemimpin Geng 110 Manula Haiti Dibantai
Tulisan selanjutnya 900 Ribu Mahasiswa Kecanduan Judi Online, PT Islam Minta Pemerintah Serius

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?