Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Amerika Bergegas Melarang Bahan Kimia TCE dan Perc Sebelum Trump Duduk di Kursi Presiden

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Desember 2024 11:02 11:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Desember 2024 11:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebelum Donald Trump kembali ke kursi presiden US Environmental Protection Agency (EPA) bergegas menyatakan terlarang perc dan TCE, bahan kimia beracun penyebab kanker dan penyakit serius lain yang banyak dipakai dalam pembuatan produk sehari-hari seperti pembersih pakaian. Langkah itu diambil karena pada periode pertama pemerintahannya, Trump berusaha mempersulit pembatasan penggunaan bahan kimia berbahaya.

Dengan ditetapkannya larangan kedua bahan kimia tersebut sekarang, maka sulit bagi Trump untuk membatalkannya selama empat tahun masa pemerintahannya yang kedua, lansir The Guardian Rabu (11/12/2024).

TCE dan perc biasa dipakai dalam pembuatan produk dry cleaning, pembersih karpet, semir kuku, pembersih rem, perekat, semprotan merica (pepper spray) dan berbagai pelumas.

TCE atau trichloroethylene, berkaitan dengan kerusakan reproduksi pria, penyakit hati, penyakit ginjal, kerusakan neurologis dan penyakit Parkinson.

Bahan kimia ini menimbulkan masalah besar khususnya bagi mereka yang tinggal di dekat pangkalan angkatan udara atau bandara sipil karena banyak digunakan sebagai pembersih lemak industri.

Baca Juga

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Bahan kimia tersebut dapat meresap ke dalam air tanah yang digunakan sebagai sumber air minum, dan para pejabat menduga bahwa kontaminasi air TCE merupakan penyebab dari beberapa jenis kanker, serta menyebabkan penyakit dan kematian bagi para personel di pangkalan-pangkalan militer yang tersebar di berbagai negara bagian Amerika Serikat.

Banyak daerah yang terkontaminasi TCE ditetapkan sebagai lokasi Superfund, status yang diperuntukkan bagi lokasi dengan tingkat polusi tertinggi di AS. EPA menemukan bahwa TCE menimbulkan “risiko cedera yang tidak wajar terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan hidup di 52 dari 54 penggunaannya pada produk industri dan konsumen.

Perc, atau perchloroethylene, berkaitan dengan masalah kesehatan serupa, termasuk penyakit ginjal, kerusakan hati, kehilangan ingatan, dan penurunan fungsi kekebalan tubuh. Zat ini juga diduga menyebabkan kanker hati, ginjal, otak, dan testis.

Perc juga digunakan sebagai bahan pembersih lemak, pelumas, dan perekat dalam produksi, dan juga banyak ditemukan dalam produk air minum. Perc juga dapat mengeluarkan gas melalui tanah yang dapat meracuni udara di dalam bangunan di atasnya.

Kelompok advokasi kesehatan publik berpuluh-puluh tahun mengupayakan pelarangan kedua bahan kimia tersebut. Pemerintahan Obama pasa 2016 mengusulkan batasan ketat penggunaan TCE, tetapi pemerintahan Trump pada 2017 menyingkirkan usulan tersebut. Pemerintahan Biden berusaha melangkah lebih jauh dengan mengusulkan pelarangan keduanya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatbahan kimiaDonald TrumppercTEC
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FIFA Tetapkan Saudi Tuan Rumah Piala Dunia 2034
Tulisan selanjutnya MUI: Boikot ‘Israel’ Jadikan Masyarakat Pindah ke Produk Lokal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?