Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Gencatan Senjata Mulai Berlaku, Warga Gaza Berbondong-Bondong Pulang ke Rumah

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Januari 2025 05:18 5:18 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Januari 2025 05:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza melawan rasa lelah dan letih berjalan melintasi reruntuhan bangunan yang hancur untuk kembali ke rumah mereka setelah berlakunya gencatan senjata antara Hamas dan ‘Israel’.

Daftar isi
  • Ratusan truk bantuan siap masuk Gaza
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Gencatan senjata, yang terus berupaya digagalkan Benjamin Netanyahu, dimulai hampir tiga jam lebih lambat dari yang dijadwalkan pada Ahad. Hal itu lantaran ‘Israel’ terus mengebom wilayah tersebut yang mengakibatkan 19 orang syahid dan 25 lainnya terluka, menurut pertahanan sipil Gaza.

Membawa tenda, pakaian dan barang pribadi mereka, ribuan warga Palestina terlihat kembali ke rumah mereka, setelah lebih dari 15 bulan perang brutal yang membuat sebagian besar penduduk di wilayah tersebut mengungsi, dalam banyak kasus lebih dari satu kali.

Di wilayah utara Jabalia, ratusan orang menyusuri jalan berpasir, kembali ke lingkungan tempat tinggal mereka yang dipenuhi tumpukan puing-puing dan bangunan yang hancur.

Dan di Khan Younis, orang-orang merayakan gencatan senjata sehingga mereka dapat pulang ke rumah mereka.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

“Saya sangat, sangat bahagia,” kata Wafa al-Habeel. “Saya ingin kembali dan mencium tanah dan bumi Gaza. Saya merindukan (Kota) Gaza dan merindukan orang-orang yang kami cintai.”

Displaced Palestinians return to their homes as the Gaza ceasefire and prisoner swap agreement between Hamas and Israel takes effect ⤵️ pic.twitter.com/9qmfu7rRyF

— Anadolu English (@anadoluagency) January 19, 2025

Gencatan senjata telah dijadwalkan untuk dimulai pada pukul 06.30 GMT (08.30 WIB), namun terjadi perselisihan di menit-menit terakhir mengenai daftar sandera yang akan dibebaskan pada hari pertama yang menyebabkan penundaan.

Qatar, mediator gencatan senjata, kemudian mengonfirmasi bahwa gencatan senjata tersebut telah diberlakukan.

Kelompok Hostage and Missing Families Forum mengidentifikasi tiga wanita ‘Israel’ yang akan dibebaskan sebagai Emily Damari, Romi Gonen dan Doron Steinbrecher.

Sementara itu, Hamas mengatakan bahwa mereka sedang menunggu Israel untuk memberikan “daftar yang berisi nama-nama 90 tawanan dari kategori perempuan dan anak-anak” yang juga akan dibebaskan pada hari pertama.

Ratusan truk bantuan siap masuk Gaza

Sebanyak 33 tawanan ‘Israel’ akan dipulangkan dari Gaza selama gencatan senjata 42 hari pertama, dengan imbalan sekitar 1.900 warga Palestina yang berada dalam tahanan Israel.

Gencatan senjata ini dimaksudkan untuk membuka jalan bagi penghentian perang secara permanen, namun tahap kedua masih belum diselesaikan.

Hal ini menyusul kesepakatan yang dicapai oleh mediator Qatar, Amerika Serikat dan Mesir setelah berbulan-bulan negosiasi.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi pada hari Sabtu, Netanyahu menyebut fase pertama selama 42 hari sebagai “gencatan senjata sementara” dan mengatakan bahwa Israel mendapat dukungan AS untuk melanjutkan serangan mereka jika diperlukan.

Di Kota Gaza, jauh sebelum gencatan senjata diberlakukan, orang-orang sudah merayakannya dengan mengibarkan bendera Palestina di jalanan.

Ratusan truk menunggu di perbatasan Gaza, siap untuk masuk dari Mesir segera setelah mereka mendapatkan izin untuk mengirimkan bantuan yang sangat dibutuhkan.

Beberapa truk bermuatan rumah-rumah siap pasang.

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, mengatakan bahwa 600 truk per hari akan masuk ke Gaza setelah gencatan senjata diberlakukan, termasuk 50 truk yang mengangkut bahan bakar.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gencatan senjata Gazaisraelpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Keuangan Israel Mewek Menolak Gencatan Senjata, Menteri Keuangan ‘Israel’ Ancam Gulingkan Pemerintahan
Tulisan selanjutnya Givara Budeiri ditangkap pasukan 'Israel' saat bertugas Otoritas Palestina Tangkap Jurnalis Al Jazeera yang Meliput Pertukaran Tahanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?