Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Otoritas Palestina Tangkap Jurnalis Al Jazeera yang Meliput Pertukaran Tahanan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Januari 2025 05:59 5:59 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Januari 2025 06:00
Bagikan
Givara Budeiri ditangkap pasukan 'Israel' saat bertugas
Bagikan

Hidayatullah.com – Seorang jurnalis ternama Al Jazeera ditangkap oleh Otoritas Palestina (OP) saat sedang meliput hari pertama gencatan senjata antara zionis ‘Israel’ dan Hamas, menurut media lokal.

Daftar isi
  • Tindakan keras Otoritas Palestina terhadap Al Jazeera
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Quds Network melaporkan bahwa Givara Budeiri dan juru kameranya ditangkap pada Ahad malam ketika sedang membuat video reportase pembebasan tahanan Palestina yang akan dibebaskan dalam kesepakatan pertukaran tahanan.

Beberapa saat sebelumnya, Budeiri melaporkan secara langsung untuk Al Jazeera berbahasa Arab di luar penjara Ofer, Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Dia telah memantau persiapan pembebasan 90 tahanan Palestina, 69 di antaranya diperkirakan adalah perempuan dan 21 anak-anak.

Dalam sebuah unggahan di X, Al Jazeera berbahasa Arab menulis: “Polisi Palestina menghentikan kolega Givara Budeiri untuk terus meliput pembebasan tahanan perempuan dari penjara pendudukan Israel.”

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Menurut kesepakatan gencatan senjata, tahap pertama, yang akan berlangsung selama enam minggu, akan melibatkan pertukaran 33 tawanan Israel dan sekitar 1.800 tahanan Palestina dan kembali ke “ketenangan yang berkelanjutan”.

Pada hari Ahad sore, Hamas membebaskan Romi Gonen, Doron Steinbrecher dan Emily Damari, yang juga warga negara Inggris.

Mereka diserahkan kepada Palang Merah di tengah Kota Gaza dan diserahkan kepada keluarga mereka di ‘Israel’ sementara kerumunan orang di Tel Aviv menyaksikan dengan penuh perhatian.

Penjajah ‘Israel’ membebaskan 90 tahanan Palestina – sebagian besar anak di bawah umur atau perempuan – pada Minggu malam saat keluarga mereka menunggu di luar penjara Ofer.

Al Jazeera mengatakan Khalida Jarrar, salah satu pemimpin terpenting Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), menjadi salah satu dari mereka yang dibebaskan pada Ahad.

Tidak seperti pertukaran tahanan sebelumnya, pasukan ‘Israel’ melarang warga Palestina berkerumun di luar penjara. Mereka bahkan mendatangi rumah para tahanan yang akan dibebaskan dan melarang mereka melakukan perayaan.

Tindakan keras Otoritas Palestina terhadap Al Jazeera

Democratic Press Conference, sebuah serikat jurnalis Palestina, mengutuk penangkapan Otoritas Palestina terhadap jurnalis Al Jazeera Givara Budeiri dan juru kameranya tersebut.

“Praktik-praktik ini merupakan pelanggaran yang jelas terhadap kebebasan pers dan media yang dijamin oleh hukum,” kata serikat tersebut.

“Perilaku ini sama sekali tidak dapat diterima, terutama mengingat peristiwa besar nasional yang diwakili oleh pembebasan tahanan perempuan dari penjara pendudukan Israel.

“Kami mendesak untuk menghormati hak-hak jurnalis, melindungi, dan menghentikan semua pelanggaran terhadap mereka,” imbuh Democratic Press Conference.

Awal bulan ini, OP menangguhkan kegiatan operasional TV Al Jazeera di Tepi Barat, yang sebagian wilayahnya dikelola oleh otoritas tersebut, setelah menuduh layanan berita itu menerbitkan “materi yang menghasut”.

Sebuah komite kementerian menuduh Al Jazeera melanggar “hukum dan peraturan yang berlaku di Palestina” dan mengatakan bahwa mereka “memutuskan untuk menghentikan sementara siaran dan membekukan semua pekerjaan jurnalis, karyawan, kru, dan saluran yang berafiliasi dengannya”.

“Keputusan ini diambil setelah Al Jazeera bersikeras menyiarkan materi yang menghasut dan laporan-laporan yang dianggap menyesatkan, menghasut, dan mencampuri urusan dalam negeri Palestina,” tuduh komite tersebut.

Langkah Otoritas Palestina mengikuti ‘Israel’ yang pada bulan Mei melarang Al Jazeera setelah menggerebek kantornya di Yerusalem Timur yang diduduki dan menyita peralatannya.

Pada bulan September, pasukan ‘Israel’ menggerebek kantor Al Jazeera di kota Ramallah, Tepi Barat, dan memerintahkan untuk menghentikan kegiatannya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Jazeeragencatan senjata GazaHeadlineOtoritas PalestinaPertukaran Tahanan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gencatan Senjata Mulai Berlaku, Warga Gaza Berbondong-Bondong Pulang ke Rumah
Tulisan selanjutnya menolak gencatan senjata houthi Begini Ancaman Houthi Yaman Jika ‘Israel’ Langgar Gencatan Senjata Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?