Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tersangka Sudah Mati Kasus Pendeta Katolik Cabul Abbé Pierre Dihentikan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Februari 2025 13:32 1:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Februari 2025 13:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kasus-kasus kejahatan seksual terkait pendeta ternama Prancis Abbé Pierre dihentikan oleh pihak kejaksaan Prancis disebabkan rohaniwan Katolik itu sudah meninggal dunia pada tahun 2007 dan kasusnya melebihi batas waktu atau kedaluwarsa.

Konferensi Wali Gereja Prancis (CEF) – yang mendesak kejaksaan untuk memproses kasus itu – mengaku kecewa dengan langkah kejaksaan itu, meskipun memahami alasan dibalik pengambilan keputusan tersebut.

“Kami menyesali hasilnya, meskipun kami memahaminya,” kata CEF kepada AFP, tentang keputusan kejaksaan yang diumumkan pada hari Selasa (5/2/2025) tersebut.

Walaupun kasus dihentikan, CEF menegaskan kembali komitmennya untuk memberikan dukungan kepada para korban dan terhadap pengungkapan tindakan Abbé Pierre yang sebenarnya.

Pernah dipuja-puji atas dedikasinya terhadap keadilan sosial, Abbé Pierre – yang dilahirkan dengan nama Henri Grouès – citranya justru tercoreng setelah meninggal dunia. Sedikitnya 33 tuduhan kejahatan seksual dilaporkan oleh korban pada akhir Januari.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Tuduhan itu diungkapkan ke publik melalui tiga laporan terpisah yang dirilis sejak Juli 2024 oleh firma konsultan Egaé.

Laporan yang diberikan amanat oleh Emmaüs dan Abbé Pierre Foundation, laporan-laporan itu membongkar aib dan sisi buruk pendeta Katolik yang dipuji banyak orang itu.

Laporan pertama, yang membeberkan tentang pelecehan seksual dan serangan seksual yang dilakukan oleh pendeta itu, menghebohkan Prancis, mencoreng reputasi pria yang disebut sebagai pahlawan kaum miskin itu.

Ketika laporan terakhir dibuka ke publik pada pertengahan Januari, Emmaüs mengutuk pendirinya tersebut sebagai “predator” seksual, yang tidak hanya mencabuli anak-anak di bawah umur anggota jemaat gereja tetapi juga bocah dari lingkungan keluarganya sendiri. Kebejatan yang dilakukan oleh Abbé Pierre itu terjadi antara tahun 1950-an sampai 2000-an.

Menyusul terungkapnya kejahatan seksual itu, Gereja Katolik Prancis – melalui presiden CEF Éric de Moulins-Beaufort – pada bulan Januari meminta supaya dilakukan investigasi resmi.

Kasus itu dibawa ke pihak kejaksaan dengan harapan para pihak yang mengetahui kejahatan tersebut tetapi diam dan tidak melaporkannya bisa diproses hukum.

Namun, dalam sebuah surat bertanggal 24 Januari 2025, kantor kejaksaan di Paris mengatakan bahwa pihaknya menyimpulkan tidak ada tindakan hukum yang bisa ditindaklanjuti.

Oleh karena tersangka utamanya Abbé Pierre sudah meninggal dunia maka gugatan hukum apapun terhadap dirinya otomatis akan gugur.

Sementara, kemungkinan untuk menyeret para pihak yang mengetahui tentang kejahatan tersebut tetapi tidak melaporkannya ke pengadilan juga sulit dilakukan, karena kasus sudah melebihi batas waktu atau kedaluwarsa berdasarkan undang-undang yang berlaku.

Berdasarkan UU di Prancis, tidak melaporkan suatu tindak kejahatan yang diketahui seseorang dianggap sebagai kasus pidana terpisah.

Setelah melakukan analisis terhadap laporan yang disusun Egaé, pihak kejaksaan menilai tidak ada tindakan hukum yang bisa dilakukan.

Bagi Aurore Bergé, menteri kesetaraan antara wanita dan pria, kasus Abbé Pierre ini menyoroti kelemahan undang-undang di mana statuta limitasi menghalangi para korban untuk mencari keadilan.

Abbé Pierre Foundation, yang awalnya didirikan pada 1987 untuk menanggulangi masalah tunawisma, secara resmi diganti namanya pada 25 Januari menjadi “Foundation for Housing the Disadvantaged”.

Emmaüs France – organisasi yang didirikan oleh Abbé Pierre pada 1949 – secara bertahap mulai melepaskannya diri dari sosok dan citra pendeta cabul itu, berusaha menghapus semua jejak visual yang menunjukkan dedikasi untuk dan keterkaitannya dengan Abbé Pierre.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abbé PierrekatolikpendetaPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Media Hidayatullah dan Sakinah Finance Jalin Kerja Sama dalam Edukasi Keuangan Keluarga Muslim Media Hidayatullah dan Sakinah Finance Jalin Kerja Sama dalam Edukasi Keuangan Keluarga Muslim
Tulisan selanjutnya Musk Dukung Partai Rasis AfD Penjualan Tesla di Jerman Melorot 59,5%

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?