Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

FUUI: Kecurangan dan Money Politics Halangi Indonesia jadi Negeri yang Diberkahi

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 Februari 2025 22:39 10:39 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 Februari 2025 22:38
Bagikan
Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) KH. Athian Ali M.Dai
Bagikan

Hidayatullah.com—Tinggal dan hidup di negeri yang diberkahi dan diridhai Allah Swt adalah cita-cita dan harapan semua orang. Hanya saja, hal ini akan terwujud jika penduduknya beriman dan bertakwa, demikian disampaikan Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) KH. Athian Ali M.Dai

“Setiap yang beriman dan bertakwa Allah SWT menjanjikan akan memberi jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapi, serta melimpahkan rezeki dari arah yang tidak pernah diduga sebelumnya,”demikian jelas KH Athian mengutip Al-Quran Surat Ath-Thalaq ayat 2 dan 3.

Menurutnya, dari kedua ayat ini sudah sangat jelas bahwa kehidupan sebuah negeri hanya akan diberkahi dan diridhai Allah manakala pemimpin dan rakyatnya beriman dan bertakwa.

Hakikat hidup  dalam wujud  lillahi Rabbil ‘aalamiin, semata-mata menggapai ridha Allah, tuhan semesta alam, sebagai tujuan utama dalam menjalani hidup dan kehidupan.

Sementara itu,  untuk menggapai ridha Allah tersebut haruslah ditempuh dengan syariat  (jalan ) yang benar sesuai yang Allah SWT tetapkan langsung lewat firman-Nya maupun yang ditetapkan Allah SWT lewat sabda, perbuatan dan ketetapan Rasul-Nya.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

“Mustahil sebuah negeri akan diberkahi dan diridhai Allah sementara penduduknya terlebih lagi jika para pemimpin negeri tersebut baik yang di eksekutif maupun yang di legislatif memperoleh jabatan dengan cara yang dimurkai bahkan dilaknat Allah. Misalnya memperoleh jabatan dengan melakukan kecurangan,” ujarnya mencontohkan.

Terlebih lagi, bila selain berbuat curang, juga melakukan sogok menyogok untuk bisa terpilih atau memenangkan Pilkada, Pileg bahkan Pilpres.

Menurut dia, sudah menjadi rahasia umum,  jika  di negeri ini acapkali  terjadi berbagai kecurangan untuk memperoleh jabatan dalam berbagai skala kepemimpinan baik di daerah maupun di tingkat nasional.

Begitu pula  dengan berbagai ragam tindak pidana korupsi, kolusi, nepotisme, penggusuran tanah rakyat, manipulasi dan berbagai hal kriminal lainnya ,sehingga karenanya  sangat mustahil kiranya negeri ini memperoleh rahmat, berkah dan ridha Allah SWT.

“Namun sebagai orang yang beriman, kita tidak boleh pesimis terlebih putus asa.  Kita harus tetap optimis, selama tentunya kita semua terus berupaya secara optimal melakukan perbaikan dan perubahan menuju negeri yang diberkahi tersebut,”ajaknya.

Solusi untuk itu, semua pihak khususnya umat Islam dan para ulama harus berupaya optimal melakukan perubahan.

Pertama, tentunya dengan menjadikan ridha Allah Swt sebagai tujuan utama hidup dengan istiqamah di shiratal mustaqiim, menempuh jalan kehidupan yang sesuai dengan syariat Allah SWT.

Kedua, dengan melakukan perubahan pada sistem pemerintahan,  khususnya dalam proses pemilu agar tidak sekedar menang  yang ditandai perolehan suara terbanyak, namun dengan melakukan kecurangan dan berbagai bentuk manipulasi lainnya.

Peran aktif umat Islam terutama para ulama mutlak diperlukan,  khususnya sikap kritis kepada kebijakan pemerintah. “Bisa jadi negeri ini menjadi demikian terpuruknya dengan berbagai masalah yang dihadapi pemerintah dan rakyatnya adalah salah satunya karena diamnya ulama,” katanya.

KH. Athian juga mempertanyakan apakah selama ini para ulama tidak tahu terjadinya kecurangan, praktik money politics, sogok menyogok, adu domba dan segala bentuk kemunkaran lainnya.

“Mohon maaf tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para ulama, hendaknya kita jangan menjadi “setan bisu” dimana hanya diam mencari aman dan bersikap apatis terhadap kebijakan penguasa atau pemerintah, padahal jelas-jelas kebijakan tersebut bertentangan dengan aturan Allah dan konstitusi  negeri ini , serta merugikan dan menyengsarakan rakyat,” demikian kritiknya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adu dombaberkahHeadlinekecuranganKH Athian Ali Daimoney politicsnegeri diberkahisogok menyogokulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiket Pesawat Baghdad-Beirut Habis Terjual Menjelang Pemakaman Hassan Nasrallah
Tulisan selanjutnya Sampai Pebruari Ini, Pemerintah Memblokir 993 Ribu Konten Judi Online

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?