Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pakar Timut Tengah: Menyikapi Khilafah dan ISIS harus dengan Ilmu dan Iman

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 September 2014 08:37 8:37 am
Ahmad
Dipublikasikan 10 September 2014 08:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menyikapi fenomena Daulah Islamiyah Iraq wa Syam (DAIS/ISIS/ISIL) atau masalah khilafah tidak bisa hanya mengedepankan heroisme semata. Namun perlu ilmu dan iman.

Jangan hanya karena mengusung kata “khilafah”, semangat berkobar, lantas begitu saja bergabung.

Perlu dengan ilmu dan iman. Meneliti kebenarannya sampai pada sumber aslinya, menjadi metode yang perlu dilakukan umat Islam sebelum menyatakan diri bergabung atau bahkan menolak, “ ujar dosen Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia, Dr. Abdul Muta’ali  pada Forum Dialog “Khilafah Mungkinkah? Syam dan Akhir Zaman” di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, belum lama ini.

Dalam acara yang selenggarakan oleh Bidang Kajian Youth Islamic Study Club (YISC) Al Azhar ini,  Abdul Muta’ali menambahkan, metamorfosis ISIS yang berasal dari ISI, perlu juga diketahui.

Sesuai sejarahnya, asal muasalnya adalah ISI, Islamic State of Iraq. Kemudian ditambahkan Suriah setelah kata Iraq dibawah kepemimpinan Abu Umar Al Baghdadi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sementara itu, kepanjangan ISIS sendiri berimplikasi pada perjuangannya yang bersifat kewilayahan. ISIS ini awalnya didirikan untuk melawan milisi Syiah di Suriah yang membantu rezim Bashar.

“Perbedaan itu bukan hanya perbedaan terminlogi tapi juga ideologi. Ketika disebut Suriah, perjuangannya teritori sebagai kontra atas keberadaan orang Syiah,”jelasnya.

Namun arah perjuangan kemudian berbalik ketika menjadi  ISIS (Islamic State of Iraq and Syam) dibawah “kekhalifahan” Abu Bakar Al Baghdadi. Ketika menambahkan kata “Syam”, arah perjuangan bersifat idelogis. Perubahan kepanjangan itu mengakibatkan penegakkan khilafah yang ujungnya juga menyerang umat Ahlus Sunnah wal jamaah yang ada di wilayah Syam.

Umat Islam, tambah Abdul, tidak perlu bingung dalam menentukan sikap. Ketika penelitian cermat sudah dilakukan, akan semakin terang semua misteri tentang apa siapa ISIS.

Temuan UI

Di sisi lain, ada beberapa fakta menunjukkan ada indikasi pihak lain pada fenomena ISIS. Tim peneliti Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia (UI) berhasil menemukannya saat meneliti langsung ke Iraq pada bulan Ramadhan 1435 lalu.

Fakta pertama, Abu Bakar Al Baghdadi, pimpinan ISIS merupakan nama baru yang tiba-tiba muncul ke hadapan Dewan Formatur setelah Syeikh Abu Umar Al Baghdadi wafat di tahun 2010.

Tapi setelah dilantik, Ia menghilang. Itu membuat masyarakat tidak sempat berdialog dan mengetahui pemikirannya.

Fakta kedua, Syeikh Aiman Az-Zhawahiri, Komandan ISIS saat ini, ternyata merupakan Amir Al Qaidah.

Fakta lain, ISIS juga menguasai ladang minyak di Utara dan Selatan.

“Selain itu, ISIS menguasai ladang minyak di Utara dan Selatan. Dia bisa mengangkat 16 Juta barel/hari. Indonesia saja sehari hanya memproduksi 800 ribu barel/hari,”ujarnya.

Abdul menduga ada campur tangan Amerika Serikat (AS) sehingga ISIS bisa memiliki cadangan minyak luar biasa.

Kepemilikan ISIS terhadap senjata F16 sebanyak 100 buah, menjadi fakta yang patut dipertimbangkan. Dari siapa ISIS mendapatkan senjata sebanyak itu. Padahal harga satu senjata saja bisa juta dollar.

“Karena itu tidak cukup hanya melihat pemberitaan di media tapi juga analisis keilmuan,”jelasnya.

Karena itu, tokoh muda NU ini juga menganjurkan untuk melihat segala persoalan keumatan tidak hanya dengan pancaindera.

“Melihat sesuatu pakai mata dan telinga, tidak salah. Tapi orientasi pancaindera seringkali salah,” tambahnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatBNPTintelijenjihadSiapa Manfaatkan Isu ISIS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rizal Ramli Anjurkan Subsidi Silang dan Menolak Penghapusan Subsidi BBM
Tulisan selanjutnya Kasus Sitok Srengenge akan Ditentukan Usai Periksaan Saksi Ahli

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?