Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bayer Digugat Orang Tua Prancis yang Anaknya Lahir Cacat karena Glyphosate

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 April 2025 21:16 9:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 April 2025 21:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perusahan kimia asal Jerman Bayer digugat oleh orang tua di Prancis yang putranya lahir dalam keadaan cacat karena paparan glyphosate yang terkandung di dalam produk herbisida buatan perusahaan itu.

Glyphosate merupakan herbisida yang banyak dipergunakan di dunia, dan Bayer sudah mengeluarkan miliaran euro untuk membayar kompensasi kepada sejumlah penderita kanker terkait produk itu. Namun, ini merupakan kasus pertama yang mengkaitkan bahan kimia itu dengan kelahiran cacat.

Theo Grataloup, sekarang berusia 17 tahun, dilahirkan dengan kelainan pada bagian kerongkongan dan laring. Gugatannya mewakili semua orang yang memiliki cacat lahir akibat bahan kimia itu.

Theo, yang berbicara kepada AFP hari Kamis pagi sebelum memasuki ruang sidang di Vienne, di bagian timur Prancis, mengatakan berharap kasusnya bisa menjadi preseden hukum dan memungkinkan korban-korban lain akan melalui proses di pengadilan dengan lebih cepat.

Dia dan keluarganya berharap pengadilan akan mengakui hubungan kausal antara glyphosate dan cacat bawaan lahir yang dialaminya. Sebagai informasi, Bayer senantiasa membantah adanya keterkaitan antara glyphosate dan kanker, tetapi perusaahan itu terpaksa mengeluarkan miliaran euro untuk membayar kasus-kasus berkaitan dengan kanker yang diajukan oleh para korban.

Baca Juga

Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi
Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara
Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah

Pada 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan glyphosate sebagai “kemungkinan penyebab kanker pada manusia”.

Herbisida itu dinyatakan terlarang di Prancis bagi individual, meskipun oleh Uni Eropa penggunaannya masih diperbolehkan untuk kepentingan tertentu.

Ibu dari Theo Grataloup, Sabine, menggunakan produk berbasis glyphosate untuk membersihkan gulma dari arena menunggang kuda pada tahun 2006 tanpa menyadari bahwa dirinya sudah hamil beberapa pekan saat itu.

Sejak Theo dilahirkan pada 2007 dengan cacat sejak lahir di bagian tenggorokannya, dia sudah menjalani 55 prosedur bedah supaya dia bisa makan dengan normal, meskipun dia sampai sekarang masih harus bernapas melalui sebuah lubang pada bagian leher (tenggorokan).

Pada tahun 2018 melayangkan gugatan kepada Monsanto, perusahaan kimia yang kala itu baru dibeli oleh Bayer, dan enam tahun kemudian perkaranya mulai disidangkan di pengadilan.

Pemerintah Prancis mendirikan sebuah komisi kompensasi bagi anak-anak yang terpapar pestisida saat dalam kandungan, sebagai realisasi dari pengakuan adanya hubungan kausal antara glyphosate dan kelahiran cacat yang dialami Theo Grataloup. Sejak 2022, Theo menerima €1.000 setiap bulan dari komisi tersebut, yang sebagiannya pendanaannya diambil dari pajak penjualan herbisida dan produk perlindungan atau perawatan tanaman.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BayerGlyphosatePrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Gempa Myanmar Tembus 3.300 Jiwa
Tulisan selanjutnya Rekatkan Ukhuwah, DPW Hidayatullah Jatim Gelar Silaturahim Syawal 1446 Hijriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit

Berita
30 Juni 2026 18:00
BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris

Terbaru

  • Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi
  • Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara
  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
  • Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan

4 Juli 2026 11:23
Berita

Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran

4 Juli 2026 10:20
Berita

Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas

4 Juli 2026 09:52
Berita

Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”

3 Juli 2026 23:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?