Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Dulu Dengar Adzan Ogah, Sekarang Gigih Berdakwah

Menelusuri Fenomena “Balik Islam” di Filipina (4)

Pambudi Utomo
Terakhir diupdate: 22 April 2025 10:00 10:00 am
Pambudi Utomo
Dipublikasikan 22 April 2025 10:00
Bagikan
Sister Maryam atau Maria Linda Balines Tidoy
Bagikan

Fenomena Balik Islam di Filipina bagian utara membuat sebagian pihak bertanya-tanya, apa yang menyebabkan mereka tertarik masuk Islam?

Daftar isi
  • Bergelimang Harta
  • Rayuan Pangeran
  • Rayuan Muslimah
  • Menjadi Da’iyah
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Bergelimang Harta

Maria Linda Balines Tidoy lahir dari keluarga Katolik yang taat. Orangtuanya bahkan menjadi pimpinan gereja di daerah sekitar Manila.

Pada awal tahun 1980-an, Linda –panggilan akrabnya– merantau ke Uni Emirat Arab, bekerja sebagai chef di sebuah hotel bintang lima. Terakhir posisinya sebagai supervisor, jabatan tertinggi yang saat itu bisa diraih wanita asal Filipina.

Gajinya tinggi, lengkap dengan berbagai fasilitas seperti mobil, tempat tinggal, dan sebagainya. Barangkali karena ekonomi mapan, Linda jadi sering foya-foya. Misalnya suka merokok, minuman keras, dugem, pacaran, dan semacamnya.

Kehidupan Linda rasanya begitu happy. Namun ada satu hal yang membuatnya tak nyaman, yakni suara adzan.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

“Sehari 5 kali suara itu berisik. Saya sering merasa terganggu, terutama ketika pagi menjelang matahari terbit,” kenangnya saat itu, sambil mengucap istighfar.

Tetapi karena memang tinggal di negeri Muslim, maka lama-lama Linda merasa terbiasa. Suara adzan itu dicuekin saja.

Rayuan Pangeran

Suatu saat Linda dipanggil oleh salah satu komisaris hotel yang juga seorang emir atau pangeran. Rupanya dia diminta untuk menjadi juru masaknya. Jadilah Linda menjadi chef di istananya.

Pernah pangeran itu bertanya, “Kamu sudah lama tinggal di sini, kenapa tidak masuk Islam?”

Enteng saja Linda menjawab, “Kenapa harus masuk Islam? Toh orang-orang Muslim sama juga denganku. Agama ini sama saja.”

Menurut Linda, teman-temannya yang Muslim juga biasa merokok, pacaran, dugem, dan minuman keras. Apalagi sering ada berita bahwa orang Islam itu banyak yang jadi teroris.

Sampai suatu hari pangeran itu membawa koper. “Kalau kamu masuk Islam, ini aku hadiahkan,” katanya sambil membuka koper yang penuh berisi uang.

Linda terperanjat, namun keyakinannya tak goyah. Dia telah nyaman dengan agamanya yang tidak melarang merokok, minuman keras, pacaran, dan dugem. Cocok dengan kesenangannya.

Rayuan Muslimah

Awal tahun 1990, Linda mudik ke Filipina. Tentu saja ia ingin unjuk diri sebagai orang sukses, apalagi membawa banyak uang dirham (mata uang Uni Emirat Arab) dan dolar Amerika.

Linda membangun rumah dan membeli mobil Mercedez Benz seri baru. Menurut pengakuannya, di masa itu masih jarang wanita menyetir mobil di jalanan Filipina. Namun Linda sudah melakukannya. Seketika ia menjadi pembicaraan orang sekampung.

Suatu hari ada seorang Muslimah berjilbab rapi mendatanginya. Dia ingin berkenalan dengan Linda yang baru pulang dari Arab.

Hari berikutnya, Muslimah itu datang lagi. Dia mengajak berbincang seperti kemarin. Linda mulai senang dengan keramahannya.

Hari berikutnya, Muslimah itu lagi-lagi datang. “Orang ini apa tidak punya kerjaan selain mendatangiku?” batin Linda. Tapi tetap diterima, sebab dia orang yang baik.

Hari berikutnya, tampak dari jendela rumah, Muslimah itu datang lagi. Linda bilang ke pembantunya, “Katakan aku tidak di rumah. Aku mau istirahat.”

Hari berikutnya, Muslimah itu datang lagi bersama beberapa temannya. Semuanya tampak baik dan ramah. Linda kembali berbincang dengan mereka.

“Linda maukah besok kami ajak jalan-jalan ke rumah teman? Ada yang juga ingin kenal denganmu,” kata Muslimah itu. Linda mengiyakan saja.

Esok harinya, mereka berombongan bersilaturahmi. Semuanya ramah, bersahabat, sopan, dan akhlaqnya baik. Tiap berjumpa saling berangkulan dan cium pipi kanan-kiri.

“Orang-orang ini baik, tidak merokok, tidak minuman keras. Berbeda dengan sebagian Muslim yang pernah kukenal,” pikir Linda.

Linda juga mendengar penjelasan tentang Islam yang rahmatan lil ‘alamin, mencerahkan, dan menenangkan. Sungguh mempesona. Ajaran Islam itu sejatinya indah.

Akhirnya Linda berkesimpulan, jika ada Muslim yang kurang baik, maka itu bukan karena agamanya, tapi karena bermasalah pada diri orannya.

Atas izin Allah SWT, akhirnya Linda mengucapkan dua kalimat syahadat. Namanya diganti menjadi Maryam. Biasa dipanggil Sister Maryam.

Menjadi Da’iyah

Tahun 1999 Maryam menuju ke Arab Saudi, menyusul suaminya yang bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi. Kali ini kepergiannya bukan untuk bekerja, tetapi ingin belajar agama.

Beberapa kolega menawarinya untuk bekerja di hotel, lengkap dengan berbagai fasilitas mewahnya. Namun Maryam menolak.

Selain rajin belajar pada masyayikh di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Maryam belajar di Maktab Ta’awuni Islamic Center Madinah. Bahkan akhirnya ia mendapat tugas mengajar dalam bahasa Tagalog. Ia juga menjadi da’iyah Word Assembly of Muslim Youth (WAMY) untuk membina para pekerja Filipina yang memang amat banyak jumlahnya.

Beberapa tahun lalu Maryam kembali ke Filipina. Kali ini tidak bawa uang, tetapi bekal dakwah. Subhanallah, ternyata teman-teman dan kolega banyak yang menitip uang untuk kegiatan dakwah. Terkumpullah uang dalam jumlah yang tidak kalah dengan dulu ketika ia masih bergelimang harta.

Langsung terpikir untuk membangun markas dakwah. Maryam ingin membina saudara-saudari Balik Islam. Ia juga kerap keliling ke berbagai tempat untuk menyebarkan buku-buku tentang Islam, membimbing syahadat, dan terus mendampingi para mualaf.

Saat ini Sister Maryam dan kawan-kawan sedang berikhtiar menyelesaikan bangunan 3 lantai untuk markas dakwah. Anda ingin membantu?

Silakan transfer ke rekening BSI 7744123458 atas nama Sahabat Al-Aqsha Yayasan, beri keterangan: Untuk mualaf Filipina. Konfirmasi ke: 085842338879 atau 081333909595. Insya’Allah berapapun dukungan Anda akan sangat bermanfaat bagi mereka.* (bersambung)

Redaktur: Pambudi Utomo
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Balik IslamfilipinaHeadlinekisah mualafmualaf duniamualaf terbaru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kanonisasi Remaja Milenial Jadi Santo Ditunda karena Paus Fransiskus Mangkat
Tulisan selanjutnya Universitas Harvard Layangkan Gugatan Federal Usai Pemerintah Ancam Pangkas Pendanaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?