Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

PM Yaman Ahmad bin Mubarak Mengundurkan Diri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Mei 2025 18:40 6:40 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Mei 2025 18:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ahmad bin Mubarak, perdana menteri pemerintahan Yaman yang diakui internasional, mengundurkan diri dengan alasan tidak dapat menjalankan kewenangannya secara penuh.

Bin Mubarak terjebak perselisihan selama berbulan-bulan dengan Rashad al-Alimi, ketua Presidential Leadership Council (PLC) yang disokong Arab Saudi, menurut keterangan dua menteri dan seorang anggota PLC yang disampaikan kepada AFP. Mereka meminta namanya tidak disebutkan.

Setelah pemberontak Houthi dukungan Iran menguasai ibu kota Sana’a, pada 2014, pemerintah Yaman menarik diri ke Aden di bagian selatan. Saat ini kelompok pemberontak Syiah itu menguasai sebagai besar wilayah yang berpenduduk di negeri Arab yang miskin itu.

Pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi memberikan bantuan kepada pasukan pemerintah pada 2015, tetapi upaya itu tidak banyak membuahkan hasil.

Hari Sabtu (3/5/2025), Bin Mubarak lewat platform X mengatakan bahwa dia sudah menemui Alimi dan mengundurkan diri dari jabatannya.

Baca Juga

Aksi demonstrasi pro Palestina terhadap tim bola basket Israel di Spanyol
19 Kota di Dunia Gelar Aksi Demo, Desak Blokade Gaza Segera Dibuka
Data Korban Gempa NTT: 68 Meninggal Dunia, 213 Luka-Luka
Makin Banyak Warga ‘Israel’ Pergi, Hanya Sedikit yang Kembali
7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT
‘Israel’ dan Board of Peace Bentuk Dua Komite Gaza, Apa Tujuannya?

Dia juga membagikan surat pengunduran diri yang ditulisnya.

“Saya tidak dapat melaksanakan kewenangan konstitusional dan mengambil keputusan yang diperlukan untuk mereformasi institusi pemerintahan atau melakukan perubahan pada pemerintahan yang sah,” kata Bin Mubarak di surat tersebut.

Bin Mubarak mengatakan bahwa meskipun menghadapi berbagai kendala, dia berhasil mencapai “banyak keberhasilan dalam waktu yang singkat”, dengan menyebut perihal reformasi fiskal dan administratif serta gerakan antikorupsi yang digencarkannya.

Namun, menurut Mohammed al-Basha dari Basha Report Risk Advisory yang berbasis di Amerika Serikat, memgatakan kepada AFP bahwa Bin Mubarak sejak lama bergesekan dengan Presidential Leadership Council.

“Bin Mubarak ingin menjadi lebih dari sekedar perdana menteri – dia menginginkan kewenangan presiden. Keinginan tersebut yang membuat dirinya terisolasi secara politik,” kata Basha.

Sejumlah pejabat Yaman yang berbicara kepada AFP mengatakan bahwa Bin Mubarak menangguhkan anggaran sejumlah kementerian termasuk pertahanan, dengan alasan adanya korupsi, sehingga hal ini menambah ketegangan.

“Hasratnya untuk memiliki kekuasaan yang lebih – yang dipandang banyak pihak sebagai ambisi pribadi – menyebabkan konfrontasi berulang dengan sejumlah menteri kunci dan kebanyakan anggota dewan kepresidenan,” kata Basha.

“Seiring dengan waktu, perebutan kekuasaan itu mengikis kepercayaan,” imbuhnya.

Bin Mubarak, mantan duta besar Yaman untuk Amerika Serikat, sangat geram dengan Houthi, yang pernah menculiknya pada tahun 2015 dan menyanderanya selama beberapa hari.

Sebelumnya dia pernah menjabat kepala staf kantor kepresidenan dan utusan Yaman untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dia ditunjuk sebagai menteri luar negeri pada 2018 dan perdana menteri pada 5 Februari 2024.

Kepergiannya akan mengurangi ketegangan internal yang sejak lama mengganggu pemerintahan Yaman yang diakui internasional, hal positif yang diperlukan untuk memulihkan kohesi di lingkungan pemerintahan, kata Basha.

Peperangan di Yaman telah menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan nyawa dan memicu salah satu krisis kemanusiaan paling buruk dindunia, meskipun bentrokan bersenjata antara sudah banyak berkurang setelah adanya kesepakatan gencatan yang disponsori PBB pada 2022.

Sejak pecah peperangan di Gaza pada Oktober 2023, Houthi dengan alasan membela Palestina berulang kali menarget kapal-kapal yang dituduhnya milik Israel atau berkaitan dengan Israel atau berlayar menuju Israel dan membawa muatan untuk kepentingan Israel.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad bin MubarakPerdana Menteriyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya India Larang Kapal dan Impor Barang dari Pakistan
Tulisan selanjutnya Inggris Tangkap 8 Tersangka Terorisme, Kebanyakan Orang Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

DPR RI Komisi IV
Berita

DPR Kecam Dugaan Promosi Miras Pakai Ayat Alquran, Belajar dari Kasus Holywings

Berita
13 Agustus 2026 16:00
Bertemu Pimpinan US CENTCOM, PM Ali al-Zaidi Tegaskan Komitmen Mengakhiri Kehadiran Militer Amerika di Iraq
Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu
Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China

Terbaru

  • 19 Kota di Dunia Gelar Aksi Demo, Desak Blokade Gaza Segera Dibuka
  • Data Korban Gempa NTT: 68 Meninggal Dunia, 213 Luka-Luka
  • Makin Banyak Warga ‘Israel’ Pergi, Hanya Sedikit yang Kembali
  • 7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT
  • ‘Israel’ dan Board of Peace Bentuk Dua Komite Gaza, Apa Tujuannya?
  • Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
  • Nasib Pengungsi Rohingya, Mau Pulang Harus Minta Izin Pemerintah Myanmar
  • Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal
  • Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu
  • Raja Yordania akan Melawat ke China

Mungkin Anda Juga Suka

pengungsi rohingya
Berita

Nasib Pengungsi Rohingya, Mau Pulang Harus Minta Izin Pemerintah Myanmar

18 Agustus 2026 05:00
Berita

Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal

17 Agustus 2026 20:07
Raja Yordania Abdullah II
Berita

Raja Yordania akan Melawat ke China

17 Agustus 2026 17:13
Berita

Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone

17 Agustus 2026 16:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?