Hidayatullah.com — Baru-baru ini, masyarakat di Serang, Banten dihebohkan dengan kemunculan pria bernama Harimbi yang mengaku sebagai titisan Nabi Khidir. Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang Amas Tajudin pun meminta agar pria tersebut segera bertobat.
Amas menasehati agar Harimbi kembali ke jalan yang benar dan mencabut pernyataan kontroversialnya. Namun, ia menyampaikan, aktivitas Harimbi sebagai tabib di lokasi peziarahan Ki Joharudin di Kaligandu tetap diperbolehkan.
“Harimbi kembali ke jalan yang benar, soal keahlian sebagai tabib, mangga (silakan),” kata Amas di Serang, Banten, Rabu (13/7/2022).
Dilansir oleh Detikcom, Harimbi juga diminta merenovasi pemakaman Ki Joharudin atau Syekh Abdul Rozak. MUI khawatir tulisan lafaz Allah di nisan Ki Joharudin ditafsirkan lain oleh masyarakat.
“Soal batu nisan, lazimnya tertulis almarhum jenazah yang ada di situ, di situ ditulis Allah. Padahal Allah tidak punya kuburan, sehingga tidak pernah mati tidak pernah tidur, oleh karena itu tabib sudah siap melakukan penghapusan,” ujarnya.
Amas mengungkapkan Harimbi telah mengaku siap dibina. Harimbi juga disebutnya sudah berjanji untuk tidak menyiarkan soal klaimnya sebagai titisan Nabi Khidir.
“Alhamdulillah, hari ini sudah siap dan sanggup dibina MUI,” jelasnya.
Amas melanjutkan MUI sudah mengeluarkan pendapat hukum. Dalam pendapat hukum itu, MUI menyatakan bahwa pengakuan Harimbi sebagai titisan Nabi Khidir menyesatkan. Selain itu, pengakuan Harimbi bermimpi bertemu nabi dan Ki Buyut Joharudin atau Syekh Abdul Rozak sebagai titisan nabi merusak akidah Islam.
“Hal tersebut telah merusak akidah islam dan dapat menyesatkan umat islam secara serius dan meluas,” papar Amas.*
YUK IKUT.. WAKAF ALAT & SARANA
DAKWAH MEDIA
Sarana dan alat Dakwah Media, senjata penting dalam dakwah.
Wakaf dan jariyah Anda sangat membantu program Dakwah Media.
Transfer ke Rekening : Bank BCA No Ac. 128072.0000 (An Yys Baitul Maal Hidayatullah)
Klik Link : https://bit.ly/DakwahMediaGhazwulFikri