Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Hati-Hati Revolusi Seksual melalui RUU KKG

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 September 2014 06:19 6:19 am
Ahmad
Dipublikasikan 17 September 2014 06:19
Bagikan
Organisasi muslimah menolah RUU KKG
Bagikan

Hidayatullah.com–Direktur The Center of Gender Studies (CGS), Dr. Dinar Dewi Kania, mengatakan, penolakan berbagai organisasi massa (ormas) Islam terhadap Rancangan Undang-Undang Keadilan dan Kesetaraan Gender (RUU KKG), dinilai suatu kewajaran. Bahkan, itu merupakan usaha yang harus ditempuh. Jika tidak, revolusi seksual, akan terjadi.

Revolusi seksual ini merupakan dampak terburuk ketika definisi “gender” tidak sesuai dengan kondisi biologis, laki-laki dan perempuan. Dinar menambahkan, konsekuensinya akan memunculkan jenis kelamin baru seperti lesbian dan gay. Pada akhirnya, pernikahan sejenis akan mendapat legalitasnya.

“Bisa saja tetap menggunakan kata gender, jika sudah terlanjur. Tapi, gender harus dimaknai sebagai konstruksi sosial yang tidak terlepas dari nilai-nilai agama dan jenis kelamin biologis. Itu masih bisa diterima,” terang Dosen Universitas Trisakti ini kepada hidayatullah.com.

Di Amerika, menurut Dinar, kesetaraan gender sebagai turunan dari gerakan feminis melalui The Convention on the Elimination of All Forms Against Women (CEDAW), dianggap merusak nilai-nilai keluarga.

Atas desakan para senator, sampai hari ini CEDAW belum diratifikasi. Tapi, para feminis tidak tinggal diam. Usaha mereka juga melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), termasuk di Indonesia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Para anggota parlemen yang menyetujui pengesahannya, perlu mencermati hal ini. Dinar mensinyalir, bisa jadi, mereka tidak menyadari bahaya pengesahan RUU KKG.

Ia mengingatkan, perubahan radikal mungkin tidak akan langsung terlihat paska disahkannya RUU ini. Pengaruhnya dilakukan bertahap. Mulai dari penggugatan hukum kewarisan, perkawinan sampai akhirnya legalitas pernikahan sesama jenis. Pada akhirnya, perjuangan para feminis ini juga merupakan perjuangan kaum lesbian.

“Terima satu, dia naikkan yang lain. Sekarang kita lihat, berapa banyak negara di Eropa yang sudah melegalisasi pernikahan sejenis?” ujarnya mewanti-wanti.

Menyikapi praktek diskriminasi dan eksploitasi pada perempuan, tambah Dinar, bisa dengan cara memberi keadilan sesuai dengan norma-norma yang ada di Indonesia. Bukan justru malah memasukkan nilai-nilai barat-liberal.

“Kenapa mereka ngotot dengan kesetaraan gender? Karena gender ini yang akan diamini oleh masyarakat kita. Dan itu menjadi tolok ukur segala peraturan dan juga ilmu lainnya seperti sosiologi, psikologi dan lainnya,” tukasnya.*

Dinar mensinyalir, anggota DPR yang menyetujui RUU KKG bisa jadi tidak menyadari bahaya sesungguhnya jiika RUU ini disahkan

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DPR RIgenderlgbtperempuan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Tentara NATO tewas dalam Serangan Bom di Kabul
Tulisan selanjutnya JANUR UKMKI UNAIR akan Mengadakan Grand Launching Kampus Qur’ani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?