Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pria Yahudi Belarusia Banting Bayi Afghanistan di Bandara hingga Koma

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 Juni 2025 12:47 12:47 pm
Ahmad
Dipublikasikan 26 Juni 2025 12:45
Bagikan
Pria Yahudi - Belarusia keturunan Yahudi Vladimir Vitkov, 31 tahun membanting bayi udia 18 bulan asal Asfganistan di Bandara Internasional Sheremetyevo, Moskow
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang pria Yahudi Belarusia ditahan oleh kepolisian Rusia setelah melakukan serangan brutal terhadap seorang bayi laki-laki berusia 18 bulan di Bandara Sheremetyevo, Moskow. Insiden yang terjadi pada Rabu (25/6/2025) itu menyebabkan sang bayi mengalami cedera parah pada tengkorak dan tulang belakang, dan kini berada dalam kondisi koma.

https://twitter.com/i/status/1937856630395441384

Pelaku diketahui bernama Vladimir Vitkov, 31 tahun, seorang pekerja konstruksi yang baru saja diberhentikan dari proyek pembangkit listrik tenaga nuklir di Mesir karena gagal dalam tes narkoba dan alkohol.

Ia ditangkap tak lama setelah melempar bayi tersebut ke lantai bandara dengan kekuatan penuh, berdasarkan rekaman CCTV yang telah beredar luas.

Korban, bayi bernama Yazdan, berasal dari keluarga pengungsi asal Afghanistan yang baru saja tiba di Moskow setelah melarikan diri dari Iran akibat konflik bersenjata yang berkecamuk antara Teheran dan ‘Israel’.

Menurut laporan media Inggris The Mirror dan The Daily Mail, kejadian terjadi di aula kedatangan Bandara Sheremetyevo. Rekaman menunjukkan Vitkov awalnya memperhatikan situasi sekitar sebelum dengan tiba-tiba mencengkeram bayi Yazdan dan melemparkannya ke lantai.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Aksi ini menyebabkan patah tulang tengkorak terbuka, hematoma subdural, dan trauma tulang belakang.

“Saya mencoba membunuh seorang anak,” kata Vitkov kepada penyidik saat diinterogasi. Ia mengaku berada dalam pengaruh ganja dan alkohol, termasuk meminum tiga botol wiski sebelum naik pesawat dari Kairo ke Moskow.

Kepolisian Rusia menyatakan bahwa jejak narkoba ditemukan dalam darah pelaku, dan ganja ditemukan dalam kepemilikannya saat ditahan. Dugaan adanya motif rasial juga tengah diselidiki, meski Vitkov mengaku tidak sadar atas tindakannya karena berada dalam pengaruh zat terlarang.

Menurut dokter di Pusat Medis Anak Roshal, tempat Yazdan dirawat, bayi tersebut menderita cedera kepala berat dan trauma tulang belakang, namun tidak memerlukan operasi bedah saraf. Saat ini ia masih dalam koma medis untuk mengurangi tekanan pada otaknya.

“Kami melakukan CT scan, dan ditemukan adanya pendarahan otak dan patah tulang terbuka pada tengkoraknya,” kata dr. Tatyana Shapovalenko.

Ibunda Yazdan, Sahar Hajizada, yang menyaksikan langsung kejadian itu, dilaporkan sangat terpukul. Ia berkali-kali menanyakan kepada dokter apakah anaknya akan selamat.

Insiden ini memicu kecaman internasional, khususnya dari otoritas Iran. Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, mengutuk tindakan tersebut sebagai “sepenuhnya tidak manusiawi”. Ia juga menyebut bahwa pada awalnya Yazdan diduga sebagai warga negara Iran, namun setelah dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, korban secara resmi terdaftar sebagai warga Afghanistan.

“Rekaman video menunjukkan seorang anak dibanting secara brutal. Saya tidak bisa memastikan klaim bahwa pelaku adalah warga Yahudi, tapi kami menuntut keadilan,” ujar Jalali kepada kantor berita Tasnim.

Sementara itu, Ombudsman Anak Wilayah Moskow, Ksenia Mishonova, menyebut pelaku sebagai “monster pecandu narkoba” dan menyerukan hukuman kerja keras hingga tua bagi Vitkov.

“Saya tidak lagi punya kekuatan untuk menahan diri. Ini monster. Anak itu tidak bersalah dan sekarang berjuang untuk hidupnya,” katanya usai mengunjungi korban di rumah sakit.

Vitkov, yang berasal dari wilayah Gomel, Belarus, diketahui memiliki seorang putri seusia Yazdan. Penyelidik kini juga menelusuri kondisi psikologis dan latar belakang pelaku, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam kekerasan sebelumnya.

Pihak berwenang Rusia menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap latar belakang pelaku, termasuk kemungkinan unsur kebencian rasial, serta mengevaluasi ulang sistem keamanan bandara.

Insiden ini mengangkat kembali kekhawatiran tentang perlindungan terhadap pengungsi dan anak-anak dalam situasi lintas negara, terutama mereka yang melarikan diri dari konflik.

Sementara Yazdan masih dalam pemulihan intensif, publik menanti keputusan hukum terhadap Vitkov, yang secara terbuka telah mengakui percobaan pembunuhan terhadap anak tak bersalah itu. Kejadian mengerikan ini memicu kecaman luas dari masyarakat setempat dan menjadi sorotan media Rusia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AsfganistanBandara Internasional SheremetyevoBelarusiaHeadlineMoskowVladimir Vitkovyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hampir Separuh Peserta Pesta Homoseksual di Bogor Reaktif HIV dan Sifilis
Tulisan selanjutnya Negara Paling Damai di Dunia 2025 Daftar 10 Negara Paling Damai di Dunia Tahun 2025, ‘Israel’ Terburuk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?