Hidayatullah.com– Mantan presiden Muhammadu Buhari telah dikebumikan di kampung halamannya di bagian utara Nigeria, dua hari setelah menghembuskan nafas terakhir di sebuah klinik di London, Inggris, pada usia 82 tahun.
Jasadnya diterbangkan ke Nigeria pada Selasa pagi (16/7/2026) dan Presiden Bola Tinubu bersedia di bandara negara bagian Katsina untuk menerima kedatangannya.
Ratusan orang mengikuti shalat janazah Buhari di kampung halamannya di Daura.
Jenazahnya dimakamkan dengan disaksikan oleh para pejabat tinggi seperti Presiden Nigeria Tinubu, Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embaló, serta Yemi Osinbajo yang menduduki kursi wakil presiden semasa Buhari menjabat.
Sesaat sebelum jenazahnya dimasukkan ke liang kubur, tembakan salvo dilepaskan, bendera Nigeria yang dipergunakan untuk menutupi jenazah dilipat dan diserahkan ke keluarga Buhari.
Pemerintah Nigeria mengumumkan hari Selasa sebagai hari libur nasional guna menghormati Buhari – seorang pensiunan jenderal angkatan darat.
Para pejabat mengatakan bahwa pemakaman awalnya akan dilakukan pada hari Senin, tetapi kemudian diundur karena masalah logistik, lansir BBC.
Wakil Presiden Kashim Shettima, yang mendampingi jasad Buhari saat dipulangkan ke Nigeria, mengatakan bahwa mantan presiden itu wafat setelah mengalami sakit sebentar. Dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Mantan presiden Goodluck Jonathan, yang berakhir kepemimpinannya setelah kalah dalam pilpres 2015 yang dimenangkan Buhari, menggambarkan jenderal itu sebagai seseorang yang tidak mementingkan dirinya sendiri dan berkomitmen dalam menjalankan tugasnya, serta berbakti kepada negara dengan karakter yang kuat dan jiwa patriotisme yang mendalam.
Jenderal Ibrahim Babangida, seorang bekas penguasa militer, yang mendongkel Buhari lewat kudeta 1985, juga memuji sosok mendiang.
“Dia adalah seorang pria, yang meskipun sudah pensiun, masih menjadi kompas moral bagi banyak orang, dan sebuah contoh kesopanan dalam kehidupan di masyarakat,” puji Babangida.
Presiden Tinubu mengumumkan masa berkabung selama tujuh hari bagi mendiang pendahulunya itu.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis hari Ahad malam, Tinubu mengatakan Nigeria akan memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada mantan pemimpin negara itu dengan dimulai pengibaran bendera setengah tiang di seluruh penjuru negeri mulai hari Ahad (13/7/2025).*




