Hidayatullah.com– Sopir-sopir truk di kota Ciudad Juarez, Meksiko, yang berbatasan dengan Amerika Serikat belajar bahasa Inggris guna memenuhi persyaratan baru yang ditetapkan presiden terangga Donald Trump yang mengharuskan sopir kendaraan komersial di AS memenuhi standar kecakapan berbahasa Inggris.
Sekitar 50 sopir truk yang biasa mengangkut barang bolak-balik antara Ciudad Juarez dan El Paso, yang berada di seberang di wilayah negara bagian Texas AS, mengikuti kursus empat sampai delapan jam sepekan yang digelar oleh majikan mereka Fletes Sotelo.
Pemilik perusahaan, Manuel Sotelo, mengatakan bahwa kursus sudah dimulai sejak sekitar 6 pekan lalu, dan tujuannya adalah semua sopir di perusahaannya setidaknya memiliki kecakapan berbahasa Inggris tingkat dasar.Sotelo juga merupakan ketua dari asosiasi transportasi Ciudad Juarez, lapor Reuters Jumat (18/7/2025).
“Penting untuk mengetahui bahasa itu, setidaknya yang diperlukan dalam pekerjaan kami, yaitu mengantar barang ke El Paso,” kata Jose Murguia, salah satu sopir, yang menilai kursus itu merupakan kesempatan yang baik.
Kecakapan berbahasa Inggris sebenarnya sudah menjadi ketentuan dalam peraturan AS sejak lama. Perintah eksekutif Trump yang dirilis bulan Maret menegaskan Inggris sebagai bahasa resmi di AS, dan perintah bulan April berisi penghapusan pedoman tahun 2016 yang menyatakan bahwa sopir tidak boleh tidak dipekerjakan apabila kurang cakap berbahasa Inggris.*




