Hidayatullah.com– Prancis mulai memindahkan para terpidana kasus narkoba yang dianggap berbahaya ke penjara terisolasi berpenjagaan sangat ketat di Vendin-le-Vieil, di bagian utara negeri itu hari Selasa (22/7/2025), kata Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin.
“Tujuh belas penyelundup narkoba, yang termasuk paling berbahaya di negara kita ini, sudah dipindah ke penjara Vendin-le-Vieil,” kata Darmanin lewat paltform X hati Selasa pagi.
Tujuan dari penempatan mereka di sana adalah untuk menghentikan para terpidana dari mengorganisir jaringan kriminal dari dalam bui.
Total akan ada 200 terpidana yang dikurung di Vendin-le-Vieil. Mereka berasal dari daerah Paris dan selayan Oise, kata David Lacroix dari serikat sipir penjara FO Justice, seperti dilansir RFI.
Dia mengatakan setelah “gelombang pertama” akan ada lagi terpidana yang dipindah ke Vendin-le-Vieil dari region Marseille, Grenoble dan Antilles Prancis. Sekitar 60 terpidana akan sudah tiba pada 31 Juli, dan sisanya akan datang pada pertengahan September.
Penjara Vendin-le-Vieil dilengkapi dengan drone, pengacau sinyal telepon dan penggeledahan wajib bagi setiap terpidan setelah kontak dengan dunia luar. Mereka diperbolehkan untuk melakukan olahraga di lapangan tetapi dalam kelompok tidak lebih dari lima orang. “Kehidupan sehari-hari mereka akan berubah,” kata Lacroix.
Dikelilingi pagar beton tinggi dan empat menara pengawas, penjara Vendin-le-Vieil diresmikan pada 2015. Penjara itu merupakan salah satu yang paling ketat di Prancis, di samping Condé-sur-Sarthe yang berada di bagian barat laut Prancis.
Penjara itu sudah dipugar untuk memperkuat pengamanannya, menurut Kementerian Kehakiman.
Salah Abdeslam, terpidana seumur hidup kasus serangan 13 November 2015 di Paris dan Saint-Denis, dan terpidana perampokan bersenjata Rédoine Faïd, yang pernah kabur dari bui dua kali, sudah dimasukkan ke dalam sel di Vendin-le-Vieil.
Penyelundup dan pengedar narkoba Mohamed Amra, yang pernah kabur pada Mei 2024 dan pengejarannya merenggut nyawa dia polisi, yang sekarang masih dibui di Condé-sur-Sarthe, juga akan dipindahkan ke Vendin-le-Vieil.
Penjara ketiga yang berpenjagaan super ketat akan selesai dibangun pada 2028 di Guyana Prancis, region yang marak akan aktivitas penyelundupan dan perdagangan narkoba dan sel penjaranya penuh sesak.*




