Hidayatullah.com– Seorang pria Inggris yang “bermimpi menjadi seperti agen intelijen James Bond 007” dinyatakan bersalah dalam dakwaan berusaha menjadi agen mata-mata untuk kepentingan Rusia.
Howard Phillips, warga Harlow, Essex, bermaksud menjual informasi pribadi tentang bekas menteri pertahanan Inggris Sir Grant Shapps.
Terdakwa berusia 65 tahun itu menawarkan bantuan kepada dua agen bernama Sasha dan Dima, yang disangkanya mata-mata Rusia padahal sesungguhnya agen intelijen Inggris yang menyamar.
Phillips, dinyatakan bersalah oleh juri dalam tuduhan berusaha membantu dinas intelijen asing berdasarkan UU Keamanan Nasional. Dia akan dijatuhi hukuman dalam persidangan selanjutnya, lapor BBC Selasa (22/7/2025).
Bekas istri terdakwa, Amanda Phillips, di persidangan mengatakan bahwa bekas suaminya itu “bermimpi ingin menjadi seperti James Bond” dan banyak menonton film dengan tema MI5 dan MI6 (dua dinas intelijen Inggris) karena dia tergila-gila pada karakter fiksi itu.
Phillips memasukkan lamaran pekerjaan ke UK Border Force pada Oktober 2023, yang menurut pihak jaksa merupakan bagian dari upayanya untuk membantu Rusia.
Phillips mengatakan kepada agen-agen yang menyamar lewat WhatsApp bahwa “dia semi-pensiun dan memiliki koneksi dengan orang-orang di atas”, sebelum bertemu dengan keduanya di London dan di Lakeside Shopping Centre, di West Thurrock, Essex, pada 9 Mei 2024.
Dalam satu pertemuan, dia meminta kepada kedua agen tersebut supaya menggunakan istilah “mother” (ibu) sebagai pengganti “Moskow”, dan mengatakan dirinya berharap ibu akan memberikan “penghargaan penuh” terhadap apa yang sudah dilakukannya.
Terdakwa juga mengaku bahwa dia memiliki alamat rumah Sir Grant, yang kala itu menjabat menteri pertahanan Inggris.
Jaksa mengatakan bahwa satu bulan sebelumnya, Phillips meninggal sebuah flashdisk di sebuah sepeda yang diparkir tidak jauh dari stasiun kereta St Pancras dan Euston di London.
Media penyimpanan digital itu diklaim Philips berisi dokumen yang “sangat berguna” bagi negara asing, menawarkan 100% loyalitas dan dedikasi, ungkap jaksa di persidangan.
Phillips ditangkap oleh petugas berpakaian sipil pada 16 Mei 2024 setelah bertemu dengan Sasha di dekat stasiun kereta King’s Cross.
Bethan David, kepala divisi kontra-terorisme di Kejaksaan Agung Inggris, mengatakan Phillips jelas-jelas menawarkan jasa kepada negara musuh demi mendapatkan keuntungan finansial tanpa mempedulikan bahaya bagi keamanan negara.*




