Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Filsafat di Era AI: Menjaga Nalar, Menuntun Kemanusiaan

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Juli 2025 13:54 1:54 pm
Ahmad
Dipublikasikan 31 Juli 2025 14:30
Bagikan
Dosen Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Dr Syamsuddin Arif
Bagikan

Hidayatullah.com—Di tengah gelombang besar kecerdasan buatan (AI) yang mengguncang hampir seluruh sektor kehidupan, filsafat justru menemukan kembali urgensinya. Bukan sekadar ilmu usang di tengah era teknologi, filsafat justru menawarkan fondasi reflektif yang krusial dalam menghadapi tantangan zaman yang kian pragmatis dan terotomatisasi.

Hal ini mengemuka dalam diskusi podcast antara Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syifa Amin Widigdo, dan cendekiawan muslim, Dr. Syamsuddin Arif, yang tayang di kanal Wonderhome Library pada Sabtu (26/07/2025).

Dalam dialog tersebut, Syamsuddin Arif menegaskan bahwa mempertanyakan kegunaan filsafat secara empiris, khususnya dalam konteks warisan tokoh-tokoh seperti Ibnu Sina, mencerminkan ketidakpahaman terhadap klasifikasi ilmu.

Mengutip Syahrastani dalam Al-Milal wa an-Nihal, Arif menjelaskan bahwa ilmu terbagi menjadi dua: ilmu praktis (know how) yang berorientasi pada tindakan, dan ilmu teoritis (know what & know why) yang bertujuan murni untuk mengetahui kebenaran.

“Filsafat adalah ilmu teoritis. Ia tidak ditujukan untuk langsung dipakai, tetapi untuk membentuk cara berpikir yang benar,” ujar Arif. “Ini soal knowing the truth, bukan sekadar knowing the good.”

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Pentingnya Berpikir Abstrak di Era Teknologi

Menurut Arif, kemampuan berpikir abstrak yang dilatih melalui filsafat merupakan pilar dasar bagi kemampuan analitis manusia—kemampuan yang tidak bisa direplikasi oleh AI. Sebagaimana matematika tak hanya berguna untuk menghitung, filsafat melatih manusia memahami esensi, makna, dan nilai dari realitas.

Syifa Amin menambahkan bahwa semua cabang keilmuan, pada akhirnya, memiliki dimensi teoritis. Bahkan bidang sepraktis matematika, jika ditelusuri, akan sampai pada tataran ide dan abstraksi tinggi.

“Matematika dipakai untuk jual beli, ya. Tapi dalam kuliahnya, kita belajar logika, teori bilangan, dan konsep abstrak. Filsafat pun demikian,” jelas Syifa.

Ketimpangan Epistemik di Dunia Islam

Diskusi ini juga menyinggung problem ketimpangan antara ilmu praktis dan teoritis dalam masyarakat Muslim modern. Syamsuddin Arif menyoroti kebijakan pembangunan di dunia Islam yang cenderung berat sebelah pada aspek teknis dan industri.

Ia menyayangkan dominasi pendekatan link and match antara kampus dan industri, yang seringkali mengabaikan pendidikan sebagai ruang pembentukan jiwa dan akal budi.

“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Tapi sekarang, kita hanya sibuk membangun badan,” keluh Arif.

Ia mencontohkan Jerman dan Uni Eropa yang tetap mengalokasikan dana riset untuk manuskrip-manuskrip kuno, termasuk karya-karya teologi dan filsafat Islam.

Menurutnya, ini adalah bentuk kesadaran bahwa pembangunan manusia memerlukan pengembangan aspek spiritual dan intelektual, bukan hanya teknis.

Melampaui Eurosentrisme: Membela Filsafat Islam

Di akhir diskusi, Syifa Amin mengangkat isu kritik terhadap keberadaan filsafat Islam, yang dianggap tidak otentik oleh mazhab filsafat analitik.

Syamsuddin Arif menjawab bahwa ini adalah bentuk eurosentrisme intelektual. Menurutnya, menolak keberadaan filsafat Islam hanya karena tidak berakar dari Plato atau Aristoteles adalah sikap ahistoris dan sempit.

“Filsafat Hindu, filsafat Buddha, dan filsafat Islam—semuanya valid. Filsafat bukan milik satu bangsa atau benua,” tegas Arif.

Keduanya sepakat bahwa umat Islam membutuhkan lembaga-lembaga yang berani membangun kembali khazanah keilmuan klasik. Syamsuddin Arif bahkan menyampaikan visinya mendirikan pusat studi pascasarjana yang khusus mendalami filsafat Islam secara mendalam dan profesional.

“Ability without opportunity is useless, and opportunity without ability is valueless,” kutip Arif dari Prof. Syed Naquib al-Attas.

Menjaga Nalar di Tengah Disrupsi

Melalui dialog yang penuh kedalaman ini, terang bahwa filsafat bukanlah ilmu yang “ketinggalan zaman.” Justru di tengah era AI, filsafat menjadi kompas moral dan epistemik yang dibutuhkan agar manusia tidak terjebak dalam kepungan teknologi tanpa arah.

Filsafat menawarkan ruang kontemplasi, membentuk daya nalar, dan menjaga agar manusia tetap menjadi makhluk berakal, bukan sekadar operator dari mesin-mesin canggih.

Melalui perbincangan ini, menjadi jelas bahwa filsafat memegang peranan krusial di era disrupsi AI. Justru di tengah kecenderungan teknokratis yang membebani manusia dengan kecakapan teknis semata, filsafat hadir sebagai penuntun refleksi.

Filsafat, dengan demikian, adalah “upaya memanusiakan manusia” (to humanize human being), memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak mengikis esensi kemanusiaan kita.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AIilmu filsafatkecerdasan buatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Suara Perempuan Bersatu Serukan Penyelamatan Akhlak Anak dari Tsunami Digital
Tulisan selanjutnya TikTok  Angkat Mantan Tentara IDF Garis Keras jadi Manajer Kebijakan Ujaran Kebencian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?