Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Suara Perempuan Bersatu Serukan Penyelamatan Akhlak Anak dari Tsunami Digital

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Juli 2025 21:34 9:34 pm
Ahmad
Dipublikasikan 31 Juli 2025 14:16
Bagikan
Perempuan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Masyarakat Tanpa Pornografi (MTP)
Bagikan

Hidayatullah.com– Konten negatif di dunia maya menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda Indonesia. Menanggapi krisis moral digital ini, Perempuan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Masyarakat Tanpa Pornografi (MTP), bersama DKM Masjid Raya Palapa Baitussalam, menggelar diskusi publik Hari Anak Nasional 2025.

Acara bertajuk “Restorasi Akhlaq di Dunia Maya: Bicara Bijak, Anak Terlindungi” ini menyepakati urgensi intervensi pemerintah dan peran sentral keluarga dalam membentuk benteng digital bagi anak.

Azimah Subagijo, Ketua MTP, menekankan betapa krusialnya restorasi akhlak di dunia maya di tengah maraknya konflik digital, ujaran kebencian, dan konten negatif yang merusak suasana daring.

“Anak-anak belajar dari siapa kita, bukan hanya dari apa yang kita katakan,” kutip Azimah, merujuk pada teori Mirror Neuron dan eksperimen Bobo Doll.

Ia menjelaskan bahwa anak adalah peniru ulung; gaya bicara, reaksi emosional, dan ekspresi viral di media sosial menjadi referensi perilaku mereka sehari-hari.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Karena itu, etika digital orang tua adalah cermin akhlak digital anak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Azimah menyoroti bahwa pornografi adalah bentuk eksploitasi seksual yang merusak persepsi hubungan manusia, sementara konten kasar mengikis empati dan akhlak anak, menormalisasi perundungan.

“Karena itu, restorasi akhlak dimulai dari rumah dan dari diri sendiri. Memiliki gadget bisa ditunda, tapi membentuk akhlak anak tidak bisa diulang,” pesannya lugas.

Senada dengan Azimah, Welya Safitri, Ketua DPP Perempuan ICMI, menggarisbawahi pentingnya peran perempuan, khususnya para ibu, dalam mendidik dan melindungi anak dari bahaya dunia maya.

“Perempuan adalah penjaga akhlak generasi. Di rumah, mereka menjadi guru pertama. Di masyarakat, mereka adalah penyejuk dalam konflik. Kita tak bisa hanya diam melihat narasi digital yang penuh kebencian dikonsumsi anak-anak setiap hari,” ujar Welya di hadapan lebih dari 100 peserta.

Welya memaparkan bahwa kepekaan moral dan emosional perempuan menjadikan mereka aktor strategis dalam restorasi etika digital. Ia menekankan pentingnya literasi akhlak di kalangan ibu, pendidik, dan tokoh komunitas perempuan untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif dunia maya yang semakin kompleks.

Diskusi ini juga menyuarakan kekhawatiran atas maraknya konten digital yang mempertontonkan konflik terbuka antar publik figur, ujaran sarkasme, bahkan ancaman kepada anak-anak.

“Kita sedang menyaksikan krisis empati dalam peradaban digital. Ini saatnya perempuan bangkit, mengajak keluarga untuk bermedia sosial dengan adab dan keteladanan,” tegas Welya.

Acara yang berlangsung di Aula Masjid Raya Palapa Baitussalam, Jakarta Selatan, juga menghadirkan Kawiyan, Komisioner KPAI (2022-2027). Ia memaparkan dampak negatif psikologis dan sosial dari jejak digital pada anak di masa depan.

“Dampak Psikologis terhadap Anak biasanya akan terjadi kecemasan sosial akibat kurangnya respons, validasi eksternal di mana anak mengukur harga diri dari reaksi orang lain, serta tekanan citra diri yang menuntut tampil sempurna yang memicu stres dan depresi pada anak,” jelas Kawiyan.

Sedangkan dampak sosialnya meliputi cyberbullying, isolasi sosial, dan stigma digital yang merusak reputasi anak.

Mengingat jejak digital anak merupakan bagian dari perlindungan khusus, Kawiyan menekankan peran vital orang tua dalam menjaga rekam digital yang sehat, mendampingi perkembangan akhlak dan identitas anak, serta mewujudkan ekosistem digital yang aman dan bermartabat.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hari Anak NasionalICMIIkatan Cendekiawan Muslim se-IndonesiaKomisi Perlindungan Anak IndonesiakpaiMasyarakat Tanpa PornografiMTPtsunami digital
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aksi Provokatif di Malatya: Pria Becelana Pendek Ganggu Shalat Magrib
Tulisan selanjutnya Filsafat di Era AI: Menjaga Nalar, Menuntun Kemanusiaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?