Hidayatullah.com– Ratusan bekas aparat dinas keamanan dan intelijen Israel mengirim surat kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump guna mendesaknya supaya menekan pemerintah Zionis untuk mengakhiri perang di Gaza karena pembebasan tawanan yang ditahan Hamas lebih penting.
Kelompok Commanders For Israel’s Security (CIS) mengirim sebuah surat yang ditandatangani 550 orang, termasuk bekas direktur Mossad Tamir Pardo, bekas kepala Shin Bet Ami Ayalon, dan bekas wakil kepala IDF Matan Vilnai, lansir Independent Selasa (5/8/2025).
CIS beranggotakan bekas aparatur lembaga pertahanan dan kementerian luar negeri Israel, yang mendukung solusi dua negara guna memastikan masa depan negara Israel sebagai “rumah demokratis yang kuat bagi orang-orang Yahudi lewat separasi dari orang Palestina”.
“Menurut pertimbangan profesional kami Hamas bukan lagi ancaman strategis bagi Israel,” kata surat terbuka itu, yang dikirim hari Jumat (1/8/2025) dan kemudian dibagikan ke media. “Anda melakukannya di Libanon. Sekarang lakukan juga hal itu di Gaza,” kata CIS kepada Trump di dalam surat tersebut.
“Mengejar sisa-sisa anggota senior Hamas bisa dilakukan nanti. Tawanan kami tidak bisa menunggu,” desak mereka.
Permintaan tersebut dikirimkan menyusul beredarnya sejumlah rekaman video yang menunjukkan dua orang Israel yang ditawan di Gaza dalam kondisi kurus dengan tulang mereka terlihat nyata.
Evyatar David, 24, dan Rom Braslavski, 21, diculik Hamas dari festival musik Nova pada 7 Oktober 2023. Mereka termasuk di antara 49 tawanan yang diyakini masih berada di Gaza, yang 27 di antaranya diyakini sudah tewas.
Rekaman itu mengundang kemarahan di Israel, warga Yahudi berunjuk rasa menekan Netanyahu untuk meminta supaya Komite Palang Merah Internasional membawakan makanan dan obat-obatan untuk para tawanan.
Aksi protes digelar di Tel Aviv pada hari Ahad dan di depan kantor PM Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada hari Senin, menuntut supaya pemerintah Israel menghentikan perang di Gaza guna membebaskan para tawanan.
Surat CIS tersebut berargumen bahwa IDF sudah mencapai tujuan-tujuan militernya yaitui melemahkan Hamas di Gaza dan sekarang waktunya untuk membuat kesepakatan pembebasan tawanan.*




