Hidayatullah.com– Kantor Media Pemerintah Gaza, hari Kamis (7/8/2025), mengatakan bahwa Israel menghadang hampir 6.600 truk bantuan kemanusiaan yang akan masuk ke Jalur Gaza, sementara pintu-pintu perbatasan ditutup oleh aparat Zionis.
Dalam sebuah pernyataan, kantor tersebut mengatakan hanya 92 truk bantuan dan komersial yang diperbolehkan masuk ke Gaza pada hari Rabu, yang kebanyakan muatannya dijarah di tengah susana kekacauan yang sengaja diciptakan oleh tentara pendudukan Israel.
Pernyataan itu mengkonfirmasi jumlah total bantuan yang diterima Gaza sejauh ini tidak lebih dari 14 persen bantuan yang diperlukan, lansir Gulf Times.
Menurut kantor tersebut, Gaza membutuhkan lebih dari 600 truk bantuan per hari guna memenuhi kebutuhan minimum 2,4 juta penduduknya.
Sejak awal Maret, Israel memberlakukan blokade total di semua pintu perbatasan, mencegah masuknya makanan dan pasokan medis. Hal ini menyebabkan kekurangan bahan-bahan pokok yang parah di pasar, penutupan dapur umum, terhentinya pembagian sumbangan makanan dan merebaknya kelaparan, kata pihak berwenang.
Jumlah korban jiwa akibat agresi militer Isrsel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai 61.258 orang dan 152.045 lainnya terluka.
Kementerian Kesehatan Gaza hari Kamis mengatakan bahwa kurun 24 jam terakhir, rumah sakit yang ada di Jalur Gaza menerima 100 korban jiwa dan 603 orang terluka.
Kementerian menggarisbawahi bahwa banyak korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan, sementara petugas ambulans dan pertahanan sipil tidak dapat menjangkau merek disebabkan minimnya peralatan yang diperlukan.
Pernyataan Kantor Media Pemerintah Gaza juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa, negara-negara Islam dan Arab, serta masyarakat internasional untuk mengambil tindakan serius guna membuka pintu perbatasan dan memastikan arus kedatangan bantuan kemanusiaan terutama makanan, susu formula, serta obat-obatan.
Pernyataan itu menyeru supaya pihak penjajah yang menyebabkan bencana kemanusiaan di Gaza dituntut ke pengadilan sebagai pelaku kejahatan kemanusiaan.*




